
Dirumah Kenzie.
"Hai sayang sudah pulang" sapa Danita kepada suaminya, si pak Kenzie.
"Eh, hai" pak Kenzie merasa canggung untuk berbicara sama istrinya terasa malas sekali.
Pak Kenzie merasakan tidak adanya kenyamanan dirumahnya sendiri, dia lebih merasa tenang ketika berada dirumah mama ayu, apa lagi disana dia terus melihat Naura dan Evano.
Danita ingin memeluk suaminya, dia mendekati suaminya selangkah demi selangkah, tetapi suaminya lebih memilih berbelok kesamping kiri, menuju taman belakang, terlihat kekecewaan dimata Danita.
"Aku sudah mulai bosan dan lelah" batin Danita.
Kemudian Danita pun mengejar pak Kenzie, ke taman belakang, memeluknya dari belakang, sehingga pak Kenzie sudah tidak bisa menghindar.
"Kenzie, besok kita cek lagi ya tentang reproduksi kita di dokter teman ku, aku mohon mau ya!" Danita berusaha membujuk pak Kenzie.
"Sudah lah, kan jelas-jelas kita berdua tidak ada masalah!" terang Kenzie berbalik arah menatap Danita, seperti menatap orang asing dimata dia.
"Tapi aku mau kali ini saja, setelah ini enggak lagi deh, biar Tuhan yang mengatur" Danita terus membujuk suaminya.
"Ya sudah, aku mau" jawab pak Kenzie dengan nada malas.
"Benar kamu mau" seru Danita dengan bahagianya.
Tetapi sebenarnya pak Kenzie juga merasa kasihan terhadap Danita, karena selama ini, tentunya Danita sebagai seorang wanita ingin melahirkan seorang anak juga dari rahimnya.
Sedikit banyak Danita juga tidak seperti dulu yang suka mengekor terhadap pak Kenzie, setelah dia pulang dari luar negeri lebih banyak lagi perubahan dia.
*****
__ADS_1
Saat ini pak Kenzie dan Danita sedang berada disebuah rumah sakit besar, rumah sakit yang dikelilingi aroma obat-obatan.
Di sebuah ruangan telah menunggu seorang dokter kandungan karena Danita telah membuat janji disana.
Sampailah pak Kenzie dan Danita didepan pintu berwarna krim, bertuliskan Dr. Hendra Sucipto, Sp. OG-KFM. Dokter yang memberikan pelayanan meliputi Keluarga Berencana, Tes Kehamilan, Konsultasi Kehamilan, USG, dan Melahirkan. Dia adalah seorang Ahli Obstetri dan Ginekolog.
Tok! Tok! Tok! Danita mengetuk pintu ruangan dokter yang telah menunggunya, pak Kenzie hanya diam saja, mengikut apa kemauan istrinya.
Kemudian mereka pun masuk kedalam ruangan tersebut.
"Silakan duduk" ucap sang dokter.
"Terima kasih dok!" Jawab pak Kenzie.
"Kenalin ini dokter Hendra, dia teman ku, kami ketemu lagi waktu keluar negeri kemarin" jelas Danita kepada pak Kenzie.
"Ohh" hanya kata-kata itu saja yang pak Kenzie keluarkan.
"Baik, kamu kapan sampai disini?" tanya Danita pada dokter Hendra.
"Sama kayak kamu, hanya beda penerbangan saja!" jawab dokter Hendra.
"Baik, karena saya sudah tau keluhannya dari cerita Danita, maka kita langsung saja ya untuk mempersingkat waktu, saya tau anda adalah orang yang sibuk" terang dokter Hendra kepada pak Kenzie.
"Iya benar" jawab pak Kenzie.
Danita hanya tersenyum saja mendengar percakapan dua orang pria ini.
"Pertama saya jelaskan terlebih dahulu untuk tes pada Danita, walau saya tau kalian sudah mencoba beberapa kali tes kesuburan, ini akan menjadi formalitas" terang dokter Hendra.
__ADS_1
Sebenarnya pak Kenzie dan Danita memang sudah mengetahui ini, karena sudah beberapa kali melakukan tes kesuburan.
"Tes ovulasi. Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah wanita berovulasi dan dapat menghasilkan sel telur secara teratur."
"Tes pencitraan. Tes ini berupa tes ultrasound untuk mencari tahu kemungkinan terdapat gangguan pada rahim atau tabung saluran indung telur."
"Pemeriksaan cadangan sel telur pada ovarium. Tes ini diawali dengan tes hormon pada awal siklus menstruasi. Melalui tes ini, kita akan mengetahui kualitas dan kuantitas sel telur yang ada untuk ovulasi.
"Hysterosalpingography dikenal juga melalui singkatan HSG, tes ini akan mengevaluasi kondisi rahim dan tabung saluran indung telur. Proses tes ini adalah pertama-tama kamu akan disuntikkan cairan kontras X-ray ke dalam rahim. Lalu, pemotretan X-ray dilakukan untuk mengetahui apakah rongga tersebut normal sekaligus memastikan cairan mengalir dengan baik dari tabung saluran indung telur. Melalui tes ini, jika terdapat penyumbatan atau ada masalah lain, maka langsung dapat diketahui."
Kemudian dokter Hendra kembali menjelaskan tentang tes kesuburan pada laki-laki.
"USG. Melalui proses pemeriksaan USG, dokter dapat mendeteksi kemungkinan adanya gangguan pada organ reproduksi pria."
"Kemudian Pemeriksaan hormon. Pemeriksaan ini perlu dilakukan guna menentukan tingkat testosteron dan hormon pria lainnya."
Dokter Hendra terus menjelaskan satu persatu bagiannya.
"Biopsi testis. Pada kasus tertentu perlu diambil sampel dari jaringan testis. Tes ini bertujuan untuk memeriksa jika ada masalah pada proses produksi"
"Pemeriksaan genetik. Kemungkinan dilakukannya tes ini untuk mengetahui apakah ada kelainan genetik yang dapat menyebabkan mandul"
"Pemeriksaan Chlamydia. Melalui sampel urine, dokter akan menentukan apakah terdapat Chlamydia. Penyakit infeksi ini bisa menjadi salah satu penyebab mandul"
Setelah selesai penjelasan yang panjang lebar, akhirnya dokter Hendra melakukan tindakkan terhadap Danita dan pak Kenzie, dengan memerlukan waktu beberapa jam.
"Besok kembali lagi ya ambil hasilnya, saya akan bacakan hasilnya, saya harap kalian datang berdua"
"Baik dok, terima kasih" jawab Danita.
__ADS_1
Pak Kenzie hanya diam saja, dia merasa tidak perlu melihat hasil tesnya karena akan selalu sama.