Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
79. Zack Datang


__ADS_3

Hari ini persiapan operasi pengangkatan rahim milik Rini telah dokter persiapkan, mama Vina sangat cemas menunggu hal tersebut. Rini yang semalaman tidak bisa tidur, terus saja menangis karena rahimnya harus diangkat.


Sedangkan Naura dan Raymond mempersiapkan segala adminitrasi, walau mereka begitu jahat terhadap Naura, tetapi bagi Naura dan Raymond itu tetaplah keluarganya.


Saat ini Rini sudah dipindahkan ke kursi roda siap untuk didorong ke ruang operasi.


"Tunggu" teriak salah seorang pria yang berperawakan tinggi, sedikit berewok, berkulit putih terlihat tampan juga memakai kemeja berwarna biru dongker.


"Zack" ucap Rini dengan bahagianya.


Ya, yang berlari kearah Rini adalah suaminya Zack yang baru saja bisa datang. Rini sempat mengira jika Zack tidak akan datang, karena Zack sangat sibuk bekerja jarang sekali ada waktu untuknya, walau Zack selalu menunjukkan kasih sayangnya yang lebih terhadap Rini.


Zack dalam sehari kemarin tidak dapat dihubungin melalui telepon atau pesan media melalu suara, maka mama Vin mengirimkan pesan dan ternyata tanpa kabar apa pun Zack telah berada disini.


"Ma" sapa Zack ketika melihat mama Vina.


"Maaf ma kemarin aku sangat sibuk dan setelah membaca pesan aku segera melaksanakan penerbangan secara pribadi kesini" terang Zack.


"Hai Kenzie, apa kabar, ini siapa?" sapa sang kakak ipar dari Raymond. Dan menanyakan wanita yang selalu tersenyum ceria di samping Raymond.


"Ini Naura, istri saya" jawab Raymond. Naura pun tersenyum kearah Zack, memberikan hormat sebagai tanda sopan santunnya terhadap orang baru dikenal.


"Apaan istri, masih tunangan" batin Naura.

__ADS_1


Zack masih belum mengetahui asal usul sebenarnya Raymond, tentu saja mama Vina dan Rini tidak ingin memberitahunya, karena sama saja membuka aibnya sendiri.


"Baik bang Zack, apa kabar juga" tanya Raymond.


"Baik" jawab Zack.


Kemudian beralih jongkok didepan Rini.


"Sabar ya sayang, enggak apa-apa, aku akan selalu bersama mu sampai kapan pun, kalau kamu tidak bisa punya anak, kita angkat mengadopsi seorang anak" ucap Zack menenangkan istrinya.


"Tapi, aku sangat ingin punya anak yang terlahir dari rahim ku, sayang" ucap Rini dengan lirih.


"Sudah, yang penting kesembuhan, kesehatan mu" bujuk Zack.


"Senyum biar semuanya lancar" bujuk Zack lagi.


"Sudah siap bu" ajak seorang perawat yang sudah ingin mendorong kursi roda Rini ke ruang operasi.


"Ma" panggil Rini pelan ke mamanya, dia merasakan ingin bermanja-manja kepada mamanya.


"Kamu yang semangat" jawab sang mama memberi semangat untuk anaknya.


Rini hanya mengangguk saja dan memberikan kode kepada perawat jika dia sudah siap. Perlahan pegangan tangan Zack dan Rini terlepas secara pelan-pelan.

__ADS_1


"Ma, kita berdoa untuk kelancaran operasi kak Rini ya" ucap Naura kepada mama Vina.


"Kau saja yang berdoa, ini semua karena kau" ucap mama Vina yang masih terlihat sini terhadap Naura.


"Ma, cukup disini kita masih cemas masalah kak Rini, tidak usah membawa-bawa nama Naura. Dan lihat disini ada bang Zack" ucap Raymond.


Hal ini lah yang membuat Naura lebih memilih diam daripada berbicara, karena setiap apa yang Naura katakan akan menjadi bom merang baginya.


Zack hanya bisa tersenyum simpul, tidak bertanya lebih atau pun lainnya.


"Bawa saja Naura pergi dari sini" usir mama Vina secara halus.


"Kami memang mau pergi untuk membereskan hal lain" jawab Raymond.


"Ma, aku pun harus pergi lagi karena aku masih punya kesibukan lain, aku akan kembali ke rumah" ucap Zack.


"Mengapa tidak menunggu Rini selesai operasi?" tanya mama Vina.


"Tidak bisa ma, ini proyek besar" jawab Zack.


"Oh ya sudah pergi lah, lagian sini mama bisa jaga Rini" ucap mama Vina cepat dengan bahagianya.


"Baik ma" jawab Zack.

__ADS_1


"Kenzie tolong jaga istri saya ya" ucap Zack kemudian berlalu pergi dengan cepatnya.


Sepertinya Zack sangat terburu-buru mengejar waktu.


__ADS_2