
Hari ini Naura sedang bersiap untuk sebuah pertunangan, dia merasakan sangat gugup seperti akan pertama kali mereka bertunangan.
Evano sudah berpenampilan sangat rapi, terlihat sangat tampan, dengan setelan jas melekat pada tubuhnya. Sang nenek juga sudah terlihat lebih berbeda daripada biasanya.
Pertunangan mereka adakan secara keluarga saja, hanya dihadiri oleh dua orang teman mereka saja, yaitu Yuno dan Serli sebagai saksi mereka. Dan beberapa tetangga rumah Naura. Dilaksanakan dirumah Naura.
"Mama, papa sangat tampan" ucap Evano bahagia karena memang saat ini Raymond juga berpenampilan sangat rapi dan tampan.
"Dan aku yang paling tampan" ucap Evano sangat ceria, karena dia tau sebentar lagi orang tuanya akan bersama kembali.
"Anak papa memang paling tampan" jawab Raymond.
"Mama bahagia melihat kalian bisa bersama lagi" ucap mama Ayu.
"Hai-hai" sapa Serli yang barusan datang bersama Yuno yang sedang tersenyum tampan.
Saat ini Serli sudah melepas cintanya terhadap Yuno dan Yuno sendiri sudah memilih tetap mendukung Raymond dan Naura.
"Kau tampan bro" ucap Yuno menepuk bahu Raymond.
Keadaan sekarang jika di luar kantor Yuno malah menjadi sahabat dari Raymond, semuanya tetap ingin menjalin persahabatan dengan baik.
"Terima kasih bro" jawab Raymond dengan memeluk Yuno.
"Sudah-sudah sekarang kita mulai pertunangannya" ucap salah seorang tetangga yang datang.
"Iya benar, aku enggak sabar lihat kalian bersama" jawab Serli yang memang sangat mendukung Naura.
Karena semuanya sudah saling mendukung, pertunangan pun dilaksanakan dengan Raymond dan Naura yang saling bertukaran cincin.
"Cincin ini jangan sampai kalian lepaskan lagi" ucap mama Ayu.
"Baik ma" jawab Naura dan Raymond yang hampir bersamaan.
__ADS_1
"Ci-um-ann" teriak Serli.
"Hmmmpppp" Yuno langsung membekap mulut Serli hingga, dia sulit berbicara.
Yuno yang merasa tidak enak dengan orang sekitar karena ulah Serli. Yuno pun menoleh kanan kiri orang-orang sekitarnya untuk meminta maaf secara isyarat. Serli pun menampilkan senyum cengirnya saja.
"Sssttttt" ucap Yuno.
"Ada anak kecil itu" ucap Yuno menunjuk ke arah Evano.
Evano pun tersenyum saja karena yang dia tau cium itu untuk tanda kasih sayang terhadap mamanya, biasanya dia lakukan dengan mencium pipi kanan kiri mamanya, sedangkan Serli berbeda lagi.
Semua orang yang berada disana pun tertawa melihat tingkah dari Serli.
*****
Acara telah selesai, kini hanya tersisa Naura, Raymond, Evano dan mama Ayu di rumah itu.
"Papa, aku senang seminggu lagi papa akan tinggal disini kan" ucap ceplos dari Evano.
"Benar kah ma?" tanya Evano pada papanya.
Naura hanya dapat terdiam, karena dia sendiri belum bisa memutuskan untuk ikut Raymond atau tetap berada dirumah mamanya.
"Tapi bagaimana dengan nenek?" tanya Evano yang tetap memperhatikan neneknya.
"Nenek akan ikut kita" jawab Raymond.
"Ma, mama ikut kami ya kerumah ku" ajak Raymond kepada mama Ayu.
"Tidak nak, mama lebih senang untuk tinggal dirumah mama sendiri" jawab mama Ayu.
Mama Ayu memang lebih menyukai tempat tinggal dia sendiri dari pada hari tinggal ditempat lain.
__ADS_1
"Kalau gitu Evano enggak akan kemana-mana, papa ikut sini saja ya" bujuk Evano kepada papanya.
"Akan papa pikirkan nak" jawab Raymond.
"Sudah Evano tidur ya susah malam, ke kamar ya sekarang" perintah Naura.
"Iya ma, dha-dha papa" pamit Evano kepada papanya.
"Mama juga mau tidur" ucap mama Ayu yang juga berjalan menuju kamarnya.
"Iya ma" jawab Raymond.
"Kamu silakan pulang" Naura mengusir secara halus kepada Raymond.
"Enggak mau, mau disini boleh ya" ucap Raymond dengan sedikit memajukan bibirnya.
"Tunggu satu minggu lagi" ucap Naura.
Tok! Tok! Tok!
Terdengar suara pintu rumah Naura diketuk.
"Siapa itu ya" gumam Naura.
"Jangan-jangan warga lagi mau nangkap kamu yang kelamaan di rumah ini" ucap Naura.
"Enggak mungkin, mereka sudah kenal aku" jawab Raymond.
Naura pun berpikir itu benar, lagian suara ketukan pintu itu pun terdengar kasar.
Naura dan Raymond pun sama-sama membuka pintu itu.
"Mama" ucap Raymond terkejut, dia pun melototkan kedua bola matanya menatap lurus kedepan melihat yang datang adalah mamanya.
__ADS_1
Naura pun terkejut tetapi dia hanya dapat terdiam, dia tidak tau harus berbicara apa.