Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
16. Direktur Baru


__ADS_3

Hari dimana direktur baru datang semua berbaris disisi kanan dan kiri menyambut sang direktur dengan didampingi oleh managernya pak Yuno serta ada seorang wanita disisinya memegang erat lengan sang direktur.


"Semuanya perhatikan ini pak Kenzie Mahaprana, beliau adalah direktur baru kita" ucap Pak Yuno dengan tegas.


"Selamat siang pak" mereka serempak menjawab.


"Saya sebagai direktur baru disini, di harapkan kerja samanya dari kalian" ucap pak Kenzie memperkenalkan namanya.


"Dan perkenalkan ini istri saya Danita" ucap pak Kenzie memperkenalkan istrinya.


Semua yang berada disana hanya memberikan hormat kepada istri sang direktur dengan cara menyatukan tangan mereka, sambil mengangguk sekali.


"Apakah semua hadir disini?" Tanya Danita yang terlihat cantik tetapi seperti orang yang matanya tidak memiliki kelembutan.


"Tidak bu, ada seorang karyawan kita sedang sakit tadi dia meminta izin tidak masuk!" Jawab pak Yuno.


Terlihat pak Kenzie hanya menggangguk saja menandakan dia mengerti kondisi karyawannya.


*****


Saat ini dimana Naura berdiri disebuah pintu, dengan ruangan yang cukup luas, dia pun mengetuk pintu.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk" jawab direktur tersebut dari dalam ruangan.


Naura pun berjalan masuk dengan hati-hati terasa ada perasaan gugup di dirinya.


"Permisi pak, saya Naura dari bagian pembukuan satu" ucap Naura memperkenalkan diri.


"Suaranya mengapa sangat familiar?" Tanya Naura dalam batinnya.


"Silakan duduk" ucap pak Kenzie yang sedang menyingkirkan data-data yang berada didepannya.


"Baik pak" jawab Naura.


Pak Kenzie memandang Naura cukup lama, seperti ada sesuatu di diri Naura yang dia ketahui, tetapi bagi pak Kenzie dan Naura baru pertama kali bertemu.


Naura memandang lekat kearah pak Kenzie, seperti ada perasaan rindu ingin dilampiaskan kepada pak Kenzie.


"Aku kenapa sih, kog perasaan aku jadi begini" batin Naura yang mulai gelisah.


"Dia kan direktur diperusahaan ini, masak aku jatuh cinta pada pandangan pertama, sama suami orang lagi" batin Naura.


"Iiiiiihhhhh, enggak deh" batin Naura merasa ngeri sendiri, membayangkan jika dia jatuh cinta pada suami orang. Bagi Naura itu adalah hal yang paling ditolak dia, tidak adanya kamus dalam hidup Naura jatuh cinta pada suami orang.


"Kamu apa sudah sehat?" Tanya pak Kenzie.

__ADS_1


"Su-dah pak!" Jawab Naura gugup.


"Kenapa kamu terlihat gelisah, santai saya tidak makan orang kog! Hanya memanggil kamu karena saya harus tau semua karyawan saya dan kamu yang tidak hadir kemarin!"


"Tidak makan orang" kata-kata ini tergiang dikepala Naura, dia sangat mengenal kata-kata ini yang suka sekali diucapkan oleh mantan suaminya.


"Aghh, hanya kebetulan" batin Naura.


"Lagian ini bukan Raymond lihat saja penampilannya berbeda, jelas nama berbeda, dan 1 lagi wajahnya juga berbeda, hanya sedikit kemiripan, lagian didunia ini dikatakan ada 7 orang yang bisa dikatakan mirip walau tidak sedarah atau turunan, haha" batin Naura merasa lucu sendiri dengan apa yang dipikirkan.


"Iya pak, maaf"


"Tidak apa-apa, saya mengerti!"


"Sayang" tiba-tiba suara sepatu wanita masuk dengan diiringin panggilan sayang dan suara manjanya.


Langsung saja memeluk pak Kenzie didepan mata Naura, ada perasaan yang aneh yang Naura rasakan ketika wanita ini memeluk pak Kenzie didepannya, bukan perasaan yang mengambarkan wanita ini tidak tau sopan santun, tetapi ada seperti perasaan cemburu.


"Aku kenapa" lirih batin Naura, dia ingin menangis didalam hatinya.


Naura sendiri tidak bisa mengartikan perasaannya saat ini.


Akhirnya Naura memilih menundukkan kepalanya.


"Aduh, kamu kenapa sih begini ini aku sedang dikantor bekerja" ucap pak Kenzie yang juga sepertinya tidak suka dipeluk begitu oleh istrinya sendiri.


"Iya bu" jawab Naura.


"Maaf, bilang tidak ada hal lain, saya permisi" ucap Naura, yang sudah sangat merasa tidak enak disituasi itu.


"Ok" jawab Pak Kenzie.


"Minggir Danita" tegur pak Kenzie pada istrinya yang masih bergelayut manja di lengan pak Kenzie.


"Huuuh, istri sendiri di usir" keluh Danita.


"Kamu ini enggak tau apa ini di kantor" bentak pak Kenzie pada istrinya ketika Naura baru saja menutup pintu ruangannya.


"Kenzie, kamu kenapa sih aku hanya ingin bermanja-manja dengan mu!" Seru Danita dengan memajukan bibirnya.


"Danita ini bukan tempatnya" Kenzie menekan perkataannya agar Danita mengerti.


"Aggh, sudah lah yang pasti aku mau disini saja" Danita menghempaskan tasnya ke sembarangan arah, kemudian duduk disalah satu sofa yang memang tersedia diruangan Kenzie.


"Terserah kamu!" Ucap Kenzie cuek.


"Sampai kapan kamu begini sih, aku sudah menunggu lama mendapatkan hati mu!" Lirih batin Danita, melihat kearah suaminya dengan mata yang rasanya ingin menumpahkan air mata.

__ADS_1


Danita dan Kenzie sudah menikah selama 3,5 tahun dan belum juga mendapatkan momongan, mereka sudah berusaha berobat ke dokter mana pun, mereka juga dinyatakan sehat, hanya saja entah mengapa Danita sepertinya sangat sulit untuk hamil, pernah satu kali Danita hamil, pada saat itu kehamilannya baru menginjak usia kandungan 2 bulan dan mengalami keguguran, akibat Danita tidak menjaga kondisinya diwaktu hamil.


Danita menghabiskan waktunya hanya untuk berbelanja saat itu, hingga dia keguguran akibat kelelahan.


Kenzie dan Danita sudah pernah mencoba proses bayi tabung, juga tidak pernah berhasil, sudah beberapa kali bayi tabung mereka coba, tetap saja tidak berhasil.


Hingga membuat Kenzie menyerah, dia hanya berharap suatu saat dia diberikan keajaiban oleh Yang Maha Kuasa untuk Danita istrinya bisa hamil kembali, dia sangat ingin merasakan menjadi seorang papa.


Terkadang Kenzie sangat iri melihat teman-teman dia yang lain, yang sedang bermain dengan anaknya atau bercanda bersama anak dan istrinya.


*****


Kenzie saat ini sedang melihat biodata beberapa karyawannya, termasuk biodata milik Naura.


Dari sekian banyak karyawannya, ternyata hanya Naura seorang janda yang bekerja di perusahaannya.


"Ternyata karyawan itu sudah memiliki seorang putra toh!" Batin Kenzie.


"Hebat, dia membesarkan anaknya seorang diri" batin Kenzie lagi.


"Di usia 27 tahun sudah mempunyai anak usia 5 tahun, menikah muda ya" batin Kenzie.


Entah mengapa, jika Kenzie melihat seorang ibu yang membesarkan anak seorang diri, seperti seorang pahlawan yang sangat hebat dimatanya, apa lagi seorang ibu yang membesarkan anaknya seorang diri, sedari anaknya kecil, dikecualikan dengan kondisi masing-masing seorang ibu memilih menjadi ibu tunggal.


Kenzie tersenyum sendiri membaca biodata Naura, Danita yang melihat hal itu dari jauh pun merasa aneh dengan suaminya yang tiba-tiba saja bisa tersenyum sendiri dalam bekerja.


Danita pun berjalan mendekat kearah Kenzie.


"Mengapa senyum sendiri begitu!" Tanya Danita penasaran.


"Aghh enggak" jawab Kenzie sekedarnya.


"Mau donk senyum sama!" Goda Danita.


"Atau kamu sedang membayangkan sesuatu ya!" Tanya Danita yang masih penasaran dengan suaminya ini.


"Agh sudah, kamu jangan banyak tanya pusing aku!" Seru Kenzie.


"Hm, iya deh" gumam Danita.


"Sudah, kamu pulang sana!" Usir secara halus dari Kenzie.


"Aku mau pulang sama kamu, soalnya aku enggak bawa mobil" jawab Danita.


"Oh, ya sudah tunggu saja"


"Ok sayang" jawab Danita dengan sangat senang.

__ADS_1


Setiap mendapatkan perlakuan baik dari Kenzie, Danita sangat bahagia.


__ADS_2