
Naura dan Evano sedang berlarian ditepian pantai, air laut yang naik turun seperti mengejar mereka ketika mereka berada ditepian.
Rekan-rekan kerja Naura sedang berfoto ria, mereka mengabadikan momen mereka disini, tidak semua dari mereka bisa sering datang kesini, mungkin juga sebagian dari mereka seperti Naura yang tidak bisa kemana-mana jika tidak diajak berlibur seperti ini. Karena memang setiap kebutuhan orang berbeda-beda.
Seperti halnya pada Naura, bekerja hanya untuk menghidupi keluarga, kebutuhannya sendiri saja terabaikan, apalagi untuk berlibur seperti ini, bagi Naura dan keluarga berlibur didalam kota saja kalau bisa dia sudah sangat bersyukur.
"Ahhkk" teriak Naura yang tiba-tiba hampir terjatuh karena dia seperti melangkah 1 langkah kebelakang dan menimpak Evano yang berada dibelakangnya.
Hanya saja Naura belum sadar, mengapa tubuhnya terasa tidak membentur langsung kepasir.
"Evano, kamu enggak apa-apa nak, enggak kena mama mu kan?" tanya orang yang menarik tubuh Evano ketika hampir ditimpak oleh tubuh Naura.
"Enggak apa-apa om" pria itu mengdekap Evano dengan sangat erat.
Mereka saling berpandangan.
"Kamu enggak apa-apa?" tanya orang yang menangkap tubuh Naura agar tidak terjatuh.
"Aku enggak apa-apa Yuno" jawab Naura.
"Kamu enggak apa-apa nak?" tanya Naura kepada Evano.
"Enggak ma!" jawab Evano.
"Terima kasih pak, sudah melindungi Evano!" Ketika Naura sadar melihat Evano dalam pelukan bosnya.
"Kamu tidak perlu berterima kasih, aku tadi hanya mempunyai firasat jika Evano akan terluka dan rasa kuat ku untuk langsung melindunginya dari apapun! Aku juga tidak tau ini mengapa!" jelas pak Kenzie.
"Bagaimana bisa kamu sampai mau jatuh begitu?" tanya Yuno.
"Kamu kenapa sih Naura, hampir menimpak anakmu begitu, kamu tau kamu berat enggak sih?" tanya Serli yang memang dari tadi bersama Yuno, hanya Yuno selalu menujukan pandangannya kearah Naura.
Disaat itu juga sebenarnya Serli yang berada didekat mereka merasakan cemburu.
"Aku tadi merasa pusing, mungkin karena melihat air laut ini bergerak terus, mungkin juga aku lelah!" jawab Naura.
Ternyata sebelum Naura merasa akan terjatuh dari kejauhan dua orang pria tersebut sudah memperhatikan gerak gerik Naura. Hanya saja pak Kenzie lebih memilih menolong Evano, karena dia merasa sama sekali tidak ingin jika Evano sampai terluka, dengan respon motorik yang cepat pak Kenzie menarik Evano jauh dari Naura, dan mengecek kondisi tubuh Evano apakah ada yang terluka.
Dan tentunya Yuno yang langsung menahan badan Naura agar tidak jatuh langsung ke pasir, tentu itu akan membuatnya luka. Yuno juga merasa tidak ingin sampai Naura terluka, dia sangat ini melindungi Naura dan Evano, hanya saja saat ini dia tidak berhasil melindungin Evano. Tapi bagi Yuno tidak apa-apa yang terpenting baginya Evano tidak terluka.
Naura sangat beruntung memiliki dua orang pria yang selalu memperhatikannya, walau dari masing-masing mereka mendekati Naura dengan maksud tertentu. Seperti Yuno yang menyimpan perasaan kepada Naura, walau Naura tidak pernah meresponnya atau memikirkannya.
Sedangkan pak Kenzie hanya ingin mencari tau siapa Naura dihidupnya atau masa lalunya, bagaimana Naura muncul di debaran jantungnya. Mengapa jantungnya sangat berdebar jika berada dekat dengan Naura dan Evano. Padahal Naura dan Evano sama sekali enggak pernah muncul dipikirannya.
__ADS_1
"Evano, maaf ya mama hampir membuatmu terluka" lirih Naura, jika itu terjadi maka dia merasa sangat tidak bisa menjaga anaknya.
"Enggak ma, kan mama enggak sengaja" tutur Evano.
Naura pun memeluk erat Evano, ketika pak Kenzie sudah melepas pelukannya dari Evano.
"Ma, kog enak sih dipeluk bos mama" bisik Evano ketelingga kiri Naura.
"Hussss, sssttt" ucap Naura sambil mengedipkan matanya, dia pun sendiri binggung mengapa anaknya mengatakan begitu.
"Mungkin karena pak Kenzie menyayangi anak-anak nak!" terang Naura pelan-pelan ditelingga Evano.
"Ooh gitu ma!" Evano sendiri saja tidak mengerti dari arti rasa enak berada dalam pelukan pak Kenzie.
"Gitu kali ya rasa dipeluk papa!" batin Evano, menatap binggung kepada pak Kenzie.
*****
Malam harinya dihotel, karena mereka besok akan pulang semua harus cepat beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuh mereka.
"Ma" panggil Evano sambil menatap langit kamarnya.
"Mmm" jawab Naura sambil memainkan ponselnya tanpa melihat kepada anaknya.
"Hmm, apa sih nak?" tanya Naura yang mulai risih karena sejenak kegiatan dia dengan ponsel diganggu.
Padahal pada saat itu Naura sedang membaca Novel di aplikasi Noveltoon. Membaca novel juga sebagai rutinitas Naura jika diwaktu kosong.
"Ma, kog aku merasa berada dalam pelukan pak Kenzie, seperti merasa punya papa ya!" jelas Evano.
"Hus, sembarangan ngomong kamu" cetus Naura yang sedikit terkejut dengan perasaan anaknya.
"Sudah tidur ya, jangan pikiran aneh-aneh, kan mama sudah bilang papa mu sudah disurga!" ucap Naura.
"Iya deh ma" Evano pun menurut kepada mamanya, karena takut akan kemarahan mamanya.
"Sudah tidur ya!" ajak Naura.
"Enggak bisa tidur ma, mama mendongeng dulu, mama sudah lama tidak mendongeng!" ucap Evano pelan.
"Oh, yak ampun! Maafkan mama nak! Mama terlalu sibuk bekerja, hingga hal kecil ini saja mama tidak memperhatikan mu!"
"Enggak apa-apa ma, Evano tau!"
__ADS_1
"Ya sudah mama dongeng ya!" Naura merasa bersalah terhadap anaknya, karena kurang perhatian darinya.
"Kamu mau dongeng apa? Mau kancil dan buaya, banggau yang angkuh atau mau Aji Sak!" tanya Naura memberikan pilihan.
"Aji Saka" ucap Evano yang merasa asing bagi diam.
"Jadi kamu mau cerita Aji Saka?" tanya Naura.
"Hmm, boleh deh ma!"
"Ok deh, anakku sayang!"
"Kita mulai ya" ajak Naura.
"Pada dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang diperintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cangkar yang buas dan suka makan manusia. Setiap hari sang raja memakan seorang manusia yang dibawa oleh Patih Jugul Muda. Sebagian kecil dari rakyat yang resah dan ketakutan mengungsi secara diam-diam ke daerah lain."
"Sadis ma!" ucap Evano dari Naura yang baru memulai cerita.
"Ini hanya dongeng nak, mau lanjut?"
"Mau" jawan Evano dengan riang.
"Di dusun Medang Kawit hidup lah pemuda yang bernama Aji Saka yang sakti, rajin dan baik hati. Suatu hari, Aji Saka berhasil menolong seorang bapak tua yang sedang dipukuli oleh dua orang penyamun. Bapak tua yang akhirnya diangkat menjadi ayah oleh Aji Saka itu ternyata pengungsi dari Medang Kamulan."
"Mendengar cerita kebiasaan Prabu Dewata Cangkar, Aji Saka berniat menolong rakyat Medang Kamulan."
"Singkat cerita, Aji Saka tiba di Medang Kamulan yang sepi. Sementara di Istana Prabu Dewata Cangkar sedang murka karena Patih Jugul Muda tidak membawa korban untuk sang prabu."
"Dengan berani, Aji Saka menghadap Prabu Dewata Cangkar dan menyerahkan diri untuk disantap oleh sang Prabu dengan imbalan Tanah seluas serban yang digunakannya."
"Saat mereka sedang mengukur tanah sesuai permintaan Aji Saka, serban terus memanjang sehingga luasnya melebihi luas kerajaan Prabu Dewata Cangkar. Prabu marah setelah mengetahui niat Aji Saka sesungguhnya. Namun, dengan sigap Aji Saka melilit kuat tubuh sang prabu yang kemudian dilempar ke laut hingga hilang ditelan ombak."
"Aji Saka kemudian dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan serta memboyong ayahnya ke Istana. Berkat pemerintahannya yang adil dan bijaksana, Aji Saka mengantarkan kerajaan ke zaman keemasan."
"Cerita ini sebenarnya mengajarkan untuk menjalankan amanat hendaklah dilakukan dengan sebaik-baiknya. Sebab, orang yang memegang dan menjalankan amanat dengan baik akan mendapatkan kehormatan di kemudian hari" jelas Naura kepada Evano.
Tanpa melihat kearah mata Evano yang sudah tertidur tanpa bersuara.
"Ya tertidur, padahal sudah panjang lebar" keluh Naura, dia tidak membawa buku dongeng tetapi dia melihat cerita ini melalu ponselnya, hingga khusus ke ponselnya.
Naura pun menyelimuti badan Evano.
Kemudian dia memilih untuk segera tidur.
__ADS_1
Dia juga sudah sangat merindukan sang mama, mama Ayu. Walau berkabar melalui ponsel, bagi Naura itu tidak memuaskan.