
Setelah Yuno mengantar mama Ayu untuk pulang istirahat, dia pun kembali kerumah sakit.
Kembali sampai diruangan rawat inap Yuno melihat jika Evano telah tertidur, tetapi Naura masih terjaga menatap kearah anaknya.
Naura sedikit terkejut melihat begitu cepat Yuno kembali, Naura pun mengajak Yuno untuk keluar, karena saat ini rata-rata pasien atau penunggu pasien telah tidur.
Naura dan Yuno duduk bersampingan di salah satu deretan kursi. Yuno menatap Naura penuh arti, tetap tidak dengan Naura, dia terlihat sedang binggung, yang dalam pikirannya saat ini adalah Evano yang harus menginap dirumah sakit ini.
"Naura" panggil Yuno pelan sambil terus menatap Naura.
"Hm" Naura pun terlihat menatap Yuno sesaat, kemudian mengayun-ayunkan kakinya ke lantai.
"Naura, boleh aku bicara sesuatu!" tanya Yuno sangat berhati-hati sambil terlihat kearah Naura.
"Apaan sih?" cetus Naura.
Yuno terlihat ragu-ragu, seperti keadaannya dimobil tadi.
"Mau bicara ya bicara saja apa susahnya sih?"
Naura mulai sewot yang tidak sabar jika kata-kata digantung.
"A-ku" ucap Yuno terpatah-patah.
"Agh, sialan aku enggak lancar bicaranya!" batin Yuno, padahal dia sudah mempersiapkan kata-kata yang ingin dia keluarkan.
"Apa sih, sampai gagap gitu!" ejek Naura.
"Aduh, gimana sih ngomongnya" Yuno sambil mengaruk-garuk leher belakangnya yang tidak gatal, sekaligus mengacak rambutnya.
"Katakan lah, aku dengar bah" Naura melihat Yuno Gelisah.
__ADS_1
Naura tau sebenarnya Yuno ini bukan orang yang kikuk ketika berduaan sama dia, ini bagi Naura ada sesuatu yang Yuno sembunyikan.
"Aku mau menjadi pendamping mu" ucap Yuno secara cepat-cepat ketika dia selesai menarik nafasnya dalam-dalam kemudian membuangnya.
"Hah, apa kamu bilang cepat sekali, enggak jelas lagi" tanya ulang Naura.
"Katakan lah pelan-pelan" perintah Naura.
Kembali lagi Yuno menarik nafasnya panjang kemudian dia mulai berkata.
"Naura, sebenarnya aku sudah lama sekali menyukai mu, mau kah kau menjadi pendamping ku" ucap Yuno dengan sangat yakin dan serius.
"Hahahaha" Naura tertawa hampir membuat seisi rumah sakit mendengarnya hanya untungnya Naura mengingat hal itu, jadi dia bisa mengontrol ketawanya. Dia merasa jika Yuno berkata hal yang bodoh.
"Kamu enggak salah bicara?" tanya Naura.
"Kamu serius?" Malahan Naura balik menyerang pertanyaan kepada Yuno yang masih terus menatapnya. Naura sendiri terasa kaget karena hal ini.
"Naura, untuk kali ini aku serius" Yuno coba memegang tangan Naura, hanya saja Naura coba menarik tangan dia secara halus dari pegangan Yuno.
"Tapi..." Naura memotong pembicaraannya sendiri.
"Tapi aku serius Naura" Yuno dengan yakin memberitahu Naura.
"Aku tau ini terlalu cepat, tapi bagi aku ini enggak cepat karena memang sejak dulu aku menyukai mu, ditambah dengan bertemu kamu kembali di kantor" terang Yuno.
"Atau kamu takut Serli marah?" tanya Yuno yang langsung memberikan kalimat begitu.
"Aku tau Serli menyukai ku, hanya saja aku sudah katakan kalau aku tidak bisa menyukainya, dan Serli juga tau siapa yang dihati ku selama ini" semakin Yuno banyak menjelaskan, membuat Naura semakin terdiam mendengar kata-kata dari Yuno.
Naura mengambil nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar.
__ADS_1
"Aku enggak ada rasa sama kamu, Yuno!"
Kalimat ini membuat Yuno seketika down, jantungnya terasa berhenti berdetak.
"Aku selalu menganggap kamu itu sahabat ku, tempat aku cerita dan kamu juga banyak bantu aku, tapi aku enggak bisa" Naura sendiri sebenarnya binggung, apa dia punya perasaan dengan Yuno, hanya saja perasaan dia lebih tidak ingin seseorang sakit hati, hanya saja itu bukan Yuno.
Tapi Naura tau jika yang selama ini menemaninnya adalah Yuno, yang selalu membantunya. Naura juga tau orang itu tidak mungkin kembali.
"Aku juga seorang janda, sedangkan kamu itu masih di bilang single tidak pernah menikah, bisa menyukai seorang janda semacam aku"
"Aku merasa hal itu tidak pantas!" tutur Naura terus menatap kedepan dinding yang berada di seberangnya, kemudian melihat kembali mata Yuno apakan bertidak lebih.
"Apa salahnya seorang janda? Itu hanya status?" jawab Yuno.
"Aku sangat ingin melindungi kalian, Evano dan mama Ayu, termasuk kamu! Biarkan aku menjaga kalian" terang Yuno.
"Enggak Yuno, maaf aku tidak bisa menerima kehadiran mu begitu saja di hidup ku!"
"Kamu lebih pantas mencintai gadis lain, gadis yang lebih baik, yang masih belum menikah, bukan seperti aku yang hanya seorang janda dan juga mempunyai seorang anak!"
"Maka dari itu, aku sangat ini kalian bersama ku saja, izinkan aku Naura!"
"Maaf, Yuno! Aku enggak tau, aku merasa aku belum siap menerima siapa pun masuk kedalam hati ku" ucap Naura dengan nada yang tegas tetapi pelan.
"Aku akan menunggu mu, hingga kamu benaran siap menerima ku" jawab Yuno menyakinkan dirinya.
Hal ini benar-benar membuat Naura hanya mampu membuang nafas dengan kasar.
Perasaan Naura saat ini campur aduk. Hingga Naura terdiam saja, tidak ingin menjawabnya lagi.
Sedangkan perasaan Yuno tentu sangat deg-degan, dia sebenarnya tidak berani mengatakan hal ini, hanya saja perasaan Yuno sudah sudah lama dia pendam, hingga saat ini dia memberanikan diri menyampaikannya, sebelumnya dia juga sudah memperkirakan jawaban Naura, hanya saja dia tidak sabar saat ini.
__ADS_1
Tetapi didalam hati Yuno saat ini dia, berjanji pada hatinya jika dia akan terus berusaha mendapatkan Naura.
Naura tidak ingin bertanya lebih lain, Naura mengapa hal ini hanya lelucon saja.