
Pak Kenzie pun melalui serangkai pemeriksaan seperti yang terjadi pada Yuno saat dia memberikan Evano darahnya.
Setelah selesai pihak rumah sakit mengambil darahnya pak Kenzie. Dengan cepat pun darah tersebut ditransfusikan lagi ke Evano. Pak Kenzie pun beristirahat sesaat kemudian dia pun pergi keruangan rawat inap Evano, karena tujuan dia datang memanglah adalah Evano.
Didalam ruangan rawat inap Evano, disana ada Naura dan mama Ayu, sedangkan Yuno pun sudah pulang kerumah untuk beristirahat kemudian masuk siang untuk kekantor.
Pak Kenzie yang saat ini sudah berada diruang rawat inap, melihat Evano tertidur diranjang rumah sakit membuatnya sangat terasa sakit, perih dihatinya, hingga dia meneteskan air matanya, pak Kenzie tidak pernah menangis untuk hal kecil seperti ini bagai dia, tetapi mengapa hanya ketika melihat Evano terbaring begini, dia bisa sampai meneteskan air matanya, bahkan dia tidak malu air matanya keluar didepan Naura dan mama Ayu.
Bruuukkkk! Tiba-tiba saja badan pak Kenzie terjatuh dan hanya dapat ditahan setengah badan oleh Naura.
"Dokter, suster tolong" teriak Naura, memandang ke kanan dan kiri mencari apakah sudah terlihat sang dokter atau susternya datang.
Mama Ayu juga terlihat panik, seluruh penghuni ruang rawat inap ini langsung melihat kearah Naura dan keluarga, seperti saat ini keluarga Naura yang terlalu banyak membuat heboh.
Sesaat beberapa perawat pria pun datang untuk membantu membawa pak Kenzie ke ruang gawat darurat untuk diperiksa, Naura pun menemani pak Kenzie disana dalam kondisi pak Kenzie yang belum sadar. Sedangkan mama Ayu tentu terus menemani cucunya. Sungguh berat cobaan yang Naura dan keluarganya terima saat ini.
Didalam hati Naura, dia sangat takut jika pak Kenzie kenapa-napa, apa lagi harus sampai sakit. Naura menunggu dalam gelisah.
__ADS_1
Rasa bersalahnya kian kuat, Naura benar-benar diterpa ujian kuat dari Evano yang sedang sakit, Yuno yang menyatakan perasaannya, dan pak Kenzie yang jatuh sakit karena menolong Evano.
Seorang dokter wanita datang menghampiri Naura yang sedang duduk dikursi luar dan Kemudian dia berkata "bu, pak Kenzie terkena gangguan irama jantung setelah pengambilan darahnya tadi"
"Gangguan irama jantung dapat menyebabkan pendonor mengalami pusing atau pingsan setelah proses pengambilan darah" terang sang dokter wanita.
"Lalu bagaimana kondisinya dok?" tanya Naura penuh cemas.
"Masih stabil tetapi butuh istirahat beberapa hari dan harus dirawat tentunya" jawab dokter itu.
"Ok, terima kasih dok" ucap Naura.
Naura sendiri binggung, perasaan apa yang dia miliki terhadap pak Kenzie, bukan hanya wajah yang sedikit mirip dengan Raymond mantan suaminya tersebut tetapi hati dia yang dulu untuk Raymond juga sepertinya dia ingin tumpahkan kepada pak Kenzie, hanya Naura sadar betul pak Kenzie itu siapa.
Saat ini Naura merasakan jika hatinya tertuang kepada pak Kenzie, saat benar memperhatikan pak Kenzie dalam keadaan seperti ini, sungguh miris bagi hati Naura, dia rasanya ingin menangis, didalam hatinya sungguh bersedih, seperti melihat seorang yang dia cintai sedang dalam keadaan sekarat, dia teringat ketika Raymond koma dulu dan pak Kenzie sungguh mirip seperti Raymond saat itu.
Naura hanya dapat menarik nafas panjang untuk menenangkan dirinya, hingga datanglah seseorang yang tadinya Naura telepon.
__ADS_1
"Pak Kenzie tidak apa-apa kah Naura!" tanya orang itu.
"Tidak, Yuno! Pak Kenzie saat ini butuh istirahat" jawab Naura, iya orang yang tadi Naura telepon adalah Yuno.
"Aku sudah mengurus semua data pak Kenzie dan kamar rawat inapnya juga, sebentar lagi pak Kenzie akan pindah ke kamar rawat inapnya, sedangkan istri dia sedang berada diluar kota, nanti sore sampai" terang Yuno.
Naura hanya terdiam dengan kata-kata Yuno, dia seperti tidak senang mendengar jika nanti istri pak Kenzie akan datang. Hanya apa yang dipikirannya saat ini tidak mungkin dia ungkapkan, ini sungguh tidak wajar.
Saat ini bagi Naura jika dia sampai begitu, tidak senang kehadiran istri pak Kenzie, dia merasa seperti sedang menjadi seorang pelakor.
****
Pak Kenzie tentu mendapatkan fasilitas rumah sakit yang mewah sesuai kemampuan dia. Naura dan Yuno sedang berada dalam kamar rawat pak Kenzie.
"Yak ampun, aku sampai lupa dengan Evano, bagaimana keadaan anak ku sekarang" ucap Naura kepada Yuno. Disaat pikiran Naura sudah mulai tenang melihat keadaan pak Kenzie.
"Iya Naura, kamu jaga saja Evano, biar aku jaga pak Kenzie sampai dia sadar terlebih dahulu" jawab Yuno.
__ADS_1
"Terima kasih Yuno!"
Naura pun segera meninggalkan Yuno dan pak Kenzie.