Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
41. Evano Sakit


__ADS_3

Malam hari dirumah pak Kenzie saat ini dia dengan istrinya sedang membicarakan hasil tes kesuburannya, hanya saja pak Kenzie sedang tidak ingin membicarakannya membuat Danita semakin kesal.


Sedangkan dirumah Naura, dia sedang menata makan malamnya dimeja makan.


"Ma, dimana Evano" tanya Naura pada mamanya.


"Evano dari tadi siang hanya didalam kamar saja" jawab mama Ayu.


"Mama ajak keluar buat nonton, Evano bilang malas mau tidur saja katanya ngantuk!"


"Coba kamu lihat dia sana" perintah halus dari mama Ayu.


"Iya ma"


Naura pun menyelesaikan menata piring-piring dimeja, kemudian dia pun pergi menuju ke kamar anaknya.


"Nak, kamu sudah mandi belum?" tanya Naura kepada anaknya.


"Hm... Ma!" Evano hanya menjawab pelan.


Ditelingga Naura suara Evano berusaha seperti ada yang tidak beres dengan anaknya. Sebagai seorang ibu, Naura tentu tau jika anaknya ada sedikit saja perubah.


Naura pun meraba pipi anaknya, kemudian dia meletakkan punggung tangannya dibelakang telingga Evano dan kemudian kening Evano.


Naura merasakan jika tubuh Evano hangat, Evano hanya memperhatikan Naura yang sedang memeriksa suhu tubuhnya.


Naura pun menempelkan pipinya ke pipi Evano mengecek pasti panas suhu Evano. Karena Naura ingin tau apa ini karena tangannya yang dingin merasa kulit Evano, malah terasa panas, dengan menempelkan pipinya, dia menyatakan lebih pasti kalau Evano sedang demam.

__ADS_1


"Kamu demam nak" ucap Naura.


"Hanya panas saja ma, enggak apa-apa kog" jawab Evano.


Naura juga tau jika anaknya sudah demam telapak tangan dan kaki anaknya akan merasa hangat, dibagian belakang telingga lah yang terasa lebih panas.


"Mama ambil air kompres dulu ya" ucap Naura yang ingin beranjak melangkah keluar untuk mengambil handuk kecil dan baskom, mengisi air hangat, untuk mengompres Evano.


"Iya ma" jawab Evano.


Beberapa menit kemudian, Naura kembali dengan membawa apa yang tadi dia ingin ambil, kemudian dia juga membawa sepiring nasi berserta lauknya. Dibelakang Naura, sang nenek juga cepat-cepat masuk ke kamar cucunya, untuk mengecek bagaimana kondisi cucunya.


"Aduh, hangat begini" ucap mama Ayu.


"Kenapa kamu enggak beritahu nenek, kalau kamu merasa enggak enak badan!" ucap mama Ayu.


"Tapi kamu lihat, kamu demam begitu, bagaimana nenek bisa tenang!" jawab mama Ayu.


Evano tidak ingin memberitahu neneknya, karena tidak ingin neneknya khawatir, karena dia tau, neneknya akan heboh jika dia sampai demam.


"Cepat dek, kasih makan anak mu, lalu kasih obat dan kompres" mama Ayu sudah terlihat tidak tenang melihat Evano demam begitu.


"Iya ma" jawab Naura.


Naura pun duduk diranjang Evano, Evano pun mengeser sedikit badannya dengan menyandarkan tubuhnya di dinding.


"Aaaa" ucap Naura, bermaksud menyuruh anaknya membuka mulut.

__ADS_1


Evano pun membuka mulutnya hanya mengambil sedikit nasi dari sendok yang diarahkan ke mulutnya oleh Naura.


"Kog sedikit sekali makannya, gimana mau minum obat cucu nenek sayang" tanya mama Ayu kepada Evano.


"Biarin dulu deh ma, yang penting isi perutnya biar dia bisa minum obat!" jawab Naura.


"Pokoknya harus kasih makan Evano obat demam"


"Iya nenek" jawab Naura, agar mama Ayu tidak cerewet lagi.


"Makan lagi ya nak" ajak mama Ayu, karena dia paling khawatir jika sudah melihat Evano sakit.


"Iya nek, tapi Evano rasanya sudah kenyang" sudah beberapa sendok nasi yang Evano makan.


"Ya sudah ini minum obatnya" tutur Naura.


"Iya ma" jawab Evano, sambil menganggukkan kepalanya.


"Cepat sembuh ya sayang!" ucap sang nenek.


"Siap nenek" Evano berusaha semangat agar sang nenek tidak terlalu mengkhawatirkannya.


Mama Ayu pun keluar terlebih dahulu dari kamar Evano, setelah melihat Evano sudah meminum obatnya dan Naura mengompres kening anaknya. Mama Ayu merasa lebih tenang.


Naura pun menemani Evano di dalam kamar sambil terus mengecek apakah suhu tubuh Evano sudah turun atau belum,mengecek suhu Evano dengan termometer, terus menganti kompresnya jika kainnya sudah terasa dingin. Evano pun tertidur karena tubuhnya tentu lemah jika sudah mengalami demam.


Naura terlihat tenang dari luar, tidak terlihat panik, padahal sebenarnya didalam hatinya dia sudah sangat cemas, karena Evano sangat jarang sekali untuk demam. Naura berharap Evano cepat pulih seperti biasa.

__ADS_1


__ADS_2