Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
69. Keluarga Yang Lengkap


__ADS_3

Raymond hari ini bahagia, setelah beberapa hari mencoba untuk mendekati Naura, mengajak Naura dan Evano untuk jalan-jalan tercapai. Hanya saja Naura menginginkan tempat yang alami yaitu taman kota. Tentu Raymond setuju karena dari dulu memang begitu kebiasaan Naura.


Raymond pun telah berpenampilan rapi, memakai parfum kesukaannya dengan wangi yang sangat elengan, dia pun bersiul-siul dengan gembira. Lalu dia pun segera berjalan cepat menuju mobilnya, karena sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anaknya dan Naura.


Sesampainya Raymond didepan rumah Naura, dia pun menampilkan senyum yang ceria, mengetuk pintu Naura dengan hati yang sangat bahagia.


"Papa" teriak Evano yang sudah mengetahui jika dia akan di ajak jalan bersama dengan papa dan mamanya.


Tentu saja ini suatu kebahagian bagi Raymond karena ada anaknya yang berlari menjemputnya ketika dia datang.


"Sayang, anak papa" Raymond pun menyambut Evano dengan pelukan, Evano sangat bahagia berada dalam pelukan papanya.


"Kita jadi jalan-jalan pa?" tanya Evano dengan menyandarkan badannya kepada papanya.


Evano seperti menjadi anak yang manja.


"Jadi donk sayang, mama mana?" tanya Raymond kepada anaknya, karena dia melihat kanan kiri tidak tampak Naura.


"Mama masih bersiap-siap pa" jawab Evano.


"Lalu dimana nenek?" tanya Raymond menanyakan keberadaan mama Ayu.


"Itu" Evano menunjuk kedatangan sang nenek dari arah kamar.


"Ma" sapa Raymond sambil berdiri dan menyalami tangan mama Ayu.


"Ya, jadi kalian pergi jalan-jalan?" tanya mama Ayu.


"Jadi ma" jawab Raymond dengan tersenyum sopan.


"Ya sudah, jaga Evano baik-baik ya" pesan mama Ayu.

__ADS_1


"Pasti ma" jawab Raymond sambil mengelus rambut Evano.


"Ma, ayo kita pergi" terlihat Evano sudah sangat tidak sabar ingin pergi jalan-jalan dengan papanya.


"Iya sayang, bentar" jawab Naura sambil berjalan mendekati Raymond dan mama Ayu.


Raymond terlihat terdiam sejenak melihat Naura yang tampil sedikit lebih fresh dengan bibir warna pink, bulu mata yang dilentikkan.


"Sudah siap?" tanya Raymond kepada Naura dengan terus menatap Naura.


"Siap" jawab Naura dengan santai.


"Ayo ma, pa!" teriak Evano dengan sangat riang.


"Ma, kami pergi dulu" pamit Naura.


"Ma pergi dulu ya!" pamit Raymond.


"Iya, kalian hati-hati ya" jawab mama Ayu.


Mereka pun segera memasuki mobil, ketika di mobil Naura ingin duduk dibelakang, tetapi tidak di izinkan dengan Raymond. Akhirnya Evano dan Naura duduk dibagian depan.


Dalam hati Raymond tersenyum bahagia karena dia seperti merasakan keluarga yang lengkap.


Sedangkan Naura menyimpan rasanya sendiri, dia berusaha menutup rasa gugupnya terhadap Raymond. Dia tetap ingin bersikap biasa saja terhadap Raymond, karena yang Naura pikirkan adalah status mereka.


*****


Sesampainya ditaman, Naura memilih bangku yang berbentuk bulat serta bisa berputar pelan. Mereka bertiga memilih duduk di kursi itu juga ditengahnya ada meja.


Beberapa dalam kondisi diam, karena bosan Evano pun meminta izin papa dan mamanya untuk bermain sendirian di area khusus bermain anak yang memang tidak jauh dari tempat mereka duduk.

__ADS_1


"Hati-hati nak" teriak Naura merasa khawatir karena melihat Evano berlari menuju tempat dia ingin bermain.


"Sudah jangan khawatir begitu" ucap Raymond yang terlihat santai saja melihat Evano berlari.


Raymond mengetahui jika raut wajah Naura berubah bagaimana jika dia merasa khawatir.


Naura menatap tajam kearah Raymond, dia merasakan kesal karena dia merasa jika Raymond sama sekali tidak menyikapkan seorang ayah. Melihat sikap Raymond, Naura rasanya tidak bisa berkata-kata lagi. Tetapi mau tidak mau dia tetap menjawab apa yang barusan Raymond ucapkan.


"Kamu ini" Naura tampak kesal.


"Kamu tau enggak, bagi ku Evano sangat berharga!" ucap Naura.


"Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan Evano" ucap Naura lagi.


"Aku mengerti, aku juga merasakan hal itu. Aku hanya ingin kamu jangan terlalu khawatir yang hingga membuat kebebasan Evano terganggu" ucap Raymond.


"Yang pasti aku enggak mau Evano kenapa-napa!"


"Aku juga tidak ingin kalian kenapa-napa, juga tidak ingin kalian tersakiti lagi!" Jawab Raymond.


Raymond berusaha meraih tangan Naura karena memang suasana yang sangat mendukung bagi Raymond, hanya saja Naura berusaha menarik tangannya, tetapi Raymond meraihnya dengan kuat.


Raymond teringat saat dia melihat Yuno menyatakan perasaannya terhadap Naura, sedikit membuat darahnya mendidih, hanya dia tidak bisa langsung melarang hal tersebut karena Raymond tau saat ini Naura bebas memilih dengan siapa dia mau.


"Naura, kembalilah pada ku" ucap Raymond menatap Naura dalam-dalam.


Jantung Naura terasa berhenti berdetak, karena dia terkejut dengan apa yang diutarakan dengan Raymond. Naura sendiri masih binggung dengan perasaannya, memang saat ini dia masih menyayangin Raymond, hanya saja Naura sangat tidak ingin jika kejadian di masa lalunya terjadi lagi, karena itu sangat menyakitkan bagi Naura.


"Naura, walau saat ini aku tidak mengingat semua kenangan tentang kita, tetapi perasaan ku, hati ku selalu tertuju pada mu, kembalilah pada ku!"


"Kita buat keluarga yang lengkap untuk Evano" ucap Raymond.

__ADS_1


Naura nampak terdiam dan berpikir untuk menjawab apa yang Raymond katakan.


__ADS_2