Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
13. Di Sekolah Evano


__ADS_3

Sesampainya Naura disekolah Evano, dengan tergesa-gesa dia memarkirkan motornya, khusus parkiran untuk orang tua murid.


Dia pun segera berjalan menuju ruang wali kelasnya, disepanjang dia berjalan anak-anak sudah pada pulang, disana terlihat sudah mulai sepi dengan aktifitas.


"Bagaimana dengan Evano ya? Apa mama sudah jemput!" Batin Naura, dia hingga lupa mengabari mama Ayu, jika dia mau kesekolah Evano.


Naura terus berjalan, hingga sampai lah Naura disebuah pintu berwarna coklat, bertuliskan ruangan wali kelas A1.


Naura mencoba mengintip kedalam melihat apa didalam ada Evano atau tidak, jika tidak berarti Evano sudah dibawa pulang oleh neneknya.


Tok! Tok! Tok! Naura mengetuk pintu ruangan tersebut lalu memasuki ruangan itu dengan kepala lebih dulu masuk, kemudian diikuti langkah kakinya.


"Oh, bu Naura silakan masuk!" Seru bu Kartika yang sedang duduk dikursinya.


"Silakan duduk bu!" Ucap bu Kartika wali kelas Evano.


"Terima kasih" jawab Naura sambil tersenyum.


"Ada apa sebenarnya!" Batin Naura.


"Evano sudah pulang bu sama neneknya tadi, saya lihat naik becak menjemputnya!" Terang bu Kartika seolah menjawab pertanyaan yang ada dikepala Naura.


"Oh, bagus lah bu" jawab Naura.


"Maaf bu, saya memanggil ibu kesini karena ada sebuah hal yang Evano perbuat!" Terang bu Kartika.


Deg! Serasa berhenti sesaat jantung Naura, anaknya berbuat masalah apa hingga dia di panggil kemari.


"Masalah apa bu yang Evano perbuat?" Tanya Naura.


"Hanya sebuah hal kecil sebenarnya, tetapi Evano sampai mendorong temannya dan tempatnya sempat mengalami luka sedikit dibagian telapak tangan, karena anak yang terdorong itu menahan berat tubuhnya dengan tangan!" Cerita bu Kartika.


"Untuk orang tua anak ini, dia sudah memaafkannya karena bagi dia anaknya juga salah!" Ucap Bu Kartika.


"Anak saya enggak mungkin berbuat begitu kalau tidak ada hal yang benar-benar buat dia marah bu!" Ucap Naura.


Naura yakin Evano tidak akan sembarang memukul atau berkelahi dengan temannya jika dia tidak terdesak.

__ADS_1


"Begini bu, Evano di ejek oleh teman-temannya karena selama ini Evano tidak pernah di antar atau pun dijemput oleh papanya!"


Flashback on


Pagi hari itu sewaktu Evano, Kenzo dan Yeni bermain bersama. Mereka pun memilih untuk duduk santai sambil bercerita, Yeni bercerita tentang papanya yang telah tiada tetapi digantikan oleh papa baru. Yeni juga bercerita jika dia ingin ke makam papanya, esok hari hanya sekedar melihat, memberikan doa, karena Yeni diberitahu oleh papa barunya sekarang, jika berdoa untuk papa Yeni yang meninggal adalah sebuah kebaikan, akan menjadi anak yang baik dan papanya akan selalu berada disurga.


Kenzo juga bercerita jika dia sangat menyayangin papanya, biasanya memanjakan dia, membelikan barang untuknya yang dia sukai, hanya saja papanya lebih galak dari mamanya, dia lebih takut dengan papanya jika dia nakal.


Evano hanya dapat bercerita jika papanya telah tiada, tapi dia sendiri tidak tau dimana makam papanya, bagaimana rupa papanya, fotonya saja Evano tidak pernah lihat, Evano tidak bisa menceritakan lebih banyak soal papanya.


Ditengah mereka sedang asik bercerita, datanglah dua orang anak lainnya yang mendekati Evano, Kenzo dan Yeni.


Anak yang mendekat Evano bernama Rio dan Johan.


"Hei, anak enggak punya papa" serang Rio langsung kepada Evano dengan mendorong bahu Evano.


"Kalian apaan sih!" Tegur Yeni, yang sangat merasa tidak suka akan kehadiran dari Rio dan Johan.


"Pergi kalian, jangan ganggu kami!" Bentak Kenzo.


"Kalian" bentak Evano yang masih dalam kondisi sabar.


"Aku punya papa, hanya papa ku sudah disurga tau!" Sarkas Evano dengan mata tajam menusuk ke mata Rio dan Johan.


"Bilang saja kamu enggak ada papa!" Ejek Rio.


"Lihat kami selalu dijemput atau di antar oleh papa kami, kau mana ada!" Sarkas Johan.


"Berarti kamu memang enggak ada papa" ejek Johan lagi.


Lalu dengan gerakan cepat Evano berdiri dan mendorong Johan hingga terjatuh, kemudian anak itu menangis dengan cepat Rio membawa Johan pergi menemui bu Kartika melaporkan hal itu.


Kenzo, Yeni dan Evano hanya melihat kepergian teman-teman yang menganggunya.


Evano benar-benar saat ini merasa tidak menerima jika dia dikatakan tidak punya papa, padahal Evano sudah katakan jika papanya telah berada di surga. Dalam hati kecil Evano, dia memang sangat iri dengan teman-temannya yang masih memiliki papa, apa lagi melihat teman-temannya mendapatkan kasih sayang dari seorang papa.


Flashback Off

__ADS_1


Sesaat Naura terdiam, dia binggung harus berbuat apa untuk ini semua, sedangkan Evano memang sedari dalam kandungan Naura tidak mengenal papa dalam hidupnya.


"Papanya Evano sudah meninggal bu!" Ucap Naura dengan nada yang ambigu, antara bersalah dan tidak.


Sejujurnya Naura hingga saat ini memang tidak mengetahui jika papa kandung dari Evano, apa masih hidup atau tidak, Naura tidak ingin menceritakan hal tersebut kepada orang lain diluar sana, masih menjadi rahasia hidupnya.


"Saya mengerti bu Naura, hanya saja ibu tolong berikan pengertian ulang kepada Evano, agar hal ini tidak terjadi lagi!" Ucap bu Kartika.


"Untuk teman Evano, yang bernama Rio dan Johan juga sudah kami panggil orang tuanya, mereka juga sudah mengerti akan kesalahan anak mereka!"


"Hanya kami sebagai guru disekolah ini ingin menyampaikan masalah ini, agar menjadi pelajar untuk anaknya, melalui orang tuanya juga!" Terang bu Kartika.


"Baik bu, saya juga mengerti maksud ibu!" Jawab Naura saat ini pikirannya sudah bercabang entah kemana-mana.


Memikirkan kembali masa lalunya, hingga membuat masalah ke kehidupan anaknya.


Karena sudah selesai dengan pembicaraannya maka Naura pun mengundurkan diri untuk segera pulang, ketika ingin meninggalkan ruangan bu Kartika, Naura sekilas melihat kearah jam dinding di ruang bu Kartika.


"Sudah jam 12" batin Naura.


Karena Naura tiba-tiba saja merasa pusing, kepalanya berat, badannya tidak Enak akhirnya pun memilih untuk meminta izin managernya untuk tidak lanjut masuk ke kantor.


Masih dihalaman parkir. Naura pun menelepon pak Yuno.


"Halo" sapa Naura.


"Ya, ada apa Naura!" Jawab Pak Yuno diseberang telepon.


"Pak, saya minta maaf! Sepertinya saja tidak masuk lagi setelah ini, saya izin ya pak! Saya terasa tidak enak badan!"


"Apa kamu tidak bisa mencoba untuk balik kantor saja, karena direktur utama akan datang jam 1 nanti, semua karyawan harus hadir!"


"Tadi kamu izinnya, masih dalam kondisi baik-baik saja!"


"Maaf pak, sekali lagi saya katakan, saya enggak sanggup pak buat pulang kekantor melanjutkan kerja badan saya terasa sangat lemas, saya merasa tiba-tiba menjadi tidak enak badan!" Jawab Naura, yang benar-benar merasakan lemas, hingga dia binggung bagaimana bawa motor untuk pulang kerumah, hanya untungnya rumah Naura sudah sangat dekat.


"Oh, ya sudah nanti saya coba sampaikan kepada direktur baru kita, meminta dia untuk memakluminya!" Ucap Pak Yuno.

__ADS_1


"Baik pak, terima kasih banyak!" Jawab Naura.


Setidaknya Naura merasa tenang sedikit.


__ADS_2