Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
84. Rini Pulang Kerumah Zack


__ADS_3

Satu bulan berlalu keluarga Raymond tentu sangat bahagia, menjalani hari bersama-sama. Raymond memutuskan tinggal bersama mama Ayu. Karena disana lah kenangan terbanyak yang mereka miliki.


Sedangkan mama Vina dan Rini, karena selama berada di rumah Raymond, mereka tidak dipedulikan Raymond pun memilih untuk pulang kerumah suami Rini diluar negeri.


Rini dan mama Vina yang telah sampai dirumah suami Rini, mencari keberadaan Zack, ternyata Zack tidak dirumah.


Rini sengaja tidak memberitahu Zack karena untuk memberi kejutan terhadap suami kesayangannya itu.


"Dimana Zack?" tanya Rini kepada pelayan rumahnya.


"Pak Zack barusan keluar bu" ucap pelayannya.


"Oh ya sudah" jawab Rini.


Sambil berjalan bersama mamanya.


"Zack enggak dirumah ma" ucap Rini kepada mamanya.


"Dia tidak mengabari mu?" tanya mama Vina.


"Tidak ma" jawab Rini.

__ADS_1


"Mungkin dia sibuk kan seperti biasa, kamu juga tidak perduli itu kan, bagi kita kan yang pentingkan uangnya lancar" ucap mama Vina.


"Iya sih ma" jawab Rini dengan terkekeh.


"Ya sudah mama mau ke kamar"


Mama Vina yang kelelahan pun segera memasuki kamar yang memang sudah menjadi kamarnya beberapa tahun ini.


Rini pun memilih memasuki kamar dia, sesampai di kamarnya dia meletakan semua barang pada tempatnya, kemudian beralih ke atas ranjang besarnya, merebahkan diri. Saat melihat keatas meja lampunya, dia melihat ponsel Zack ketinggalan.


Rini pun mendekati meja itu, tangannya bergerak mendekati ponsel tersebut kemudian dia mencoba membuka ponsel Zack, selama ini Rini tidak pernah sekali pun menyentuh ponsel Zack, dia percaya penuh terhadap suaminya. Hanya saat ini entah mengapa hatinya terasa tergerak untuk mengambil ponsel tersebut dan membukanya.


"Hah" Rini terkejut ketika melihat galeri foto yang terdapat di ponsel Zack. Dia tidak sengaja menyentuh folder galeri.


Hati Rini bergemuruh, rasa amarahnya muncul dengan cepat. Dia merasa kesal dan meremas ponsel itu dengan kuat. Tidak ada air mata yang dia keluarkan.


"Sayang" suara seorang laki-laki memasuki kamar tempat dimana Rini sedang merasakan emosinya berkumpul di kepala.


Rini pun menoleh ke arah sumber suara dan yang memanggilnya tentu adalah Zack suaminya.


Zack kembali kerumah setelah menyadari jika ponselnya tertinggal di kamar.

__ADS_1


"Kog kamu pulang enggak memberitahu aku" tanya Zack kepada Rini.


"Zack jelaskan ini" Rini menyodorkan ponsel Zack dengan galeri foto yang terbuka. Dengan tangan bergetar karena menahan amarah yang sangat kuat.


"Jika aku tidak pulang mungkin aku tidak akan tahu ini" ucap Rini.


Zack hanya bisa terdiam dengan muka datarnya. Zack tau dia telah membohongi Rini selama ini, tapi dia juga tidak suka sifat Rini yang hanya mementingkan uang dan uang, sama seperti mama Vina. Padahal Zack memang sangat mencintai Rini. Zack juga binggung entah perasaan dari mana begitu kuatnya perasaan dia untuk Rini.


"Zack" bentak Rini kepada suaminya.


"Baik lah, karena kamu sudah mengetahuinya akan aku jelaskan" ucap Zack dengan datarnya, muka tanpa expresi yang di tampilkannya.


"Yang didalam foto itu anak dan istri ku" ucap Zack dengan tenangnya.


"Zack, kau membohongi ku selama ini" teriak Rini yang ingin melayangkan tangannya menampar muka Zack. Untung dengan cepat Zack menahan pergerakkan tangan Rini.


"Kau yang terlalu munafik" ucap Zack. Menghempaskan tangan Rini.


"Kau" Rini merasa sangat kesal.


"Katakan pada ku sudah berapa lama kau bersamanya?" tanya Rini.

__ADS_1


"Aku bersamanya sudah satu tahun dan dia memberikan aku anak laki-laki, dia begitu memperhatikan ku" terang Zack.


Saat ini Rini hanya dapat terdiam, dia tau dia sudah lama dibohongi oleh Zack, tetapi di satu sisi Zack tidak lah salah.


__ADS_2