
Saat ini terlihat dua orang pria tampan yang sedang duduk saling berhadapan dengan jas yang menempel pada masing- masing tubuh atletis tersebut.
"Yuno, bagaimana kalau kita berlibur?" tanya pak Kenzie yang sedang duduk dikursi kesayangannya, sambil sedikit memutar-mutarnya ke kanan ke kiri.
"Waahh, pasti semua karyawan kita senang pak!" ucap girang dari Yuno sang manager perusahaan.
Saat ini pak Kenzie sebagai direktur Sinar Jaya sedang mendiskusikan rencana liburan khusus karyawan kantornya.
"Saya ingin karyawan saya juga merasakan kebebasan mereka, tidak hanya memikirkan kerja, karena kalau kerja terus pun tidak akan ada hasilnya" ucap pak Kenzie dengan sangat sangat terlihat sebuah senyum tampannya.
"Ini bos kesambet apa ya, bisa-bisanya ngomong begitu, lha biasa bos-bos maunya kerja ya kerja terus, hari libur ya biarin karyawannya libur sendiri" batin Yuno menatap pak Kenzie dengan heran tetapi enggak dengan kedua bibir terbuka alias menggangga.
"Baik pak, saya akan umumkan hal ini" jawab Yuno.
"Semuanya kamu yang persiapkan ya dari tiket penerbangan segalanya" titah pak Kenzie.
Tentu tidak butuh waktu lama untuk Yuno mempersiapkan itu semua.
*****
Dirumah Naura.
"Ma, dua hari lagi kami akan melakukan liburan bersama seluruh karyawan kantor" cerita Naura kepada mamanya yang sedang duduk dia kursi depan tv.
"Kamu ikut enggak?" tanya mama Ayu.
"Ikut ma, sudah terdaftar nama kami, Evano juga" terang Naura.
"Wahhh, bagus lah, kalian jalan-jalan lah, itu kesempatan kalian selagi kalian muda, kalian bisa berkeliling mengenali tempat-tempat yang tidak pernah kalian lihat!" mama Ayu sangat mendukung jika Naura berlibur apa lagi dengan Evano dibawah.
__ADS_1
Bagi mama Ayu, bukan sang nenek tidak mampu menjaga Evano jika Naura pergi berlibur, mama Ayu sangat bahagia karena cucunya bisa ikut menikmati dunia luar selain ditempat mereka saja, dia ingin cucu pintar tidak hanya dari pelajaran, tetapi juga tentang dunia luar, walau dia tidak pernah kemana pun, kecuali balik kampung, setidaknya bagi dia, anak cucunya bisa merasakan dunia luar.
"Tapi ma, aku dan Evano akan pergi liburan kalau mama juga mau ikut, nanti aku akan belikan mama tiket penerbangannya"
"Tidak nak, mama enggak mau menganggu liburan kalian, cukup melihat kalian senang, mama sudah sangat senang melihat kalian bahagia, kebahagian mama bersama kalian, melihat kalian bahagia, bagi mama itu sangat-sangat cukup!" ucap mama Ayu sambil mengelus pundak Naura.
"Ma, Naura sayang banget sama mama, mama memang yang terbaik, Naura tidak tau bermimpi apa hingga bisa mempunyai mama seperti mamanya Naura sekarang" ucap Naura sambil mata berkaca-kaca.
"Kamu lebay ya!" ucap mama Ayu sambil mencolet pipi Naura.
"Mama" panggil manja Naura karena sang mama mencolet pipinya.
"Bagi mama, walau kamu sudah mempunyai anak sampai sebesar ini, kamu tetap bayi mama yang cantik" puji mama Ayu kepada Naura.
"Mama, izinkan aku menjadi anakmu lagi jika ada dilain kehidupan, aku berjanji akan membahagiakan mu lebih dari ini!" ucap Naura sambil meneteskan air mata harunya.
"Mama, akan sangat bahagia jika dilain kehidupan kamu kembali jadi anak mama, mama yang akan membuat kamu untuk dapat hidup lebih layak"
"I love you mam" Naura mengecup pipi mamanya.
Kemudian Naura mengenggam tangan yang dulu halus, cantik, putih, bersih, tangan yang selalu mengandeng Naura dalam suka maupun duka, tangan yang menuntunNaura untuk menjadi seseorang yang berguna bagi dirinya sendiri dan keluarga, ataupun bagi orang lain, kini tangan tersebut telah berubah menjadi keriput karena termakan usia.
Naura mengosok-gosok tangan Naura disana, diusapnya urat-urat nadi yang terlihat besar.
Naura juga memandang wajah mamanya yang sudah sangat banyak berubah, kulit wajah yang terlihat turun, mata yang terlihat seperti memakai lensa kontak, padahal mata itu sudah menampakan mata untuk orang yang telah berusia.
Mama Ayu pun memeluknya Naura, dia tentu sangat menyayangi anak semata wayangnya ini.
"Kog kalian pelukan" ucap Evano yang baru saja keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Karena sedari tadi Evano memilih berada dikamar untuk mewarnai gambar-gambarnya.
"Sini nak" panggil Naura.
Kemudian Naura meletakkan Evano duduk diantara dia dan mama Ayu, kemudian mereka mengecup Evano bersamaan, lalu memeluk Evano sangat erat. Tentu saja itu membuat Evano sangat bahagia, mempunyai mama seperti Naura dan nenek seperti mama Ayu.
Semarah-marahnya Naura, sekasar-kasarnya Naura kepada Evano, bagi Evano, Naura adalah mama terbaiknya. Apapun masalahnya dia akan tetap mencari mamanya.
"Nak, dua hari lagi kita liburan ya!" ucap Naura memberitahu kepada Evano.
"Apa ma, liburan kemana, nenek ikut" pertanyaan berderet dengan suara yang sangat riang, senang keluar dari Evano.
"Tidak cucuku, nenek tidak ikut, kalian saja ya! Nenek akan menunggu kalian pulang dan bawakan nenek oleh-oleh saja!" jawab mama Ayu mewakilkan menjawab pertanyaan Evano untuk mamanya.
"Iya sayang, lain kali kata nenek baru ikut, saat ini kita pergi sama teman-teman kantor mama" terang Naura.
"Ya enggak seru donk" jawab Evano seperti pasrah.
"Kamu harus semangat ini liburan pertama kamu keluar loh dan nenek akan setia menunggu cucu tampan nenek, ok!"
"Ok nek!" Semangat Evano kembali naik.
Evano tidak ingin melupakan neneknya jika dia merasakan suatu kebahagiaan, dia ingin sang nenek ikut merasakan.
*****
Andaikan mama author masih ada didunia ini, saya sebagai anak juga ingin menyampaikan pesan kepada mama saya "Mama, izinkan aku menjadi anakmu lagi jika ada dilain kehidupan, aku berjanji akan membahagiakan mu lebih dari ini."
Jadi curhat, maaf ya kakak-kakak.
__ADS_1
Selamat membaca dan terima kasih kak ššš
Maaf kemarin enggak update lagi perjalanan dari kebun sawit menuju kota š¤