
Mama Vina dan Rini melotot kearah Naura.
"Kau, bisa-bisanya kembali pada adik ku" ucap Rini yang juga datang bersama dengan mamanya.
"Aku" ucap Naura terputus.
"Aku yang memaksa Naura kembali pada ku" ucap Raymond dengan tegas menatap tajam kakaknya.
"Kau tidak seharusnya kembali sama dia, dia hanya menginginkan harta kita" ucap Rini dengan arogannya.
"Kalian yang gila harta" jawab Raymond dengan sedikit membentak.
Membuat mama Vina dan Rini terdiam, karena dari dasarnya mereka tau, jika mereka memang salah, yang selalu ingin mengincar harta.
"Kenapa kalian diam?" ucap Raymond dengan nada tinggi sedikit, dia masih mengontrol suaranya karena suasana sudah malam tentu akan membuat keributan.
"Benar apa yang aku katakan!" ucap Raymond lagi.
"Agh" rintih Rini tiba-tiba yang memegang bagaian perutnya.
Kemudian perlahan-lahan Rini pun pingsan, suasana yang tegang menjadi ricuh karena kondisi Rini yang tiba-tiba datang dengan kesakitan.
"Ada apa dek, di luar ribut-ribut?" tanya mama Ayu yang merasa sedikit terganggu tidurnya karena suasana yang semakin ribut diluar.
__ADS_1
"Kalian" mama Ayu terkejut ketika melihat mantan besannya diluar berserta anak perempuannya.
"Ini ma, kak Rini tiba-tiba kesakitan dan pingsan" jawab Naura yang juga merasa cemas.
"Rini, Rini, Rini, kamu kenapa nak?" tanya mama Vina yang nampak sangat cemas kepada anak perempuannya ini.
"Kak" panggil Naura yang telah duduk dibawah lantai memangku kepala RiNi di pahanya.
"Hei kak, kau kenapa?" tanya Raymond.
"Cepat bawa kakakmu kerumah sakit" tangis mama Vina, dia terlihat benar-benar sangat mencemaskan Rini.
Raymond yang masih mencoba membangunkan Rini, tetapi masih terlihat Rini yang tanpa pergerakan, Raymond pun memutuskan mengendong Rini dan membawanya kedalam mobil, dibantu oleh Naura. Kemudian disusul mama Vina.
"Iya, hati-hati dijalan" jawab mama Ayu.
Mereka berada dalam satu mobil, mama Vina masih terus berusaha membangunkan Rini, tetap memang Rini saat ini dalam keadaan pingsan.
"Cepat nak bawa mobilnya kasihan kakak mu" perintah mama Vina dengan suara parau karena menangis.
"Bawanya konsentrasi" ucap Naura.
Bermaksud walau Raymond membawa mobil dengan cepat, tetapi dapat konsentrasi hingga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
__ADS_1
"Rini, kamu kenapa sih nak" lirih mama Ayu.
Naura yang berada dalam mobil hanya dapat terdiam, karena dia merasa takut untuk berbicara lebih, nantinya akan di salahkan oleh mama Vina.
30 menit kemudian mereka sampailah disebuah rumah sakit, mobil Raymond tentunya langsung dibawa kedalam lorong yang bertuliskan Unit Gawat Darurat 24 jam.
Beberapa perawat datang menghampiri mereka, mendorong brangkar mendekati mobil Raymond, mereka pun memindahkan Rini ke brangkar tersebut, menuju sebuah ruangan.
Seorang perawat keluar mencari keberadaan keluarga Rini.
"Keluarga atas nama Rini?" tanya salah seorang perawat.
"Saya sus, mamanya!" Dengan cepat mama Vina bangkit dari duduknya berdiri dan mendekati perawat tersebut.
Naura dan Raymond pun berdiri bersamaan, mendengar apa yang perawat katakan.
"Maaf bu, sebelumny apa keluhan pasien?" tanya perawat tersebut.
Sementara Rini didalam ruangan masih dalam pemeriksaan.
"Dia baik-baik saja sus, hanya tadi tiba-tiba saja merasa perutnya sakit dan perlahan pingsan!" jelas mama Vina.
"Baik, tunggu sebentar ya bu, kami lanjutkan pemeriksaan" jawab sang perawat.
__ADS_1
Perawat itu pun kembali masuk kedalam ruangan dimana Rini berada.