
Setelah nunggu beberapa waktu operasi Rini pun telah selesai. Saat ini mama Vina, Naura dan Raymond berada diruang rawat inap Rini, menunggu kesadarannya.
"Ray, aku mau pulang dulu ya kasihan Evano menunggu" ucap Naura pada Raymond.
"Aku antar ya!" jawab Raymond yang hendak mencari kunci mobilnya.
"Tidak usah, kamu temani mama saja dulu ya" Naura menolak tawaran dari Raymond.
"Sudah Ray, macam anak kecil saja mau diantar pulang" ucap mama Vina yang mendengar pembicaraan Naura dan Raymond.
"Tante, aku pulang dulu" ucap Naura.
Sebenarnya Naura binggung harus memanggil mama Vina, mama atau tante saat ini, karena apa yang Naura lakukan akan menjadi serba salah.
"Hm" ucap mama Vina sewaktu Naura berpamitan. Seperti mau tidak mau menjawab pamitan Naura.
"Hati-hati ya" ucap Raymond.
"Ok" jawab Naura.
Naura pun pergi meninggalkan rumah sakit. Sungguh dia merasa lega tidak berada didepan mama Vina.
*****
__ADS_1
Di rumah Naura.
Mama Ayu dan Evano sedang menunggu Naura pulang.
"Mama" teriak Evano ketika melihat Naura berjalan masuk.
"Ma" sapa Naura kepada mama Ayu.
"Lagi apa nak?" tanya Naura pada Evano.
"Biasa ma, sama nenek nonton" jawab Evano.
"Papa dimana ma, kog belum ada datang-datang lagi?" tanya Evano yang merasa sepi tanpa papanya datang dua hari ini.
"Papa sedang sibuk dirumah sakit, kan tante mu lagi sakit" jawab Naura.
"Bagaimana operasi ya dek?" tanya mama Ayu menanyakan keberhasilan operasi yang terjadi pada Rini.
"Sukses ma, hanya tadi aku pulang belum sadar kalau sekarang ya enggak tau!" cerita Naura.
"Nak, masuk kamar dulu ya, besok kita lihat tante mu kalau mama sempat bawa kamu ya" ucap Naura.
"Baik ma!" jawab Evano.
__ADS_1
Karena mau membicarakan masalah Rini dan Mama Vina, Naura meminta Evano untuk masuk ke kamar, karena Naura sebagai orang tua tidak mau Evano terlibat didalamnya.
"Mama tidak menyangka jika Rini sampai begini, mendapatkan sakit ini" ucap mama Ayu, ketika melihat Evano telah memasuki kamar.
"Aku juga tidak tau ma!" jawab Naura dengan santai.
"Aku binggung ma berada dalam keluarga ini, aku selalu menjadi yang salah disini" ucap Naura dengan nafas yang lelah, dia pun menghembuskan nafas secara kasar.
"Apa kamu menyesal kembali kepada Raymond?" tanya mama Ayu.
"Hm" Naura tampak berpikir.
"Tidak ma, aku tidak pernah menyesal kembali pada Raymond" jawab Naura.
Bagi Naura yang terpenting saat ini Evano bahagia, itu alasan utama Naura kembali dengan Raymond, alasan kedua juga karena Naura masih mencintai Raymond yang memang tidak perlu dia ucapkan.
"Mama juga tidak mengerti mengapa ada orang seperti mereka. Hanya saja ini sudah pilihan hidup mu, kamu harus jalankan dengan baik" ucap mama Ayu.
"Saat ini pun Rini sudah mendapat apa yang namanya balasan dari yang maha kuasa walau hanya cobaan kecil saja" ucap mama Ayu.
"Mengapa menurut mama ini cobaan kecil ma?" tanya Naura binggung.
"Karena dia tidak dibuat menderita lebih lama" jawab mama Ayu.
__ADS_1
Mama Ayu teringat ketika Naura hari pertama di paksa cerai oleh mama Vina dan Rini, saat itu Naura benar-benar dalam kondisi depresi, mengurung diri padahal didalam tubuhnya terdapat janin yang ingin berkembang.
Naura pada saat itu terpuruk sangat lama hingga Evano lahir, syukurnya Evano lahir dengan keadaan sehat. Kehadiran Evano adalah berkah bagi mama Ayu dan Naura.