
Saat ini Zack dan Rini sedang menunggu kesadaran mama Vina yang sudah berjam-jam di rumah sakit hingga hari menjelang malam.
Rini tanpa sangat khawatir, tentu Zack juga khawatir tentang keadaan mama Vina, bagaimana pun bagi dia mama Vina ada mama mertua nya.
"Zack, bagaimana ini mama belum sadar" ucap Rini kepada Zack yang saat ini sama-sama berada dikamar rawat inap mama Vina.
Dokter sudah memeriksa keadaan mama Vina, ternyata mama Vina mengalami tensi darah yang tinggi, kolesterol tinggi dan asam urat. Dan ketika dilihat posisi mama Vina dan tidak sadarnya, bibir kirinya tidak rata seperti biasa tetapi seperti membelok sedikit.
Mama Vina saat terjatuh langsung mengalami stroke.
Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak berkurang akibatpenyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada area otak yang terdampak akan segera mati.
"Kau tenanglah Rini, mama pasti sadar!" ucap Zack yang berusaha lembut memberikan dukungan terhadap Rini.
"Tapi Zack, kau lihat kondisi mama" ucap Rini yang terus menggenggam tangan mamanya, berharap sang mama cepat sadar dan mamanya bisa sehat.
"Tenang lah" ucap Zack kemudian mengusap bahu Rini.
Zack terlihat sedikit canggung menyentuh istri pertamanya ini, tidak seperti bersama Jeslin, Zack merasa nyaman bersama Jeslin. Tetapi Zack ingin berlaku adil kepada dua orang istrinya, dia pun mencoba memeluk Rini dan menenangkan Rini.
__ADS_1
"Ekhhhh" suara mama Vina yang tiba-tiba sadar.
"Ma" panggil Rini dengan cepat.
"Aku kenapa" batin mama Vina yang merasa tubuh tidak bisa banyak bergerak bahkan sangat lemas tidak bertenaga. Dia merasa bibirnya seperti kaku, suaranya tidak dapat keluar dengan sempurna.
Rini yang tau jika mamanya pasti ingin bertanya dia kenapa pun akhirnya berbicara.
"Mama mengalami stroke ma" ucap Rini pelan, karena takut mamanya semakin frustasi.
Mama Vina pun merontah-rontahkan badannya, hanya sedikit bagian kasur rumah sakit ini bergoyang.
"Ma tenang, mama akan baik-baik saja" ucap Rini berusaha menenangkan mamanya yang terus menerus memberontakan dirinya di atas kasur.
"Zack, tolong cepat panggil dokter" ucap Rini yang berusaha mengdekap mamanya.
Zack pun menekan tombol yang berada samping kasur kiri, saluran itu akan langsung tersambung kepada para perawat, menandakan pasien butuh pertolongan.
"Zack cepat" ucap Rini.
__ADS_1
Zack pun bolak balik didepan pintu kamar rawat inap menanti datangnya dokter atau pun perawat.
"Ma, jangan begini! Mama akan lebih sakit begini" ucap Rini.
"Ak... Akkk.." mama Vina berusaha berbicara tetapi tetapi tidak bisa mengeluarkan suaranya secara jelas. Karena stroke ini juga menganggu pita suara mama Vina.
Mama Vina hanya dapat meneteskan air matanya, dia merasa sangat sedih dengan kondisi ini. Dia sangat tidak ingin seperti ini.
Mama Vina merasa sangat menderita. Dia pun masih berusaha menggerakkan kaki dan tangannya. Tangan mama Vina masih bisa sedikit mengangkat tetapi tidak pada otot kakinya yang sama sekali sudah tidak bisa di angkat.
Dokter akhirnya datang dan memberikan obat penenang dengan dosis rendah agar tidak mengganggu syaraf lainnya lagi.
"Dokter bagaimana keadaan mama saya" tanya Rini yang kesekian kalinya setelah melihat dokter memeriksa mamanya.
"Bu Vina harus menjalani proses terapi dan waktu yang cukup lama untuk kembali normal, tetapi itu semua balik lagi ke kondisi tubuh ibu Vina sendiri" terang dokter yang berkacamata ini. Dokter pria yang terlihat sudah berusia karena memiliki sedikit rambut putih di kepalanya.
"Tapi dokter kalau mama seperti ini terus bagaimana?" tanya Rini karena melihat mamanya yang tidak tenang, seperti tidak bisa menerima keadaannya.
"Kita tidak bisa memberinya obat penenang terus itu tidak baik" jawab sang dokter.
__ADS_1
Rini pun hanya dapat terdiam mendengarkannya. Saat ini hanya bisa menunggu mamanya yang menerima kondisi ini.