
Raymond tetap tidak ingin memberitahu siapa pun kalau dia dan Danita telah bercerai termasuk dengan mama dan kakaknya.
Hari ini Raymond pun kembali ke kantor seperti biasa, begitu juga dengan Naura, dia bekerja seperti biasa, walau ketika bertemu dengan Raymond perasaannya merasa sangat tidak nyaman.
"Naura mengapa kau terlihat sangat dekat dengan pak Kenzie" tanya sekertaris Fira yang saat ini sedang berada dalam ruangan Naura.
Dikantornya tentu Raymond masih di kenal dengan nama Kenzie. Hanya Naura yang akan memanggil pak Kenzie dengan sebutan Raymond.
Naura menatap Fira dengan tersenyum.
"Tentu hanya sebatas bos dan karyawan" jawab Naura.
"Mana mungkin, bos selalu begitu dekat dengan kau" jawab Fira sambil menatap sinis Naura.
"Agh, sudah lah, aku mau lanjut kerja! Kau ini enggak ada kerjaan kah, hanya datang untuk bertanya hal tidak jelas!" ucap Naura.
"Iisshhh!" Fira menghentakkan kakinya dan melangkah pergi.
Naura sangat tidak ingin terlalu banyak berbicara dengan Fira, karena Fira sangat suka sekali ingin mencari tahu soal dia dan menurut Naura, Fira sangat menganggunya.
*****
Siang hari seperti biasa, Naura memilih untuk makan siang di kantin, sedangkan teman yang biasa menemaninya si Serli pergi keluar untuk makan siang bersama seorang laki-laki yang dia kenal melalui keluarganya, untuk melupakan cintanya terhadap Yuno.
"Naura, boleh aku bicara serius sama kamu?" tanya laki-laki yang sedang berada didepan Naura sedang ingin memotong bakso bulat yang berada dalam mangkok.
"Hmm" jawab Naura.
__ADS_1
"Boleh saja, katakan lah Yuno" ucap Naura.
"Naura, masih kah kau ingat, yang aku bicarakan saat berada rumah sakit, aku masih sangat menunggu mu" ucap Yuno sedikit ragu, tetapi dia tetap harus memberanikan diri untuk mengucapkannya.
Naura terdiam dan berpikir kembali selama ini kebaikan-kebaikan yang Yuno berikan kepada dia.
"Yuno, aku enggak tau!" jawab Naura.
"Aku masih belum bisa berpikir kesana, kamu kan tau tujuan aku itu apa!"
"Naura, aku akan selalu menunggu mu" ucap Yuno.
"A" ucap Naura yang terputuskan karena seseorang menghampiri mereka.
"Boleh gabung" tanya laki-laki yang baru datang.
Naura dan Yuno pun melihat kearah orang yang mengeser kursi di samping Naura.
"Pak" sapa Yuno sopan kepada pak Kenzie yang juga membawa semangkok bakso, bakso merupakan makanan kesukaan dia.
Pak" Naura juga menyapa, karena bagaimanapun ini adalah area kantor, Naura wajib menjadi orang yang profesional terhadap kerjanya.
Raymond pun hanya melayangkan senyum khasnya, tidak banyak tetapi sedikit senyum.
Raymond yang dari tadi berada disamping mereka hanya menyisakan jarak satu meter lebih berniat untuk menguping pembicaraan Yuno dan Naura yang terlihat serius.
Raymond sangat tidak menyukai wanita yang sangat ia cintai didekati oleh orang lain. Dia merasakan cemburu yang luar biasa, hingga badannya bergetar, terasa sesak di dadanya, ingin dia ungkapkan tetapi enggak bisa. Walau dia tau Yuno tentu orang yang sangat baik, dia berniat merebut kembali Naura ke sisinya. Raymond ingin membayar semua penderitaan yang Naura dan Evano alami 5 tahun belakangan tersebut.
__ADS_1
Raymond juga tahu jika dia tidak akan gampang lagi mendapatkan Naura, dia juga belum mengetahui pasti apa sekarang Naura masih mencintai dia seperti waktu dulu.
Saat ini Raymond berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk Naura dan Evano. Dia ingin memberikan Evano keluarga yang lengkap.
"Ayo lanjutkan makanan kalian, nanti mie dalam baksonya ngembang loh!" ucap Raymond saat melihat kedua karyawannya belum melanjutkan makannya semenjak kemunculan dia dihadapan mereka.
"Pak Kenzie, anda menganggu saya" suara hati Yuno yang ingin menangis karena merasa terganggu oleh bosnya sendiri.
"Huft" batin Naura, sedikit merasa lega, karena dia masih binggung dengan hatinya sendiri.
Saat ini Naura di kelilingi oleh dua orang laki-laki yang benar-benar mencintai dia.
"Mari makan" ucap Naura untuk menghilangkan kecanggungannya.
Raymond hanya dapat tersenyum, karena melihat Naura yang ceria.
Naura lebih memilih cepat-cepat menghabiskan makanannya.
Uhuk! Uhuk! Uhuk! Naura pun tersedak karena dia makan terlalu cepat, dia bermasuk untuk segera keluar dari tempat kedua laki-laki ini berada.
"Ini" ucap serentak Raymond dan Yuno.
Mereka masing-masing memberikan minuman yang mereka punya kepada Naura.
"Aku ada kog minuman" ucap Naura dengan suara serak karena batuk tadi kemudian mengambil minuman dia sendiri.
Yuno dan Raymond hanya dapat terdiam, masing-masing menjadi salah tingkah.
__ADS_1
"Sudah, selesai makan. Aku pergi dulu, permisi pak Kenzie dan Pak Yuno" ucap Naura dengan sopan.
Yuno dan Raymond benar-benar di buat terdiam oleh Naura. Hanya dapat memandang Naura pergi. Kemudian kedua laki-laki itu memilih melanjutkan makan mereka.