Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
37. Liburan Usai


__ADS_3

Paginya karyawan Sinar Jaya sudah berkumpul untuk menunggu jemputan, beberapa dari mereka berbentuk kelompok.


Naura tentu tetap bersama anaknya.


"Evano jangan nakal" teriak kecil Naura pada anaknya.


"Hm" Evano hanya memanyun kan bibirnya.


Pak Kenzie melihat Evano dengan tersenyum kecil. Dia sangat senang melihat tingkah laku Evano.


"Jangan lari-lari begitu nak!" tegur Naura kepada Evano, setelah Evano maju menuju ke Naura.


Naura memegang kedua bahu anaknya, sambil mengusap rambut anaknya.


"Evano jangan buat mama mu marah-marah ya!" Yuno memberikan sedikit nasehat.


"Iya om" jawab Evano sambil tersenyum menghampiri Yuno dan memeluk Yuno.


Pak Kenzie yang melihat hal tersebut merasa cemburu dihati kecilnya, walau tidak di perlihatkan secara langsung.


Mengapa Evano bisa terlihat dekat dengan Yuno.

__ADS_1


"Anak pintar" jawab Yuno sambil mencubit pipi Evano.


Naura melihat anaknya yang dekat dengan Yuno merasa tidak enak hatinya ketika melihat pandangan pak Kenzie, entah kenapa perasaan seperti takut pak Kenzie merasa cemburu, padahal jauh didalam hati pak Kenzie memang sudah merasa cemburu.


*****


Naura sedang menarik kopernya untuk menuju parkiran ketika mobil jemputan telah tiba untuk ke bandara telah datang, sangat terlihat kesusahan. Dengan cepat tangan Yuno membantu Naura menarik koper tersebut, pemandangan ini sungguh membuat hati pak Kenzie semakin teriris.


"Mengapa setiap melihat Naura didekat orang lain, aku selalu merasa sakit" batin Pak Kenzie.


"Yuno, mengapa kau tidak ada perhatiannya ke aku" batin Serli yang melihat Yuno selalu berusaha mendekati Naura.


Saat ini dua orang berlawanan jenis, sedang merasakan teriris hatinya karena melihat Naura dan Yuno dekat.


"Iya benar, Yuno terlihat sayang ya terhadap anak Naura, tapi sayang Yuno itu perjaka masak sama yang janda, punya anak lagi" jawab temannya yang lain.


Saat itu juga Serli memandang mereka dengan tajam mendengar Naura dikatakan begitu.


"Sembarangan mereka bicara" batin Serli.


Serli juga tidak menerima jika Naura dikata-katain oleh sesama teman kantornya. Walau Serli iri melihat Yuno lebih memilih dekat dengan Naura, tetapi Serli tetap ingin menjadi teman yang baik, bagi Serli munafik tidak, jika dia iri.

__ADS_1


Tetapi Serli juga tidak ingin Naura ditijak oleh orang lain, melihat Naura menderita lagi, karena dia sudah tau jalan kehidupan Naura, sedari Naura menikah.


Naura saja ingin melihat Serli bahagia, kenapa Serli tidak ingin melihat Naura bahagia, itu hal sangat tidak ingin terjadi pada Serli.


"Kalian, bicara jaga-jaga ya" ucap Serli menekan, melihat tajam ke arah Naura.


"Apaan sih kamu, aku enggak ada bicarain kamu" jawab salah 1 rekan kerjanya ketika melihat Serli marah.


"Kamu jangan sok suci deh, aku tau kamu suka Yuno kan, seharusnya kamu ambil saja" hasut salah 1 temannya.


"Iya benar" jawab yang lain.


"Aku tidak segila apa yang kalian lakukan, sudah membicarakan Naura ditengah liburan seperti ini" bentak Serli dengan ketusnya.


"Hm" mereka memilih untuk diam, karena merasa bersalah terhadap Naura.


"Naura kamu bahagia" tanya pak Kenzie yang tiba-tiba berada disamping mobil pribadi yang datang menjemput mereka.


"Iya pak" Naura menjawab dengan malu-malu.


"Apa lagi Evano, dia sangat bahagia" terang Naura.

__ADS_1


Mendengar dari Naura, jika Evano merasa bahagia saat berlibur saat ini, membuat jantung pak Kenzie berontak ingin keluar tetapi dengan kebahagiaan.


Pak Kenzie merasa tidak sia-sia mengadakan perjalanan wisata ini, karena awalnya dia ingin melihat Evano dan Kenzie bahagia.


__ADS_2