
Naura terus menatap mata Raymond mencari kesungguhan hati Raymond. Didalam hati Raymond sedang merasakan deg-degan menanti jawaban Naura.
"Naura bagaimana?" tanya Raymond sekali lagi.
"Aku tidak bisa memberi jawabannya sekarang" jawab Naura.
"Aku tau kamu meragukan kesungguhan ku" ucap Raymond.
"Aku tidak ingin untuk menjadi pengganggu rumah tangga orang lain" jawab Naura.
Mendengar perkataan itu Raymond nampak tersenyum simpul.
"Aku single Naura" batin Raymond.
"Kau tidak akan menganggu siapa-siapa Naura" jawab Raymond.
"Aku rasa, aku tidak bisa kembali pada mu Ray" jawab Naura sangat pelan karena dia juga sebenarnya merasa sedih mengatakan hal tersebut.
Walau sebenarnya dia sangat ingin bisa membuatkan Evano sebuah keluarga yang sempurna, tetap disini Naura sangat banyak pertimbangan, dia tidak ingin hal yang lalu terulang lagi itu sangat menyakitkan bagi Naura.
Mendengar jawaban dari Naura, dada Raymond terasa sesak, jantungnya terasa berhenti.
"Tapi Naura, mengapa kau tidak ingin kembali pada ku?" tanya Raymond yang sangat binggung dengan jawaban Naura.
Raymond sangat yakin betul jika Naura masih sangat mencintainya. Dia sendiri juga sangat mencintai Naura, hanya ingin dapat selalu melindungi Naura dan Evano.
"Aku, aku tidak bisa Raymond, kau sendiri tentu tau alasannya" ucap Naura sekali lagi.
Naura tidak ingin menganggu orang yang sudah mempunyai rumah tangga yang lengkap.
__ADS_1
"Naura, aku dan Danita telah bercerai! Danita juga sudah mencintai laki-laki lain, selama ini aku tidak bisa mencintai dia" Raymond menerangkan kepada Naura.
Naura terdiam, dia terkejut mendengar penyataan dari Raymond.
"Bukan kau penyebab aku bercerai dari Danita" ucap Raymond, seolah menjawab pertanyaan dalam kepala Naura.
Naura hanya dapat termenung mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Raymond.
"Jadi, mau kah kau kembali pada ku Naura" Raymond bertanya kembali, dia tidak akan pernah lelah untuk menanyakan hal tersebut dengan Naura.
Naura menatap Raymond dan dia berkata
"Beri aku waktu" jawab Naura.
Naura sebenar sudah sempat berpikir akan memberi Yuno kesempatan, tetap saat ini malah Raymond juga meminta dia untuk kembali dengannya. Sedangkan Raymond sudah tahu jika Yuno menyukai Naura dan tidak ingin Naura menjadi milik Yuno.
"Ma, pa" panggil Evano membuyarkan lamunan Naura.
"Pa, kenalkan ini Yeni sahabat ku" Evano memperkenalkan teman yang digandengnya.
Terlihat gadis kecil tersebut memberikan senyum manisnya.
"Tante" sapa Yeni kepada Naura.
"Hai sayang apa kabar, lama tidak bertemu" sapa Naura.
"Baik tante" jawab Yeni yang memang telah lama pindah sekolah mengikut keberadaan orang tuanya.
"Evano, sungguh ini papa mu?" tanya Yeni.
__ADS_1
"Bukannya kamu bilang papa mu telah meninggal dan om ini yang datang waktu acara hari ibu kan" celoteh Yeni dengan riangnya, khas gadis kecil yang cerewet.
"Iya" jawab Evano.
"Tapi ternyata papa masih hidup, aku bahagia sekali, sekarang aku bisa hidup sama papa dan mama, aku ingin bisa berkumpul bersama" ucap Evano.
Raymond pun memangku Evano dipangkuan nya, sedangkan Yeni duduk disamping kiri Naura. Mendengar apa yang dikatakan oleh Evano menambah semangat Raymond untuk semakin kuat menyakinkan Naura untuk kembali bersamanya.
"Ma, pa kita sama-sama ya, biar Evano tau rasanya tinggal serumah dengan papa dan mama kayak Yeni" ucap Evano memandang ke Naura.
Naura merasa seperti melakukan sebuah kesalahan kepada anaknya jika dia menolak, karena anaknya sangat ingin bisa bersama, mempunyai keluarga lengkap.
"Iya nak, nanti ya" jawab Naura tanpa memberikan jawaban pasti, karena dia sendiri masih ragu, dia harus mempertimbangkan benar-benar keputusannya.
"Papa tunggu mama mu saja" jawab Raymond.
"Yeni, mendukung. Yeni senang jika Evano bisa bersama mama papanya, karena Yeni sendiri papa kandung Yeni telah meninggal dan Yeni punya papa baru sangat baik, sayang sama Yeni" celoteh Yeni.
Naura dan Raymond hanya dapat memberikan senyumnya kepada Yeni, mendengar apa yang Yeni katakan, semakin Naura tau jika keinginan anak-anak adalah orang tua yang lengkap.
"Oh iya, dimana mama papa mu nak?"
"Ada tante, tadi mama papa pergi carikan kami es krim, karena aku bersama Evano bermain dan melihat tante dari jauh jadi mereka pun berani ninggalin kami" jawab Yeni.
"Oh ya sudah kita tunggu mama papa kamu ya!" ucap Naura.
"Iya tante" jawab Yeni.
"Asik, aku masih ada teman bermain" ucap Evano dengan riangnya.
__ADS_1
Mereka pun menunggu orang tua Yeni kembali, karena memang orang tua Yeni tidak jauh membeli es krim pun tidak perlu mereka menunggu lama. Keluarga Yeni dan keluarga Naura pun berbincang-bincang khas orang tua.