Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
33. Liburan


__ADS_3

Dua hari berlalu tepat hari ini, Naura, Evano, Yuno, pak Kenzie berserta teman-teman kantor dengan orang yang hampir dua puluh orang pun berangkat ke bandara untuk melakukan penerbangan menuju tempat dimana mereka akan berlibur.


"Ma, naik pesawat mengerikan enggak sih, Evano takut" ucap Evano sambil bergidik ngeri.


"Mama juga tidak tau karena enggak pernah naik pesawat" Naura menjawab pertanyaan anaknya sambil tersenyum.


Naura berkata jujur, dia tidak pernah menaiki pesawat terbang, maka dia juga tidak menjelaskan kepada anaknya bagaimana jika dipesawat.


"Kita naik saja ya dan berdoa" ajak Naura kepada Evano.


"Baik ma" jawab Evano riang.


Mereka pun semua sudah memasuki pesawat yang akan menuju tempat mereka liburan. Terlihat sekarang Yuno duduk di bagian belakang, di depannya terdapat Naura duduk dengan anaknya.


"Permisi pak, boleh saya duduk sini" tanya Serli dengan lembut.


"Oh silakan" jawab Yuno, membuat hati Serli semakin senang mendengar itu, karena Yuno sama sekali tidak menolaknya.


Akhirnya Serli pun duduk disamping Yuno. Tetapi pandangan Yuno menatap lurus kedepan, kebetulan Yuno dan Naura sederatan ditepi jendela pesawat.


"Om" panggil Evano ketika melihat kebelakang ada Yuno.


"Tante" sapa Evano pada Serli.


"Hai, sayang!" sapa Serli ramah kepada Evano.


Tentunya Yuno yang mendengar suara begitu ramah dari Serli hanya bisa tersenyum.

__ADS_1


Sedangkan pak Kenzie juga terlihat berjalan menyusuri bangku-bangku pesawat seperti mencari sesuatu, sampai tempat yang dia ingin tuju hanya saja bangku nya telah terisi, akhirnya dia pun duduk diseberang bangkunya lagi bersama bu Endang yang genit itu. Pastinya bu Endang sangat bahagia, bosnya duduk disamping dia.


Pak Kenzie saat ini tidak ucapan karyawannya, dia hanya harus mencari tau bagaimana perasaan dia sebenarnya.


Semua ini memang sudah sangat di pikirkan oleh pak Kenzie. Dia pun bersyukur saat ini juga Danita istrinya tidak ikut bersama dia, karena Danita sering keluar negeri karena mendapat panggilan dari sang mertua. Sekaligus mengecek lagi kondisi rahimnya. Sang mertua sudah sangat tidak sabar menanti hadirnya seorang cucu dikeluarga mereka.


Pak Kenzie melihat kearah sisi kirinya, memperhatikan Naura, memang benar jantungnya berdebar terus, itu sangat membuat dia penasaran sendiri.


Ditambah dia melihat Evano membuatnya membuatnya ingin sekali berhambur memeluknya.


"Mengapa bos mama selalu perhatikan mama dan kog aku merasa sepertinya dekat dengan dia padahal aku tidak mengenalnya" batin Evano yang menatap kembali pak Kenzie.


Pak Kenzie dan Evano saling memandang kemudian pak Kenzie membuang pandangannya ke sebelah kanan sepertinya dia harus mengalah atau dianya tidak kuat terhadap batinnya.


Dilain sisi Yuno selalu memandang lurus ke depan, menatap Naura, tetapi Naura tidak mengetahui hal itu, hanya Serli yang terus memperhatikan Naura. Didalam hati Serli terasa perih, tetapi dia tau ini bukan salah Naura, dia mengetahui sendiri tidak sedikit pun Naura berusaha untuk merebut perhatian Yuno, malah membantu membuat Yuno bisa dekat dengannya.


*****


Sudah beberapa jam penerbangan akhirnya mereka pun sampai ditempat tujuan dengan jarak tempuh yang cukup, mereka pun langsung menuju pantai setelah menyimpan semua barang bawaannya.


"Pantaiiiiiiii, aku datang" teriak mereka beberapa orang


"Waahh indahnya" teriak Serli dengan lepasnya.


"Ma, kog pasirnya seperti warna pink" tanya Evano dengan rasa penasaran tingginya.


Evano menunggu jawaban mamanya sambil berlari kecil dipasir yang berwarna pink ini.

__ADS_1


Pak Kenzie lah yang memilih pantai ini, Pantai Pink atau bisa disebut Pantai Tangsi yang berada di Lombok. Karena bagi pak Kenzie pink ini melambang kecerian, kebahagiaan.


"Mama pernah dengan, jika Pantai Pink ini.


Sebenarnya pasir pantai cantik ini berwarna putih. Sedangkan warna pink muncul akibat percampuran pasir dengan butiran terumbu karang yang bertekstur halus. Butiran terumbu karang tersebut memiliki warna merah, sehingga membuat pasir berubah menjadi warna pink. Warna pink terlihat jelas ketika pasir terkena basah oleh ombak laut."


"Begitu lah nak!"


"Ohhh" hanya itu yang Evano jawab.


Kemudian dia berlari kesana dan kemari dengan sangat riang, hanya dirombongan ini ada dua orang anak-anak, satunya Evano dan satunya lagi anak perempuan yang belum ingin bergabung dengan Evano.


Evano benar-benar merasa bebas dan merasa sangat bahagia dengan selalu menampilkan senyum tampannya.


"Naura, kog aku perhatikan pak Kenzie dan Evano ada sedikit kemiripan sih?" tanya Serli yang sudah penasaran sejak di pesawat.


"Husss, sembarangan bergosip" cetus Naura.


"Mana ada miripnya, Evano lebih mirip aku banyak lah" senyum Naura.


"Sepertinya bah" Serli


"Sudah ayo jalan" ajak Naura.


"Evano" panggil Naura.


Sedangkan dari belakang sana dua orang pria terus memperhatikan Naura.

__ADS_1



__ADS_2