
"Papa, boleh dongengkan aku kisah Angsa dan Telur Emas?" tanya Evano dalam dekapan papanya.
"Kenapa mau kisah itu, kancil dan buaya mau?" tawar Raymond
"Enggak mau pa, sudah pernah di ceritakan oleh mama atau nenek, Evano lupa" jawab Evano sambil terkekeh.
"Yakin mau angsa dan telur emas, atau angsa lainnya" Raymond mengoda Evano.
"Angsa dan telur emas papaaaaaa" teriak Evano lebih keras.
"Evano tidur" tegur Naura dari luar kamar karena kebetulan sekali Naura melewati kamar Evano dan masih mendengar suaranya. Kemudian Naura beralih ke dapur untuk mengambil minum.
"Kan, mama marah gara-gara suara kamu besar" ucap Raymond dengan mengelus-gelus rambut Evano.
"Papa ganggu terus si!" jawab Evano dengan sewotnya.
"Ok-ok papa cerita ya!" jawab Raymond.
"Pada jaman dahulu" goda Raymond.
"Papa" teriak Evano lagi karena merasa kesal dikerjai oleh papanya.
Evano tentu sangat bahagia karena malam ini dia benar-benar merasakan kehadiran papanya, merasa begitu indahnya mempunyai papa, seorang pelindungnya.
"Papa mulai cerita ya"
__ADS_1
Evano menanggapi hanya dengan mengangguk.
"Suatu hari, seorang petani membawa seekor angsa pulang ke rumahnya. Esoknya, angsa itu mengeluarkan telur emas"
"Angsa ajaib' kata petani. la segera membawa telur emas itu ke pedagang emas di pasar untuk mengetahui apakah telur tersebut benar-benar emas"
"Ini emas murni,' kata pedagang emas. Pedagang tersebut membelinya dengan uang yang banyak. Sejak saat itu, angsa setiap hari mengeluarkan telur emas. Kini, petani telah memiliki selusin telur emas. Namun, petani itu masih belum puas"
Evano terus mendengarkan papanya bercerita.
"Pa, petani mengapa belum puas dengan banyak telur emas itu, andai Evano juga dapat telur emas mau bantu mama dan nenek. Kasian mama sudah sangat bersusah payah membesarkan Evano, begitu juga nenek dulu Evano masih sangat kecil nenek yang kerja, kini giliran mama" cerita Evano membayangkan sedikit kehidupan lalunya, tentu Evano tidak mengingat semua hal masa kecilnya, sebagian dia tau karena di ceritakan oleh nenek atau mamanya.
Raymond benar-benar merasa bersalah akan hal ini, baginya saat ini saja sungguh tidak dapat membayar penderitaan mereka yang lalu, apalagi untuk Evano.
"Iya pa" jawab Evano, kemudian memeluk papanya dari samping kiri.
Raymond lanjut membaca buku ceritanya, melanjutkan ceritanya.
"Aku akan kaya raya. Tapi, aku ingin angsa mengeluarkan lebih banyak telur emas setiap hari agar aku cepat kaya' kata petani"
"Setelah angsa mengeluarkan telur emas yang banyak dalam sehari, petani masih belum puas juga"
"Angsa itu mengeluarkan banyak telur emas. Aku tidak akan menunggu besok. Aku ingin cepat kaya. Aku akan menyembelih angsa itu dan mengambil seluruh emas dalam tubuhnya' pikir petani"
"Petani itu akhirnya menyembelih angsa, namun betapa kagetnya dia. Alih-alih menemukan banyak telur emas, justru dia tidak menemukan satupun di dalam tubuh angsa"
__ADS_1
"Kini, petani hanya bisa menyesal. Karena serakah, dia telah menyembelih angsa. Andai saja tidak menyembelih angsa itu, pasti masih bisa mendapatkan telur emas. Itulah akibat dari keserakahan"
"Jadi pa, cerita ini maknanya apa?" Tanya Evano penuh ingin tau, karena setiap dia mendapatkan cerita dari mama atau neneknya, dia akan mencari tau makna dari ceritanya.
Raymond menatap penuh bangga terhadap Evano yang memang sangat ingin belajar dari hal apa pun.
"Jadi cerita ini mengajari anak untuk tidak menjadi orang yang serakah. Untuk meraih kesuksesan, diperlukan kerja keras dan kesabaran. Orang yang serakah dan tidak sabar hanya akan mendapat kerugian, begitu nak" jawab Raymond.
"Baik pa, Evano tidak mau kayak petani itu" jawab Evano sambil menguap.
"Kan sudah ngantuk, ayo bobo" ajak Raymond kemudian mengatur posisi bantal dan guling untuk mereka pakai.
"Siap pa"
"Terima kasih pa, papa hadir kembali dihidup Evano, sekarang Evano tidak akan malu pada teman-teman karena Evano masih punya papa" ucap Evano.
Mendengar apa yang Evano katakan barusan membuat jantung Raymond berhenti sejenak karena bagi Raymond berarti dia sangat berarti buat Evano. Dia sudah membuat anaknya menderita selama ini.
"Papa yang harusnya terima kasih karena kamu mau menerima papa disini" jawab Raymond yang didalam hatinya sangat bersyukur memiliki anak seperti Evano dan mantan istri yang begitu mengajarkan anaknya dengan baik.
"Sudah ya, kamu tidur ya" ucap Raymond.
Kemudian mereka pun baring bersama-sama, Evano menyelipkan kepalanya dibawah ketiak Raymond menghadap dada bidang milik papanya.
Terasa kehangatan luar biasa yang ditimbulkan oleh bapak dan anak tersebut. Jika Naura bisa tidur bersama mereka, tentu Raymond akan sangat bahagia. Jika Naura melihat mantan suami dan anaknya begitu dekat, dia juga akan sangat terharu.
__ADS_1