Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
38. Dirumah Naura


__ADS_3

Setelah liburan beberapa hari telah berlalu, walau bukan lah liburan panjang, semua orang merasakan puas dalam liburan kali ini.


Naura juga sudah sangat merindukan sosok mama Ayu. Tentu juga Evano sangat merindukan sang nenek.


Serli merasa juga merasa senang karena setidaknya dia selalu mendapat kesempatan untuk dekat dengan Yuno, disaat teman-teman yang lain tidak memperhatikan mereka, karena tentunya masing-masing dari mereka hanya akan memikirkan bagaimana cara mereka menikmati liburan ini sepuasnya.


Dengan liburan ini Yuno sedikit tau kalau saja saat ini Naura bukan hanya diperhatikan oleh satu orang pria, tetapi ada pria lain yang memperhatikannya, hanya saja bagi Yuno, pria ini tidak sepantasnya memperhatikan Naura dan Evano sampai segitunya.


Pak Kenzie merasa tidak sia-sia mengadakan perjalanan wisata ini, karena awalnya dia memang ingin melihat Evano dan Naura bahagia itu memang sudah tujuannya, dia juga sangat ingin tau lebih jelas jika dia dekat dengan Naura perasaan dia bagaimana, tetapi perasaan untuk melindungi Evano, melihat Evano tersenyum itu lah yang paling kuat.


Walau masih ada sedikit perasaan dari Pak Kenzie saat ini yang merasakan, apa yang dia inginkan belum tercapai sepenuh.


*****


Waktunya Naura sampai kerumahnya dia, pak Kenzie lah yang memilih untuk mengantarnya hingga kedepan rumah Naura, pak Kenzie tidak perduli pandangan orang lain terhadap dia, dihati dia itu dia merasakan tanggung jawab.


Pak Kenzie juga beralasan jika kasihan terhadap Evano yang sudah kelelahan.


"Biar saya saja pak, bapak sudah mengantar kami saja sudah sangat merepotkan!" ucap Naura melihat pak Kenzie yang keluar dari bangku sebelah kiri, hanya untuk mengangkat tubuh Evano yang ketiduran, di bangku belakang.


"Sudah enggak apa-apa kamu masuk saja, biar saya angkat Evano, saya sangat senang jika bisa terus bersama Evano" jawab pak Kenzie dengan tersenyum tampan.


Deg, sedetik jantung Naura berhenti berdetak ketika mendengar ucap pak Kenzie, dia binggung mengapa pak Kenzie berkata begitu.


"Sudah pak, Evano anak saya, dia tanggung jawab saya" Naura menjawabnya.


"Sudah kamu masuk saja, besok kerja nanti kamu lelah, jangan banyak membantah" Naura teringat sedikit potongan kata2 dari Raymond 'jangan banyak membantah'


Perasaan sedih Naura terukir didalam hatinya, membuat Naura terdiam.


"Kamu kenapa?" tanya paak Kenzie.


"Hei Naura" panggil pak Kenzie yang saat ini merasa sedikit bersalah, karena dia menganggap dia sudah mengatur Naura hingga Naura terlihat bersedih begitu.


"Aku, enggak apa-apa pak!" jawab Naura lemas.


"Kamu sakit kah?" tanya Pak Kenzie yang serasa mulai khawatir dengan Naura.


Naura pun beranjak masuk kedalam rumahnya, dengan diikuti oleh pak Kenzie yang sedang mengendong Evano yang tertidur didalam perjalanan pulang tadi.


Di perjalanan menuju depan pintu, Naura merasakan jika pak Kenzie ini menaruh perhatian, kekhawatiran terhadap dia, tetap dia tetap harus tenang untuk menghadapi ini, karena dia tidak ingin sampai harus dicap jelek lagi oleh orang-orang diluar sana.

__ADS_1


"Mama" panggil Naura langsung mengubah raut wajahnya dengan riang, Naura tau jika sudah didepan mamanya dia tidak boleh menampakkan raut wajah yang sedih.


"Dek" sambut mamanya dengan sangat senang. Sangat heboh menyambut anak cucunya, hanya sayangnya Evano benar-benar tertidur pulas karena lelahnya perjalanan.


Mereka pun berpelukan sangat erat melepaskan masih rindu beberapa hari tidak bertemu.


"Tante" sapa pak Kenzie.


"Sini-sini kita baringkan dulu Evano, baru duduk di kursi tamu" jawab mama Ayu sangat ramah terhadap pak Kenzie, karena mama Ayu menghargai pak Kenzie sebagai bosnya.


Pak Kenzie yang melihat kehangatan keluarga ini sangat tidak ingin pulang kerumahnya, dia sangat ingin berlama-lama berada disini.


"Terima kasih pak" ucap mama Ayu terhadap pak Kenzie.


"Maaf, tante jangan panggil saya bapak, saya tidak jauh berbeda umurnya dengan Naura" terang pak Kenzie.


"Tidak enaklah kamu kan bosnya anak saya" kekeh mama Ayu.


"Tidak tante, anggap saja saya anak tante jadi lebih enak manggilnya" jawab pak Kenzie sambil tersenyum.


"Ya sudah, nak Kenzie" jawab mama Ayu.


"Itu lebih baik tante, saya sangat senang berada disini, hati saya tenang" terang pak Kenzie tanpa mau berbasa-basi basi, dia mengungkapkan isi hatinya.


"Tapi maaf, saya harus pamit terlebih dahulu karena masih ada kerjaan yang harus saya kerjakan" terang pak Kenzie.


"Lah cepat sekali, lain kali singgah saja ya" tutur mama Ayu. Mama Ayu sangat senang jika Naura bisa mendapatkan bos sebaik pak Kenzie, mama Ayu juga teringat dengan Yuno yang selalu baik terhadap mereka.


"Iya tante pasti" jawab pak Kenzie.


"Terima kasih pak" ucap Naura.


Pak Kenzie hanya memberikan jempolnya kepada Naura sambil tersenyum.


°


°


°


°

__ADS_1


°


Hai para readers 🤗 aku sebagai author mau nanya nih 🤭 tapi sebelumnya terima kasih sudah mendukungku disini, sudah setia membaca, aku tanpa kalian bukan apa-apa 🤗




Bagaimana jika pak Kenzie bukan Raymond?




Jika Naura menemukan pria lain yang sungguh mencintainya bagaimana?




Jika Raymond benar tiada selamanya bagaimana?




Tolong dijawab ya teman-teman


Terima kasih 😚


pak Kenzie



Naura



Evano


__ADS_1


__ADS_2