
Hari sebenarnya Naura sangat gelisah untuk kembali bekerja, memikirkan kejadian dimana mama Vina dan Rini datang kerumahnya untuk mengambil Evano dari tangannya, itu sudah sangat membuatnya tidak tenang berada jauh dari Evano, Naura takut jika kejadian seperti kemarin lagi dapat membuat mama Ayu kewalahan. Walau Naura tau, mama Ayu tidak akan pernah memberikan Evano kepada siapa pun.
"Kamu kenapa Naura" tanya Yuno yang baru saja tiba diruangan Naura.
Yuno melihat wajah Naura yang penuh kegelisahan, dalam bekerja pun tidak mempunyai konsentrasi.
"Tidak, aku hanya lagi merasa tidak enak badan saja" jawab Naura berbohong kepada Yuno. Naura pun melanjutkan kerjaannya, tidak perduli kehadiran Yuno.
Yuno tau jika Naura sedang berbohong karena memang tidak ingin menganggu Naura, dia pun pergi dari ruangan Naura.
"Naura, mengapa semenjak aku menyatakan perasaan ku, kau selalu menghindar dari ku" batin Yuno pilu.
Yuno berpikir seperti yang sering dia dengar dari orang-orang, sakit tetapi tidak berdarah.
*****
"Hentikan" teriak Naura kepada dua wanita yang lagi mendatangi rumahnya, siapa lagi jika bukan mama Vina dan Rini.
"Lepaskan anak ku" bentak Naura kepada Rini.
Benar kegelisahan hati Naura, dia meminta izin kepada bosnya untuk kembali kerumah dalam perjalanan kegelisahan Naura semakin bertambah.
Melihat Evano menangis dalam genggaman tangan Rini, membuat darah Naura kian mendidih, emosinya tidak tertahankan melihat Rini begitu memaksa kehendaknya, sedangkan mama Vina menghalu mama Ayu untuk menangkap Evano kembali.
Naura pun mendekat kepada Rini dan mencengkram kuat tangan kiri Rini yang mengenggam tangan Evano dengan kuat tidak mau melepas Evano. Tangan kanan Rini melayang ingin menampar Naura, tetapi dapat Naura tahan, tangan Rini kemudian menghempaskan oleh Naura hingga badan Rini pun jatuh tersungkur. Kekuatan dia sebagai seorang ibu lah yang membuat dia berani.
"Arrhhh" ringgis Rini yang merasa sakit pada siku kirinya karena menahan badan dia yang terjatuh.
__ADS_1
Segera Naura berlari memeluk Evano dan berkata kepada Evano "kamu tidak apa-apa sayang" tanya Naura penuh khawatir saat melihat Evano yang masih menangis.
"Enggak ma, hanya sakit sedikit disini" Evano menunjuk pergelangan tangannya yang merah akibat genggaman tangan Rini.
"Nanti mama obati, kamu masuk dulu ya"
"Ma, apa mereka nenek dan tante Evano?" tanya Evano penasaran karena mendengar apa yang mama Vina katakan sebelumnya.
"Nanti mama jelaskan"
Evano hanya mengangguk.
Kemudian Naura membawa Evano untuk masuk kedalam rumah, Naura meminta Evano untuk masuk ke kamarnya dan menguncinya dari dalam.
"Rini" teriak mama Vina kepada anaknya yang terjatuh.
"Kamu tidak apa-apa nak" tanya mama Vina pada anaknya.
"Kau" ucap Rini dengan sinisnya, dia ingin menampar Naura kembali tetapi Naura tau dan menghindar.
Flashback On
Ketika Naura sedang berada dikantor.
Mama Vina dan Rini yang sudah dari malam merencanakan ingin membawa Evano untuk ikut dengannya, hanya mereka lakukan dengan cara kasar.
Ketika sampai didepan rumah mama Ayu, mereka melihat dari mobil jika mereka ada kesempatan karena Evano tengah bermain dihalaman depan rumah.
__ADS_1
"Evano" panggil Mama Vina.
Evano pun melihat kearah suara tetapi yang Evano lakukan berjalan mundur karena melihat orang yang sama datang lagi.
"Sini sayang, ini nenek dari papa mu" ucap mama Vina pelan. Rini hanya terus melambai-lambaikan tangannya agar Evano mau mendekatinya.
"Enggak" teriak Evano.
"Nenekkkkkk" teriak Evano memanggil mama Ayu yang dia tau hanya itu nenek dia satu-satunya.
Mama Ayu pun keluar dari dalam rumah, padahal mama Ayu hanya meninggalkan Evano sebentar untuk ke toilet dan Evano telah ditahan oleh Rini.
Flashback off
"Mama tidak apa-apa?" tanya Naura pada mama Ayu.
"Mama enggak kenapa-napa, kamu tenang saja yang penting Evano sudah aman saja" jawab mama Ayu.
"Iya ma" ucap Naura sambil menganggukkan kepalanya.
Naura setidaknya merasa sedikit lega karena Evano tidak jadi di bawa pergi oleh mereka.
"Sudah cukup hentikan kelakuan kalian!" ucap suara seorang pria yang baru saja datang.
Karena mereka sama-sama lagi fokus jadi sampai tidak menyadari seseorang datang.
Naura mengetahui suara yang barusan dia dengar.
__ADS_1
"Kenzie" ucap mama Vina terkejut.
Tidak hanya mama Vina yang terkejut, tetapi Rini, mama Ayu dan Naura pun terkejut atas kehadiran Kenzie.