Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
73. Keikhlasan


__ADS_3

Tok! Tok! Tok! Terdengar suara pintu rumah Naura diketuk.


Mama Ayu pun segera membuka pintunya terlihat didepan rumah mereka yang datang adalah Yuno.


"Tante" sapa Yuno.


"Eh nak Yuno, silakan masuk!" sapa mama Ayu.


"Tante ini saya tadi melihat buah segar yang baru saja di turunkan dari pick up, katanya jeruk dari desa" ucap Yuno menyerahkan sekantong buah jeruk manis ke mama Ayu.


"Tidak usah repot-repot nak" jawab mama Ayu.


"Tidak tante, tadi saya juga beli untuk keluarga saya" jawab Yuno tersenyum.


"Om" sapa Evano yang berlari memeluk Evano.


"Evano, om kangen sama kamu" ucap Yuno sambil berjongkok ke bawah memeluk Evano.


"Dek, ada nak Yuno" panggil mama Ayu kepada Naura yang sedang berada di dapur.


"Iya ma" jawab Naura.


"Aduh, kenapa lagi Yuno kemari. Aku belum siap" batin Naura.


"Eh Yuno, tumben kesini!" Naura hanya berbasa-basi terhadap kehadiran Yuno.


"Kebetulan lewat karena mengincar buah didekat sini yang bagus" jawab Yuno yang berbohong, padahal dia memang berniat untuk bertamu kerumah Naura dan mengutarakan isi hatinya kepada Naura dan mama Ayu.

__ADS_1


Yuno ingin sekali bisa mendapat dukungan dari mama Ayu.


"Ooh" jawab Naura.


"Tante niat saya kesini juga ingin menyampaikan sesuatu" ucap Yuno dengan sedikit gugup.


Deg, terasa jantung Naura ingin berhenti sesaat mendengar hal itu, Naura pun melototkan matanya kearah Yuno. Yuno pun hanya melemparkan senyum manisnya kearah Naura.


Mama Ayu tentu sudah tau maksud dari pembicaraan Yuno.


"Permisi" suara seorang pria seperti didepan pintu.


Naura, Evano, Mama Ayu berserta Yuno sangat mengenal suara itu.


"Papa" teriak Evano yang benar-benar berlari menuju ke Raymond.


"Benar tebakan ku jika yang didalam ini Yuno" batin Raymond yang melihat Yuno sedang duduk bersama dengan Naura dan mama Ayu.


"Ma" sapa Raymond.


"Bahkan memanggil mama Ayu saja dengan sebutan mama, walau Naura dan Raymond telah bercerai" batin Yuno yang menampakan wajah tidak senang.


"Masuk nak!" ajak mama Ayu.


Naura yang melihat kehadiran Raymond merasa seperti di serang bertubi-tubi, tadi dia barusan diserang oleh anaknya sendiri, lalu dilanjutkan kehadiran Yuno dan kini kehadiran Raymond.


"Boleh enggak aku kabur" batin Naura berteriak.

__ADS_1


"Evano, sudah kan kangen-kangenan sama papa, kamu masuk kamar dulu ya! Nenek mau berbicara sama papa mu!" perintah mama Ayu terhadap Evano.


"Yaaahhh!" jawab Evano merasa belum puas untuk bersama papanya.


"Ayo masuk Evano!" timpal mamanya.


"Iya" jawab Evano dengan nada mengerutu.


Setelah Evano masuk ke kamarnya, suasana di ruang tamu menjadi hening.


"Baik, sekarang karena semuanya sudah berkumpul" ucap mama Ayu menjadi pembuka suaranya.


"Tadi Yuno ingin mengutarakan sesuatu, tante sudah tau apa yang mau kamu sampaikan" ucap mama Ayu.


"Raymond juga, mama sudah tau kalau niat kamu baik" ucap mama Ayu kepada Ramond.


"Tante sudah menganggap Yuno sebagai anak sendiri, juga termasuk Raymond, tante tidak ingin kalian menjadi bermusuhan hanya karena hal ini"


"Naura, mama berharap kamu memilih dengan hati mu" ucap mama Ayu kepada Naura.


Naura merasakan sangat gugup untuk menghadapi ini, telapak tangannya sampai mengeluarkan keringat.


"Mama, harap kalian para laki-laki ikhlas dengan keputusan Naura, mama menyerahkan semua untuk Naura karena ini hidup Naura, hanya mama tidak ingin hal yang Naura alami dulu terulang lagi" mama Ayu menegaskan apa keinginannya untuk Naura.


"Baik ma" jawab Raymond.


"Iya tante" jawab Yuno.

__ADS_1


Sungguh kedua laki-laki ini sedang menunggu jawaban masa depan mereka.


__ADS_2