
Naura terlihat tegang dengan suasana ini.
Sedangkan Yuno dan Raymond berharap mendapatkan jawaban terbaik dan tentu harus mengikhlaskan Naura.
"A" ucap Naura sedikit terpotong.
"A-ku sudah memutuskan akan memilih siapa" ucap Naura.
Tentu kedua laki-laki itu pun memasang telingga mereka agar pendengaran mereka jelas.Dengan jantung dag-dig-dug menanti jawaban.
"Katakan Naura, kasihan nak Raymond dan nak Yuno menunggu kamu terus, mama tidak ingin kamu menggantung hidup mereka, masa depan mereka" terang mama Ayu.
"Iya ma" jawab Naura sambil menunduk.
"Sebenarnya pilihan ini sangat berat, aku sangat berterima kasih kepada kalian berdua yang memang tulus mencintai aku" ucap Naura.
"Yuno" ucap Naura.
Yuno merasa senang karena namanya terlebih dahulu diucap oleh Naura. Terlihat wajah Raymond yang mulai ketakutan.
"Yuno, kamu orang yang selama ini menemani aku, dari tidak ada Raymond, selalu ada dalam suka duka ku, terima kasih ya" ucap Naura sembari menundukkan kepala sebagai tanda hormat.
"Raymond, kamu memang papa kandung dari Evano, terima kasih juga selalu menyayangi Evano walau kamu waktu itu juga belum tahu siapa Evano" ucap Naura.
"Aku tidak ingin banyak berkata lagi, karena sulit bagi ku untuk memilih kalian, kalian sangat berarti bagi ku" ucap Naura tanpa di sadari air matanya menetes.
"Naura" panggil Yuno dan Raymond bersamaan, mereka merasa sakit juga jika melihat Naura menangis.
__ADS_1
"Ma, Naura" ucap Naura kepada mamanya.
"Katakan saja dek" jawab mama Ayu.
"Naura memilih Raymond" ucap Naura.
"Apa" Raymond pun terkejut mendengar jawaban dari Naura, dia sungguh tidak percaya jika dia bisa kembali lagi dengan Naura.
"Iya, aku mau kembali sama kamu demi Evano" jawab Naura.
"Yuno maaf" ucap Naura.
Naura tau jika saat ini Yuno pasti sangat bersedih atas keputusannya, hanya ini lah jalannya.
"Naura, kamu sudah yakin dengan keputusan mu?" tanya mama Ayu menyakinkan anaknya.
"Sudah ma" jawab Naura tegas.
"Yang terpenting bagi ku melihat kamu bahagia" ucap Yuno sambil tersenyum.
"Pak, saya berharap anda dapat membahagiakan Naura dan Evano jangan pernah meninggalkan mereka, jika sampai saat itu terjadi maka saya tidak akan pernah membiarkan Naura kembali pada mu" ucap Yuno dengan sangat tegas.
"Aku mengerti, aku tau jika kamu sangat menyayangi Naura dan Evano, terima kasih sudah menjaga mereka selama tidak ada aku" ucap Raymond.
Disini Yuno lah yang berbesar hati menerima keadaan sedang Raymond, dia bersyukur jika Naura dan Evano dikelilingi orang yang sayang perduli terhadap mereka.
"Nak Yuno, kamu akan selalu tante anggap sebagai anak tante" ucap mama Ayu.
__ADS_1
"Terima kasih tante" jawab Yuno.
"Naura berbahagia lah, aku akan selalu melindungi kalian, akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian" ucap Yuno.
"Aku permisi dulu" ucap Yuno.
Yuno pun berpamitan dengan mama Ayu, mama Ayu tau jika Yuno memang anak yang sangat baik, hanya saja ini lah pilihannya.
Setelah Yuno pergi, Raymond pun benar-benar bisa mengekpresikan dirinya, karena tadi masih ada Yuno, dia menjaga harga dirinya.
"Naura terima kasih kamu mau kembali pada ku" ucap Raymond dengan sangat bahagia, mengenggam tangan Naura.
"Iya Ray" jawab Naura sambil memberikan senyum manisnya.
"Aku akan buktikan kali ini tidak akan ada yang bisa mengganggu kita, atau memisahkan antara aku dan kamu, apalagi dengan anak kita" ucap Raymond dengan sungguh-sungguh.
"Aku tidak ingin berjanji karena itu akan menyakiti mu lagi, jika sampai tidak terpenuhi" ucap Raymond.
"Ray, aku harap ini yang terakhir tidak ada lagi penderitaan untuk Evano, karena aku sangat kasihan terhadap Evano yang harus kehilangan papanya dari dalam perut" ucap Naura membayangkan kembali hari-harinya tanpa Raymond, kembali Naura meneteskan air matanya.
"Sudah, kalian selesaikan urusan kalian, mama harap yang terbaik untuk kalian" ucap mama Ayu, kemudian dia pun memilih untuk kembali ke kamarnya karena waktu juga memang sudah sangat malam.
"Iya ma" jawab Naura dan Raymond bersamaan.
"Naura sudah malam, aku pulang dulu kalau tidak aku yang bisa dikejar sama orang yang sedang patroli gang" ucap Raymond sekedar bercanda
"Iya sana" jawab Naura.
__ADS_1
Saat ini Naura merasa lega karena sudah tidak ada lagi yang perlu dia pikirkan, karena semua sudah menerima jawabannya.
Naura hanya tinggal menghadapi hal yang selanjutnya lagi. Tentu akan bertemu dengan mama Vina dan kak Rini. Tetapi hal ini tidak bisa dibuang karena itu bagian hidup dari Raymond yang harus dia terima dengan ikhlas.