
"Ma" panggil Raymond ketika melihat mamanya membuka mata dan ingin bergerak.
"Mama keadaannya bagaimana" ucap Raymond.
"A... Ep..!" Mama Vina ingin berbicara tapi sungguh sulit sekali dia berbicara hanya mampu mengangkat tangan kanannya sedikit tinggi bermaksud memanggil Raymond.
"Ma" Rini memanggil mamanya dengan suara lirih.
Mama Vina terlihat meneteskan air mata, dia menangis, mama Vina merasa sangat sedih dengan kondisi dia.
"Ma" sapa Naura tersenyum manis. Tentu senyum tulus seorang anak yang dia berikan.
"Nenek" teriak Evano memeluk neneknya karena sebelum sampai di rumah sakit Naura sudah berpesan kepada Evano agar dapat membahagiakan neneknya ini.
Mendengar Evano memanggilnya nenek sekuat itu suara dan seriang itu tingkah Evano, membuat mama Vina semakin menangis, air matanya semakin banyak mengalir.
Naura pun segera mengambil tisu dan menyekat air mata mama mertuanya ini. Rini pun hanya diam melihat Naura memperlakukan mamanya masih begitu baik.
Tersimpan didalam hati Rini saat ini dia sungguh menyesal serta malu karena segala perbuatannya diketahui oleh suaminya, bahkan suaminya berpura-pura tidak tau.
Rini juga tau jika suaminya sangat ingin dia berubah dari dulu, sudah beberapa kali suaminya memberitahu tetapi memang Rini tidak memperdulikan hal ini, Rini hanya mengejar harta duniawi.
"Mama tenang ya, mama akan sembuh hanya butuh waktu yang cukup lama, tetapi mama harus semangat kami akan ada selalu mendukung mama" ucap Raymond menenangkan hati mamanya.
Mama Vina hanya dapat mengangguk kecil saja saat ini. Dia seolah mengerti dengan keadaan dia saat ini.
*****
1 minggu mama Vina di rawat dirumah sakit, satu minggu pula Naura membantu Rini mengurus mamanya. Tetapi tetap dalam kondisi Rini yang tidak mau berbicara pada Naura, Rini tidak pernah meminta bantuan Naura. Hanya jika Naura berada disana dan melihat Rini kesulitan atau memerlukan bantuan tanpa disuruh Naura akan langsung saja turun tangan membantu Rini. Hanya saja Rini tidak pernah menolak bantuan dari Naura.
Naura pun sebenarnya binggung dengan Rini, mengapa tidak pernah mau berbicara dengannya, padahal dia sudah memaafkan kakak iparnya ini. Naura sebenarnya juga sangat takut jika Rini merencanakan hal lain lagi untuk memisahkan dia dengan Raymond apalagi dengan Evano. Naura selalu was-was.
__ADS_1
Hari ini mama Vina sudah di perbolehkan pulang, tetapi tetap akan menjalani terapi selama satu minggu tiga kali. Mama Vina terlihat lebih tenang dan segar badannya. Anak-anak, menantu-menantu, cucunya tentu sangat senang melihat mama Vina telah bisa pulang kerumah.
Zack pun menyiapkan dua orang suster khusus untuk merawat mertuanya ini.
*****
Saat ini Naura, Raymond dan Evano tengah ingin berpamitan dengan mama Vina. Karena sudah meninggalkan kantor terlalu lama dan mama Ayu.
Mama Vina terlihat sangat sedih ketika mengetahui jika anaknya Raymond ingin pergi lagi, dia sangat ingin bisa berkumpul. Tetapi tidak dapat disampaikannya.
"Nak, maafkan mama" batin mama Vina, yang tidak tau tertuju untuk siapa anaknya.
"Mama sudah terlalu jahat" batin mama Vina.
Mama Vina lagi-lagi meneteskan air mata, wajah sini, sombongnya telah hilang karena sakit ini. Hanya terlihat bibir yang tidak simetris lagi. Tangan kiri yang terlihat susah digerakkan serta kaki yang lemah tidak bertenaga.
"Ma, kami pulang dulu nanti kami akan kembali lagi" ucap Naura berpamitan sambil mengambil telapak tangan mama Vina sebelah kanan dan menciumnya.
"Nek, Evano pulang ya sama mama papa!" ucap Evano dengan polos.
"Nanti Evano kesini lagi nenek sudah harus sembuh ya biar bisa main sama Evano, nenek enggak pernah main sama Evano" ucap Evano tersenyum.
"Evano sayang nenek" ucap Evano kemudian memeluk neneknya dengan erat.
Mama Vina benar-benar merasa sangat sedih diperlakukan Evano begini, padahal dia tau dia sudah sangat jahat terhadap Naura, mamanya Evano, tetapi Naura masih tetap mengajarkan yang terbaik, memperlakukan hal baik kepadanya.
"Evano maafkan tante ya" ucap Rini sambil mengelus kepala Evano.
"Boleh Evano cium tante?" tanya Evano menatap mama dan papanya.
Tentu saja Naura memperbolehkannya. Malahan saat ini Naura bangga terhadap Evano. Begitu juga Raymond bangga melihat anaknya tidak membenci tante atau pun neneknya ini. Ini juga hal yang membuat Raymond sangat bangga terhadap Naura yang berhasil merawat Evano hingga bisa sampai seperti sekarang ini.
__ADS_1
"Boleh sayang" ucap Rini seraya meneteskan air matanya, dia bahagia masih ada yang sayang dia.
Evano pun memeluk erat tantenya dan menciumnya.
"Naura" panggil Rini.
Zack yang berada disana hanya dapat tersenyum melihat Rini saat ini.
"Ma-afkan a-ku" ucap Rini sedikit terbata-bata.
Naura tersenyum dan berkata "aku sudah memaafkan kakak, kakak yang semangat ya" ucap Naura sambil tersenyum.
"Naura aku sungguh minta maaf, aku menyesal untuk ini semua, aku sudah berpikir mungkin ini karma yang harus aku terima atas dosa ku kepada kalian selama ini" ucap Rini.
Zack pun mendekati Rini dan memeluk Rini, seperti memperkuat hati Rini. Rini menatap Zack dan tersenyum.
"Ray maafkan aku" ucap Rini.
"Aku juga sudah memaafkan kakak" ucap Raymond tersenyum tampan.
Rini pun merasa sangat lega karena sudah menyampaikan apa yang sudah mengganjal hatinya beberapa hari ini.
"Aku sungguh menyesal, aku akan berubah" ucap Rini.
"Zack, tolong jangan tinggalkan aku" ucap Rini kepada Zack, menatap Zack dengan penuh memohon.
"Aku tidak akan meninggalkan mu, tetapi maaf juga karena aku juga tidak bisa meninggalkan Jeslin" ucap Zack kepada Rini.
"Aku mengerti, aku akan mencoba menerimanya, aku akan mencoba berdamai dengan hati aku" ucap Rini menenangkan dirinya.
Dia juga menyadari sepenuhnya ini juga kesalahan dia hingga Zack menduakannya.
__ADS_1
Rini tau saat ini bagaimana pun dia memaksa kehendak dia, dia tidak akan dapatkan apa yang dia mau. Saat ini dia hanya bisa menerima keadaan.