
Karena Yuno sudah menerima kabar dari Naura bahwa dia tidak masuk kerja karena anaknya sakit, Yuno pun merasa cemas, rasa bersimpatinya tentu saja kuat.
Yuno juga sudah menyampaikan kepada direkturnya, pak Kenzie jika Naura hari ini tidak masuk kerja karena anaknya masuk rumah sakit, seketika jantung pak Kenzie berhenti berdetak, dia merasakan sesak dan terdiam, padahal sebelumnya pak Kenzie sudah mempersiapkan amarahnya untuk di limpahkan kepada Yuno, karena bawahannya mangkir dari kerjaan.
Ini juga terjadi karena sekertaris yang tadi menghubungin Naura tidak menyampaikan pesan yang Naura beritahu kan untuk kepada pak Kenzie.
Pak Kenzie merasakan hatinya tidak baik hari ini, sehingga dia ingin membatalkan meeting, entah apa di pikiran pak Kenzie, dia merasa ingin segera melihat Evano saat ini, hanya saja itu tidak mungkin dia lakukan karena itu akan menimbulkan kecurigaan dan kecemburuan sosial antara karyawan nantinya.
Akhirnya pak Kenzie juga memilih untuk pergi meeting dengan klien pentingnya tersebut.
Sebelumnya Yuno juga meminta izin pak Kenzie jika dia bekerja setengah hari ini karena ada sebuah urusan penting baginya, tentu saja pak Kenzie mengizinkannya.
*****
Dirumah sakit, Naura sedang menyuap Evano yang tidak bernafsu makan, hanya seujung sendok bubur saja yang dia makan.
"Makan donk nak, biar cepat sehat dan pulang kerumah" bujuk Naura agar Evano mau makan, padahal Evano benar-benar tidak nafsu makan.
Demam Evano masih saja naik turun. Sehingga Evano masih terasa tidak nafsu untuk makan.
"Tidak enak ma, buburnya gak ada rasa, Evano mau pulang rumah saja makannya" ucap Evano dengan nada merenggek.
Evano terlihat manja saat dia sedang sakit, tetapi tidak ketika dia sehat, semua dia bisa melakukan sendiri.
__ADS_1
"Tunggu sehat dulu, mama mau kamu sehat" jawab Naura tegas, karena tidak mau anaknya terus membantahnya.
Mau tidak mau Evano pun menuruti mamanya, karena hal itu memang benar.
Terlihat seseorang membuka pintu, tetapi tidak Naura hiraukan karena Naura berpikir mungkin itu kunjungan untuk keluarga pasien lain, kalau mama Ayu malam nanti akan datang untuk mengantikan Naura sebentar untuk pulang mandi dan berberes.
"Bagaimana keadaan mu anak tampan" suara familiar yang Naura kenal, dia pun langsung menoleh ke belakang.
"Yuno, kog bisa kesini?" tanya Naura terkejut.
"Bukannya kamu harus kerja" cetus Naura.
"Hai om" sapa Evano dengan suara pelan khas orang yang lemah.
"Hei, kau belum menjawab pertanyaan ku" tekan Naura, karena dia kesal pertanyaannya belum dijawab oleh Yuno.
"Sssttt" Yuno menunjukan telunjuk kanannya tepat didepan bibir, bermaksud meminta Naura memperkecil volume suaranya, Evano hanya bisa tersenyum dalam diri, dia takut dia jika dia menertawakan mamanya, mamanya akan murka.
Naura pun menjadi salah tingkah, merasa tidak enak, padahal suaranya tidak sebesar apa, hanya saja suasana kamar pasien memang membutuhkan ketenangan untuk beristirahat bagi pasien dan keluarga pasien yang menunggu, karena berada ditempat begitu memang sangat tidak mengenakan.
"Aku sedang ada urusan, jadi aku pun meminta izin bos untuk masuk setengah hari saja" jawab Yuno, saat ini itu hanyalah alasan Yuno saja, yang sebenar Yuno lakukan adalah dia sengaja meminta izin karena ingin menemani Naura.
Yuno tau jika Naura pasti akan kesusahan dimalam pertama nginap dirumah sakit seperti ini, ini adalah dorongan hati dari Yuno sendiri.
__ADS_1
Yuno juga ingin dapat mengenal Naura lebih lagi daripada sekarang.
Saat ini Yuno datang memang sebagai teman Naura, teman satu kantor atau pun teman sekolah.
"Bagaimana keadaan Evano?" tanya Yuno pada Naura.
"Evano mengalami gelaja tipes, jadi masih lemah seperti sekarang, panasnya tinggi aku takut sekali anak ku kenapa-napa" ucap Naura menjelaskan kepada Yuno.
"Semoga Evano bisa secepatnya sehat kembali, seperti lihat bukan Evano saja" jawab Yuno.
Karena yang dia lihat adalah Evano yang aktif dan saat ini terbaring lemah dengan infus terpasang ditangan kirinya.
"Dimana neneknya Evano?" tanya Yuno yang sedari tadi baru menyadari jika mama Ayu tidak di tempat.
"Oh, mama sedang pulang kerumah untuk istirahat kasihan mama kalau disini itu kan capek!" jawab Naura.
"Ya sudah biar aku temankan" cetus Yuno sambil tersenyum tampan, sedangkan diranjang sana Evano sudah tertidur karena pengaruh obat yang masuk ketubuhnya melalui infus dan juga ada sebutir obat yang dia minum.
"Hah" Naura seperti kaget, atau mempertajam pendengarannya.
"Ngapaen lah kamu sini" usir Naura secara halus.
"Sudah, diam saja yang penting kalian aman" jawab Yuno sambil mengbungkam mulut Naura karena selalu saja suaranya bisa kelepasan kuatnya.
__ADS_1
Naura merasakan kalau Yuno saat ini menjadi teman yang sangat baik untuknya.