Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
62. Aku Adalah Raymond (2)


__ADS_3

"Naura tolong katakan yang sebenarnya terjadi" pak Kenzie memohon kepada Naura dengan tatapan penuh rasa ingin tau, apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya.


"Naura tolong kasih tau saya, dulu saya dan kamu bagaimana hubungannya dan Evano apa itu benar anak Raymond, berarti Evano anak saya kalau saya adalah Raymond" tanya pak Kenzie binggung.


Naura hanya dapat terdiam terus menatap pak Kenzie, hingga tidak terasa air mata Naura terus mengalir, hanya air mata yang dapat mengartikan perasaan Naura.


Naura sangat bahagia hingga dia tidak dapat berkata-kata lagi.


"Katakan Naura?" paksa pak Kenzie.


"Maaf, aku enggak tau kamu Raymond atau bukan, tetapi yang aku tau perasaan ku ke kamu juga tidak bisa bohong. Aku merasa kamu itu Raymond" jawab Naura yang baru saja mengelap air matanya yang masih berjatuhan.


"Aku belum bisa mengingat semuanya, hanya sedikit hal saja, samar-samar wajah mu selalu di pikiran ku" terang pak Kenzie.


"Jadi selama ini kita bercerai karena dipaksa mama dan kak Rini" tanya pak Kenzie.


Naura hanya dapat terdiam, dia tidak mau menjawab hal yang barusan ditanya oleh pak Kenzie, jika dia menjawab, dia takut hal itu akan menjadi bumerang dia sendiri.


"Baik, Naura jika kamu tidak mau cerita, saya akan mencari tahu langsung!" pak Kenzie pun bangkit dari duduknya, hendak mengambil jasnya kemudian dia ingin pulang menemui mama Vina dan Rini.


"Maaf" ucap Naura, hanya itu saja yang dapat Naura ucapkan.


Naura juga sebenarnya binggung harus berkata apa. Dia hanya bisa menatap punggung pak Kenzie yang kian jauh, hingga hilang dari pandangannya.


Flashback On


Disebuah acara pertemuan para rekan kerja.

__ADS_1


"Raymond" panggil salah satu orang yang berjas biru tua.


"Hai Ray" sapa orang itu lagi sambil menlambai-lambaikan tangannya didepan orang yang di panggil Ray.


"Saya" tanya pak Kenzie menunjuk dirinya sendiri.


"Iya anda, anda Raymond kan?" tanya laki-laki tersebut.


"Maaf saya Kenzie" jawab pak Kenzie dengan sopan.


"Kamu Raymond jangan bercanda deh" pria itu menepuk pundak pak Kenzie.


"Ini aku Reno, teman masa kecil mu, kamu enggak ingat aku!"


Tentu pak Kenzie saat itu sangat binggung dengan pria yang barusan menyapanya. Dia sungguh tidak mengenal pria itu, tetapi sebenarnya didalam hati dia merasa sangat mengenal pria ini.


"Reno" batin pak Kenzie.


"Ini bukannya aku?" tanya pak Kenzie pada pria itu.


"Iya ini kamu dan ini istri mu kan, kog sekarang kamu bisa pisah dari dia, bukannya kamu sangat menyayanginya" terang Reno.


"Maaf aku benar-benar tidak mengingat kamu siapa dan aku siapa juga wanita yang disamping foto ini, walau ini memang sebuah foto pernikahan, aku mengalami kecelakaan dan mengalami amnesia" terang pak Kenzie, dia tidak ingin dikatakan sombong dengan keadaan dia sekarang.


"Oh, astaga Raymond, ah maaf, Kenzie" jawab Reno sedikit merasa bersalah karena sembarangan menyapa orang tetapi tidak tau kondisi teman sendiri.


"Enggak apa-apa kog, tapi aku merasa memang sangat mengenal mu!" jawab jujur pak Kenzie.

__ADS_1


"Semoga kamu akan cepat ingat segalanya, kasian mantan istrimu sudah lama menderita" jawab Reno.


"Terima kasih" jawab pak Kenzie.


Flashback Off


Semenjak pak Kenzie bertemu orang yang bernama Reno, disana lah dia semakin yakin jika ada sesuatu hal besar pernah terjadi dihidup dia.


Sesampainya pak Kenzie dirumah.


Dia pun segera mencari keberadaan mama Vina dan Rini.


"Ma, gawat jangan sampai Kenzie tau kita sudah merusak hidup dia, dari memisahkan dia dengan Naura, sekarang kita mau ambil Evano lagi" ucap Rini kepada mama Vina.


"Iya benar, mama juga jadi takut! Bagaimana ini?" tanya mama Vina sedikit merasa bersalah terhadap anak laki-lakinya ini.


"Ooohhh, bagus ternyata kalian selama ini sangat kejam menjadi seorang ibu dan kakak" sindir pak Kenzie setelah menguping pembicaraan mama dan kakaknya.


Terlihat jika kedua orang ini pun merasa kaget dengan kedatangan pak Kenzie.


"Kenzie kapan kamu pulang?" tanya mama Vina yang berpura-pura tidak ada masalah.


"Ma, katakan siapa aku? Apa aku ini Raymond" tanya pak Kenzie kepada mama Vina.


"Apa yang kamu katakan, kamu itu Kenzie" bantah mama Vina.


"Mama tidak mau jujur tidak apa-apa aku tidak akan memaksa tapi aku tau mama itu menutupi banyak hal dari aku" jawab pak Kenzie.

__ADS_1


Akhirnya dengan berani pak Kenzie menanyakan jati dirinya.


Pak Kenzie memilih merenung kembali kejadian-kejadian yang dia merasa pernah ternjadi.


__ADS_2