Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
09. Pertama Kali Kerja


__ADS_3

Hari ini Naura sudah bersemangat untuk bekerja, dia memakai kemeja berwarna pink muda dan celana panjang berwarna hitam, sepatu berwarna hitam pula.


"Evano, ayo cepat" teriak Naura.


"Nanti mama terlambat!"


"Cepat nak" mama Ayu membantu Evano memakai sepatunya.


"Ma, aku berangkat! Doain aku ya!" Ucap Naura dari motornya.


"Iya" teriak mamanya juga supaya Naura lebih bersemangat.


"Nek, Evano berangkat!" Teriak Evano.


"Iya, yang semangat ya!" Jawab sang nenek.


Naura dengan cepat menghidupkan mesin motornya, untung saja taman kanak-kanak Evano dekat rumah, jadi hari ini mama Ayu sudah bertugas untuk menjemput Evano.


Evano pun dengan cepat turun dari motor mamanya, menuju ke arah teman-temannya.


"Semangat ya!" Ucap Naura kemudian mencium kening Evano. Membuat Evano merasa sedikit malu karena teman dia yang lain pada saat ini tidak diperlakukan begitu dengan mamanya.


"Dha-dha ma!" Teriak Evano, seperti memberikan semangat buat Naura.


Naura pun segera menuju kantor tempat dia bekerja hari ini.


Naura datang cukup awal untuk hari pertama masuk.


Kemudian Naura dibuatkan absen sidik jari oleh hrd nya.


"Pak, terima kasih!" Ucap Naura kepada hrd nya.


Pak Hrd nya ini bernama pak Trisna. Pak Trisna sudah terlihat berumur 40 tahunan. Sudah menikah dan mempunyai seorang anak, pak Trisna juga orang yang sangat baik.


Pak Trisna juga membantu Naura untuk berkenalan dengan rekan kerja lainnya.


Pak Trisna pula yang juga akan mengajarkan Naura untuk bagian pembukuan. Naura berada dipembukuan dua, karena didalam ruangannya ada satu teman lagi juga bagian pembukuan, itu pembukuan satu.


"Hai, aku Naura, salam kenal" ucap Naura sopan kepada teman satu ruangannya.


"Eh hai, aku Serli!" Jawab Serli dengan senyum manisnya.


"Agh, syukurlah Tuhan memberiku tempat yang baik, teman yang baik!" Batin Naura.


Hari pertama kerja bagi Naura, dia harus fokus jangan sampai dia dinilai jelek oleh bosnya.


Walau belum pernah bertemu langsung. Masih hanya diwakili oleh hrd nya.


Naura merasa deg-degan memegang pekerjaan dia ini, karena baginya ini seperti pertama kali bekerja, selama ini dia sudah berhenti kerja hampir 6 tahun lamanya.


Naura masih binggung dengan apa yang diajarkan oleh pak Trisna, dia masih membuat kesalahan, sampai pak Trisna sendiri yang harus membetulkan lagi, apa yang Naura kerjakan.


Hari sudah menujukan siang Naura masih fokus menyelesaikan kerjaannya, matanya fokus menatap kearah komputer, jari jemarinya menari indah diatas keyboard.


"Naura, ayo makan!" Ajak Serli yang sudah siap untuk pergi makan siang.


"Tidak Serli, kamu saja! Aku belum selesai, terima kasih ya!" Ucap Naura dengan semangatnya, dia merasa sangat bahagia karena Serli mau mengajaknya makan siang bersama.


Tetapi Naura ingin berhemat, karena hari ini dia tidak membawa bekal, akhirnya dia memilih tidak makan siang saja.


Serli pun akhirnya pergi meninggalkan Naura sendiri didalam ruang.


"Naura kenapa tidak makan siang?" Tanya pak Trisna yang mengecek karyawan barunya.


"Oh, nanti saja pak!" Ucap Naura yang tidak ingin hrd nya tau kalau dia sedang berhemat.


"Ok, jangan lupa istirahat!" Jawab pak Trisna.


"Iya pak" ucap Naura.

__ADS_1


Setelah semuanya pergi makan siang, hanya Naura yang didalam ruangannya, terasa lapar diperutnya pasti ada, dia akalin dengan banyak minum air putih.


"Lumayan, nahan lapar" ucap Naura pada dirinya sendiri sambil tersenyum dan melanjutkan kerjanya, mencoba apakah masih ada kesalahan, karena dari awal dia selalu salah, ada rasa gugup dalam pekerjaannya.


Kerja Naura masih sangat lambat, jauh tertinggal oleh temannya.


"Aduh, aku ini bisa kerja enggak sih!" Batinnya sendiri sambil kesal.


"Pelan-pelan saja Naura!" Ucap Serli yang melihat wajah kegusaran dari Naura.


"Kamu masih baru, butuh penyesuaian!"


"Iya Serli" jawab Naura sambil tersenyum dan melihat kearah Serli.


Tidak terasa, waktu telah sore menujukan pukul 5 sore saatnya untuk para karyawan pulang kerja.


"Ayo Naura pulang, absen dulu kita!" Ajak Serli.


"Masih ada ini" jawab Naura.


"Sudah tinggalkan saja, besok masih bisa dikerjakan!" Jawab Serli agar Naura mau pulang.


"Iya deh!" Seru Naura.


Akhirnya Naura dan Serli pulang, mereka menuju tempat absen, setelah absen pulang mereka pun menuju motornya masing-masing.


Sepanjang perjalanan Naura kepikiran dengan Evano, karena ini hari pertama dia tidak menjemput Evano, entah bagaimana mama Ayu menjemput Evano. Tadi di kantor Naura benar-benar fokus hanya untuk bekerja.


*****


"Ma, aku pulang!" Teriak Naura.


"Mama!" Teriak Evano dengan suara melengking.


"Rindu mama!" Ucap Evano.


"Muaachh" Naura mencium Evano tepat dikeningnya.


"Sayang mama!" Seru Evano.


"Bagaimana kerja mu dek?" Tanya mama Ayu.


"Binggung ma, banyak salahnya! Hehe" jawab Naura cenggesan.


"Namanya masih baru, lama-lama juga pandai kamu!"


"Iya ma!"


"Bagaimana tadi mama jemput Evano!" Tanya Naura penasaran hari pertama dijemput oleh mama Ayu.


"Mama pakai becak, 15 menit sampai kog!" Jawab mama Ayu santai.


"Wahh, syukurlah ma!" Girang Naura.


"Evano senang sekali ma naik becak, pelan-pelan! Jadi bisa lihat kanan kiri!" Ucap Evano.


"Iya bagus lah nak, tapi kamu harus nurut sama nenek ya!"


"Iya ma!" Jawab Evano.


"Sudah sana, mandi dan makan habis itu istirahat!" Perintah mama Ayu.


"Iya ma!" Jawab Naura.


"Evano ke kamar ya!" Ucap Evano.


"Iya" jawab mama Ayu dan Naura serempak.


Naura pun langsung pergi mandi, menyegarkan dirinya, setelah itu dia langsung makan.

__ADS_1


Waktu juga sudah menujukan semakin malam, diluar sana juga semakin gelap.


*****


"Ma, tau enggak?" Tanya Evano.


"Tau apa?" Tanya Naura binggung.


"Kamu belum kasih tau bagaimana tau?"


"Disekolah ku ada anak laki-laki selalu jahilin aku, aku kesal dibuatnya" ucap Evano dengan mata tajam.


"Apa kamu ada jahilin dia juga?"


"Enggak ma!"


"Atau dia mau berteman sama kamu!"


"Enggak tau ma, aku kan hanya berteman dengan Kenzo dan Yeni!"


"Mungkin dia mau berteman sama kamu!"


"Kamu mau enggak dengar dongeng!"


"Mau, mau ma, aku baru kepikiran mau mama dongengkan, karena Kenzo cerita kalau mamanya suka mendongeng sebelum dia tidur!" Jelas Evano.


"Ya sudah mama dongengkan ya!"


"Tapi habis, dongeng kamu harus tidur ya!"


"Siap ma!" Ucap Evano dengan bahagianya.


"Cerita ini tentang Pohon Kehidupan"


"Kenapa harus Pohon Kehidupan ma?"


"Kamu dengarkan dulu ya, baru komentar!"


"Iya ma"


"Ceritanya dimulai dari. Hiduplah seorang pria tua yang memiliki empat orang anak. Ia ingin anak-anaknya tidak menjadi manusia yang terlalu cepat menghakimi sesuatu. Untuk itu, ia mengirimkan mereka untuk melihat pohon pir yang berada jauh dari rumah mereka.


"Masing-masing anak diminta pergi di musim berbeda, yakni musim dingin, semi, panas, dan gugur. Saat keempatnya kembali, sang ayah bertanya tentang apa yang mereka lihat.


"Hayo, bagaimana anak-anak itu menjawab?" Goda Naura.


"Mungkin dikatakan pada ayahnya bahwa itu indah!" Jawab Evano asal.


"Bukan"


"Tetapi begini, anak pertama mengatakan pohon itu terlihat jelek, gundul, dan bengkok terkena angin. Sebaliknya, anak kedua mengatakan pohon itu dipenuhi tunas dan terlihat menjanjikan. Lalu, anak ketiga mengatakan kalau pohon tersebut dipenuhi bunga-bunga yang wangi. Terakhir, anak keempat mengatakan kalau si pohon memiliki banyak buah yang terlihat nikmat.


"Sang ayah menjelaskan kalau semua yang mereka lihat itu benar. Masing-masing dari mereka hanya melihat pohon itu dalam satu musim saja. Ia lalu berujar, kalau mereka tidak boleh menilai pohon, apalagi manusia, hanya dari satu sisi saja."


"Jadi dicerita ini ada hikmahnya kan!"


"Kamu harus lihat sisi baik teman mu yang menjahili mu, dia kenapa apa? Dan ingin apa dari mu!"


"Iya ma, besok aku coba ajak dia berteman baik-baik deh!" Jawab Evano.


"Bagus, sekarang kamu tidur!"


"Iya ma!"


"Selamat malam sayang"


"Tidur yang nyenyak" ucap Naura kemudian dia mengecup kening Evano.


"Malam mama!" Ucap Evano dengan sayang.

__ADS_1


__ADS_2