
Hari minggu pagi yang cerah, Naura sudah terbangun dengan segala aktifitas yang menunggunya, hanya dihari minggu atau libur lah Naura berada dirumah dengan waktu yang lebih lama.
Sebagai ibu rumah tangga dan wanita pekerja, merupakan merupakan dua hal yang memang sudah harus dijalani bagi Naura, tetapi Naura sangat senang akan hal itu.
"Pagi ma" sapa Naura, yang baru saja melihat mama Ayu datang dari kamar dan duduk dikursi meja makan.
"Cerianya kamu hari ini" mama Ayu melihat senyum Naura yang terus mengembang.
"Ma, hari ini mau enggak kita jalan-jalan ke taman kota!" Ajak Naura.
"Enggak lah, mama lebih suka dirumah untuk hari ini, kamu saja ajak Evano kasihan dia, semenjak kamu bekerja waktu mu untuk dia hilang!"
"Hmm, iya ma memang waktu ku banyak hilang bersama Evano dan aku juga bersyukur ma punya anak seperti Evano dan punya mama seperti mama, aku selalu ingin menjadi anak mama!"
"Mama juga bangga pada kalian, nak! Ya sudah bangunkan Evano ajak jalan dari pagi biar dia puas berjalan!"
"Mau jalan kemana nek!" Suara anak kecil seperti menyambung perkataan mama Ayu.
"Kamu da bangun nak!" Tanya Naura.
"Sudah donk ma!" Jawab Evano dengan riang.
"Ma, mau jalan kemana, Evano enggak di ajak kah?" Tanya Evano yang tidak sabar mendengar jawab, bahwa seharusnya dia yang jalan-jalan.
"Mama mu mau ajak kamu jalan cucu ku sayang!" Ucap sang nenek.
"Horeeeeee" teriak Evano dengan riangnya.
"Benaran nek? Nenek ikut?" Tanya Evano.
"Enggak, nenek enggak ikut, kalian saja!"
__ADS_1
"Maaf ya ma, Naura belum bisa ajak mama jalan-jalan ke tempat yang lebih bagus, selain bisa ke taman kota saja!" Ucap Naura dengan suara pelan.
"Mama pun tidak mengharapkan untuk jalan-jalan jauh dek!"
"Tapi ma, itu keinginan Naura!"
"Tenang nek, nanti Evano besar, Evano kerja dan akan bawa nenek jalan-jalan ke luar negeri, seperti yang biasa kita lihat di tv!" Jawab Evano dengan wajah cerianya.
"Iya sayang" jawab mama Ayu kepada cucunya.
"Ya sudah kalian siap-siap sana" ucap mama Ayu.
"Siap ma!" Jawab Naura.
"Siap nek" jawab sang cucu.
Mereka pun segera bersiap. Naura kembali ke kamarnya dan Evano juga kembali kekamarnya untuk berganti baju.
"Aku ajak Serli agh" batin Naura.
"Aha" ide seketika muncul dikepala Naura.
Naura mencari ponselnya kemudian menghubungi Serli.
"Halo Ser" sapa Naura setelah panggilan telepon tersambung.
"Ya halo Naura, ada apa pagi-pagi telepon?" Jawab Serli yang baru saja bangun tidur padahal waktu sudah menujukan jam 8 pagi.
"Ampun deh, kamu baru bangun?" Ejek Naura.
"Tawa dari mana kamu?" Celetuk Serli sewot.
__ADS_1
"Suara bangun tidur tidak bisa dibohongi" ucap Naura.
"Hehe" jawab Serli dengan ketawanya.
"Ketawa saja! Yuk jalan, ntar aku ajak Yuno pasti dia mau!" Ajak Naura.
"Serius?" Tanya Serli penuh semangat, dia pun bangkit dari kasurnya dengan cepat.
"Iya, buat kamu pdkt (pendekatan) saja!"
"Wahh, Naura kau yang terbaik, terima kasih!" Serli sangat riang gembira mendengarnya.
"Cepat mandi, setengah jam lagi kita ketemu ditaman!"
"Cepatnya, aku mandi saja setengah jam!"
"Kamu mandi apa mandi itu, lama sekali!" Celetuh Naura, karena Naura sendiri saja mandi tidak perlu waktu yang cukup lama segitu, dia hanya menghabiskan waktu mandi paling lama 15 menit.
Bagi Naura, kelamaan di kamar mandi, sama saja dia buang waktu untuk aktifitasnya yang lain, kerjaan menunggu, cucian, penyapu, pengepel, masakan juga menunggu semuanya menunggu, termasuk anaknya yang menunggu karena mereka suka berebut untuk masuk kamar mandi.
"Aku tunggu" ucap Naura kemudian dia mematikan teleponnya.
"Ok, ini sudah deal!" Ucap Naura pada dirinya sendiri.
"Tunggu, kog aku bodoh harusnya aku konfirmasi Yuno dulu, baru tanya sama Serli ya, ini terbalik jika Yuno enggak bisa ikut!"
"Serli kecewa, mati aku!" Naura menepuk jidatnya sendiri.
Kemudian Naura mencoba menelepon Yuno, tetapi tidak di angkatnya. Karena telah beberapa kali menelepon Yuno dan tidak dijawab, akhirnya Naura memilih untuk mengirim Yuno pesan saja.
"Semoga Yuno baca" batin Naura.
__ADS_1
Kemudian Naura meletakkan ponselnya dimeja, lalu bersiap untuk pergi bersama anaknya terlebih dahulu.