Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
24. Gosip


__ADS_3

"Naura" panggil seorang pria dari arah lain.


Ketika Naura melihatnya dia merasa binggung, mengapa orang ini bisa sampai disini.


"Om" panggil Evano yang berlari menyambutnya.


"Evano kamu hebat, om bangga" pria ini memeluk Evano.


"Terima kasih om!" jawab Evano dengan riang.


Evano memandang kearah pak Kenzie, dia merasakan seperti papanya hadir untuk melihat pentas dia melalui kehadiran pak Kenzie, hanya saja Evano tau pak Kenzie bukan la papanya, itu hanya orang asing dan tidak boleh sembarangan langsung percaya atau pun dekat dengan orang asing.


Pak Kenzie yang melihatnya Evano di peluk merasakan kecemburuan atas perilaku Evano terhadap pria yang baru saja menyapa Naura. Dia sendiri sangat ingin memeluk Evano tetapi tidak berani, karena Evano memang sama sekali tidak mengenal pak Kenzie, dia tau itu nanti akan membuat Evano menjadi takut atau menimbulkan keributan.


"Kenapa kamu disini!" Tanya Naura binggung.


"Kamu ceroboh si lihat ini" menunjukan dompet Naura.


"Kog bisa di kamu sih Yuno?" tanya Naura binggung.


"Kamu tu yang ceroboh" berusaha menjitak kepala Naura, tetapi Naura menghindar.


"Pak Kenzie ada disini?" tanya Yuno ketika melihat pak Kenzie yang baru berdiri dari duduknya, Yuno merasa tidak enak dengan kehadiran dia, karena disini ada bos besarnya.


"Saya hanya kebetulan mengantar Naura!" ucap pak Kenzie santai, sebisa mungkin dia membuat suasana hatinya untuk lebih baik.


"Terima kasih pak!" ucap Naura sekali lagi.


"Kamu kenapa kesini?" tanya pak Kenzie.


"Ini saya mengantarkan dompet Naura uang ketinggalan, kebetulan saya juga ada bertemu klien di dekat sini" terang Yuno.


"Oh, ok! Lanjutkan! Saya pergi dulu!" Pak Kenzie pun memutuskan untuk segera pergi.


Saat ini suasana hati pak Kenzie sedang tidak baik, dia merasakan cemburu melihat Naura bersama Yuno, dia cemburu melihat Yuno dekat dengan Evano. Sebenarnya pak Kenzie sangat nyaman berada dekat Naura dan Evano. Tetapi dia sendiri, enggak tau apa yang terjadi dengan diri dia sendiri.


"Kamu sebenarnya siapa sih?" batin pak Kenzie ketika menatap Naura sebentar kemudian pergi.


"Ternyata janda enak ya dikelilingi banyak pria tampan dan kaya" ucap salah seorang ibu-ibu yang sedang berbincang dengan teman sesama ibu-ibu. Naura tidak memiliki teman disekolah Evano, karena dia tidak sempat berkumpul dengan ibu-ibu yang biasa menunggu anaknya.

__ADS_1


"Iya, lihat saja sampai dua pria menghampirinya" jawab ibu yang satunya lagi sambil matanya terlihat sirik.


"Anaknya mirip pria yang barusan pergi ya!" ucap ibu-ibu tukang gosip tersebut.


"Bukannya tadi anak itu sudah bilang, dia sudah enggak punya papa, kan sudah meninggal"


"Siapa tau anak dari laki-laki lain, laki-laki yang sama dia bukan papa kandung ya"


"Agh sudah lah jeng, urusan mereka!"


Mereka menggosipkan Naura secara berbisik, Naura yang mendengar sekilas tidak memperdulikannya, mereka hanya menilai dari luarnya saja, tidak melihat atau mengecek lebih dalam ceritanya bagaimana.


"Kalian tidak tau aku" batin Naura, maka nya Naura juga malas untuk dapat bergabung dengan ibu-ibu yang ada disekolah ini, beberapa sudah dia temui suka bergosip, itu bagian Naura tidak suka, mengatakan yang tidak jelas, tapi tidak semua ibu-ibu begitu, ada juga tentunya yang melakukan hal baik, tidak mengusik kehidupan orang lain.


"Ceritakan bagaimana bisa dompet ini sama kamu! perintah Naura.


"Kamu ini sudah lah pelupa, pemarah lagi, syukurnya kerjaan beres kalau tidak, sudah enggak bisa lihat kamu dikantor, haha" kelakar Yuno.


"Kamu juga harus menceritakan bagaimana bisa seorang bos besar berada disini sama kamu!" cetus Yuno.


"Iya" jawab Naura ketus.


"Asik, pulang sama om!" teriak Evano,


"Terima kasih ya nak Yuno" ucap mama Ayu yang baru saja datang dari toilet, setidaknya tadi dia mendengar jika Yuno ingin mengantar mereka pulang.


"Maaf, merepotkan" ucap mama Ayu lagi.


"Tidak tante, saya senang bisa berjumpa sama tante lagi" jawab Yuno sambil tersenyum tampan.


Mereka semua pun pergi ke parkiran dimana mobil Yuno terparkir.


*****


Mereka telah tiba di rumah Naura. Mama Ayu langsung membersihkan badan dan menuju dapur. Sedangkan Evano memilih untuk segera mandi. Naura masih saja penasaran bagaimana dompet dia bisa dengan Yuno, padahal tadi dia sudah memasukan ke dalam tasnya.


"Yuno cerita" ucap Naura.


"Tidak sabaran!"

__ADS_1


"Tadi aku keruangan ku"


"Cieeeh" ejek Naura.


"Apaan sih Naura, aku belum lanjut!"


"Iya deh"


"Jadi Serli itu mau izin buat antarkan dompet kamu yang ketinggalan di meja kerja mu, kebetulan aku memang mau keluar dan kearah dekat sekolah Evano, ya sudah aku sekalian saja antar!"


"Oh, gitu! Terima kasih kalau begitu sudah berbaik hati pak bos!"


"Ada-ada saja kamu Naura, di luar aku bukan bos mu tapi teman mu!" terang Yuno.


"Haha, iya deh" Naura sangat senang memiliki teman seperti Yuno.


"Bagaimana pak Kenzie bisa bersama kalian?" tanya Yuno.


Naura pun menceritakan semua yang terjadi kepada Yuno.


"Ayo makan siang!" ajak mama Ayu.


Ternyata matahari sudah berada ditengah-tengah dimana sudah menunjukan jam 12 siang, waktunya mereka untuk mengisi perutnya, agar sang cacing-cacing tidak demo didalam perut meminta makanan.


"Lauk seadanya ya, ada tempe goreng, telur mata sapi, sup ayam dan sambal sambal saja ini" mama Ayu memperkenalkan masakannya.


"Aduh, tante ini sudah sangat enak, terima kasih sudah kasih saya makan!" jawab Yuno sambil tersenyum.


Naura yang melihat senyum Yuno pun merasa tenang. Senyum tulus untuk keluarga dia.


Awalnya Yuno menolak untuk ikut makan siang dengan keluarga Naura. Karena merasa tidak enak jika menganggu keluarga Naura.


"Seperti keluarga lengkap, kayak Yeni cerita punya ma!" ucap Evano selesai mengunyah.


"Evano! Ssstttt!" tegur Naura. Sambil melirik kearah Yuno, ingin melihat Yuno memberikan expresi apa, karena dia merasa tidak enak dengan Yuno.


"Maaf ma!" Evano melirik ke neneknya yang hanya menyembunyikan senyumnya.


Yuno hanya memberikan expresi tersenyum kecil saja, tidak berkomentar apa pun. Tetapi sebenarnya didalam senyum Yuno, tersimpan rasa yang sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2