Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
35. Liburan (3)


__ADS_3

Pak Kenzie dan Naura sedikit berbincang-bincang mengenai Evano, sedikit banyak pak Kenzie mulai mengerti karakter Evano.


Karena sudah melihat beberapa karyawannya mulai berdatangan pak Kenzie pun segera menjauh dari Naura tetapi tetap dalam posisi mengendong Evano, dia sungguh tidak ingin melepas pelukannya dari Evano.


Mereka semua sudah berjanji untuk pergi sama-sama ke pantai lagi untuk menikmati suasana pantai yang tersedia, suasana yang tenang agar otak mereka lebih tenang kembali.


Kemudian mereka pun sama-sama berjalan untuk berangkat ke pantai, sambil berjalan pak Kenzie sambil mengandeng tangan munggil milik Evano. Evano pun terlihat berjalan dengan santai, pak Kenzie sangat senang karena Evano menerima perlakukaannya, dia merasa seperti mempunyai anak kandung tapi tentu jelas Evano bukan anak kandungnya.


"Naura sejak kapan pak Kenzie bersama kalian?" tanya Yuno penuh selidik.


"Oh tadi sebelum kalian semua datang" jawab Naura santai.


"Aku tadi pagi-pagi sekali sudah menikmati suasana disini sama Evano, kapan lagi bisa punya waktu lebih dengan tempat sebagus ini kan?" terang Naura.


"Hm, iya sih" jawab Yuno.


Serli yang berjalan di samping mereka sambil terus memperhatikan pembicaraannya, Serli tau pertanyaan pertama dari Yuno menyiratkan kecemburuan dari Yuno untuk Naura, disitu perasaan Serli bukan menjadi bahagia berada disini, malah menjadi pedih, dilukai oleh perasaan sendiri. Serli tau jika Naura hanya biasa saja terhadap Yuno, hanya perasaan dia tidak bisa dibohongi. Apalagi Serli juga melihat Naura saat ini dikelilingi dua laki-laki, seperti pak Kenzie yang sudah mempunyai istri, atau pak Kenzie memang orang yang baik.


Sesampainya mereka di pantai tentu disana mereka akan berteriak dengan sangat bahagia, muka mereka semua terpancar keceriaan.


"Serli kog kamu dari tadi diam saja sih?" tanya Naura yang binggung melihat Serli beda dari yang kemarin, karena kemarin Serli sangat bahagia.

__ADS_1


"Yuk kita kesana tapi tunggu dulu aku ajak Evano dulu, dari tadi sama pak Kenzie terus jadi enggak enak aku sama bos kita!" ucap Naura dengan nada santai yang memang tidak tau apa-apa soal rasa saat ini Serli miliki.


"Iya" jawab Serli dengan malas.


"Yuno temankan Serli ya dulu atau kalian jalan berdua dulu deh" ucap Naura memandang kearah Yuno berharap Yuno menyanggupi apa yang dia katakan, agar temannya ini tidak kesepian, karena teman-teman lain sudah pergi lebih dulu.


Seketika Serli memberikan senyum terbaiknya, dia tau Naura tidak akan melupakan dia.


"Iya, ya sudah sana" usir Yuno halus.


"Ok" jawab Naura langsung berlari kearah Evano dan pak Kenzie berada.


Disana Naura melihat Evano sedang bermain dengan seorang anak perempuan anak dari teman kerja dia yang lain.


"Rara" jawab anak gadis itu.


"Anak pintar, mama kemana ra?" tanya Naura.


"Disana tante!" Anak itu menunjuk ketempat dimana sang mama berada.


"Oh, ok main lah dengan Evano tapi bentar lagi ikut mama ya, kamu terlalu lama sama pak Kenzie, mama enggak enak"

__ADS_1


"Ok ma!" jawab Evano


"Kamu jangan ngomong begitu Naura, saya senang menjaga anak-anak" jawab pak Kenzie.


"Apalagi kamu tau aku sangat ingin mempunyai anak, hanya Tuhan belum memberikan kami anak, Danita juga sudah sangat berusaha" Cerita pak Kenzie.


Entah mengapa ketika pak Kenzie menyebut nama istrinya seolah perasaan Naura tidak menyukainya, tapi Naura tau itu salah.


"Aduh, aku terlalu dekat dengan pak Kenzie saat ini!" batin Naura.


"Eh, Naura saya boleh bertanya sesuatu?" tanya pak Kenzie.


"Eh, maaf pak saya ingin kesana, Evano ayo!" Naura pun mengajak Evano pergi.


Naura saat ini tersadar jika dia terlalu dekat dengan pak Kenzie saat ini, mungkin karena suasana sini memang sangat enak untuk bersantai bersama.


Naura sudah tau ini pasti akan menjadi sebuah guncingan lagi, menjadi gosip lagi untuk teman-temannya, dia bahkan takut kejadian ini bisa sampai ke istri bosnya, dia takut menjadi perusak rumah tangga orang lain.


*****


Saat ini terlihat Naura dan Evano sedang berlari riang ditepi pantai, saling menyipratkan air, bermain pasir di pantai. Terlihat sangat bahagia sekali mereka disana.

__ADS_1


Terlihat tawa bahagia dari semuanya. Hanya saja pak Kenzie yang terus melamunkan diri dia. Yang tidak jelas sebenarnya apa dia rasa.


__ADS_2