Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
49. Pindah Ruang Rawat Inap


__ADS_3

Naura pun segera kembali keruangan rawat inap milik Evano, hanya saja saat Naura kesana, dia melihat jika Evano sudah tidak ada diruangan itu begitu juga mama Ayu. Tentu Naura kembali panik, dia bertanya-tanya kepada pasien didalam sana, mereka mengatakan Evano sudah dibawa keluar dari ruangan ini berserta neneknya.


Naura berpikir apakah Evano diusir dari ruangan itu, karena selalu membuat keributan.


Naura mencari kanan dan ke kiri, Naura hari ini sungguh panik, hingga dia tidak dapat berpikir jernih, padahal bisa saja dia pergi kebagian informasi menanyakan kemana anaknya dipindahkan.


"Dek" panggil Mama Ayu dari jarak 1 meter dari belakang Naura.


"Maa, Evano kenapa, kemana Evano" tanya Naura dengan suara ketakutan, dia memegang kedua tangan mamanya dengan kondisi badannya bergetar dan air matanya juga tidak sungkan untuk keluar.


"Tenang dek!" jawab mama Ayu menenangkan putrinya.


Naura menghapus kedua air matanya, setelah mendengar mamanya berkata dan dia mengambil nafas dari hidungnya yang tersumbat karena tangis yang tiba-tiba pecah, padahal dia sendiri juga sudah menahan, entah perasaan sedih bagaimana yang dia dapat saat melihat pak Kenzie, ditambah Evano yang tiba-tiba tidak ada diruangan.


"Loh kog kamu enggak tau kalau Evano sudah dipindahkan ke rawat inap nomor satu"


"Ayo ikut mama" mama Ayu pun menarik tangan Naura, tentu Naura masih sangat binggung dengan keadaan sekarang.


"Ma, jadi kalian diusir?" tanya Naura sambil terus mengikuti mamanya.

__ADS_1


"Loh, mama kira memang kamu yang setuju jika Evano pindah ruangan, mama hanya mengikuti petugas rumah sakit, dan mereka juga berkata ini karena pak Kenzie sudah membayar biaya ruang rawat inap Evano untuk satu minggu kedepan" terang mama Ayu.


"Aku sungguh tidak tau ma, pak Kenzie saja tidak pernah memberitahu ku" ucap Naura.


Hanya ketika sudah sampai diruangan Evano, Naura dan mama Ayu sudah tidak melanjutkan pembicaraan, dia lebih memih langsung memeluk Evano yang sudah terbangun dan didalam ruangan sendirian.


"Mama kenapa?" tanya Evano binggung karena tiba-tiba saja mamanya datang dan langsung memeluknya. Dengan suara yang masi lemah, Evano berusaha berbicara.


Padahal posisi Evano masih berbaring, karena Evano masi belum bisa untuk duduk tegak seperti biasa, jika dia ingin makan saja, hanya menaikan sedikit bagian ranjang rumah sakitnya ini.


"Tidak, mama hanya kangen sama kamu!" jawab mama Ayu sambil tersenyum.


"Ma, kog aku sudah disini, kan ruangan ku ramai orang punya" tanya Evano dengan polosnya.


Tentu Evano binggung pas dia bangun sudah berada ditempat yang berbeda.


"Ini hadiah dari bos mama, untuk anak yang kuat seperti kamu" jawab Naura sambil mengelus-ngelus rambut Evano.


"Sungguh ma?" tanya Evano menyakinkan diri.

__ADS_1


"Iya, maka nya kamu harus cepat sembuh ya sayang"


"Nenek juga kangen kamu dirumah ribut-ribut" cetus neneknya.


"Bukannya nenek enggak suka Evano ribut" jawab Evano sambil mendelik sang nenek.


"Kan ributnya yang buat tenang cu" jawab mama Ayu sambil terkekeh.


"Evano sudah mau pulang nek!" jawab Evano.


"Belum ya sayang, kamu harus benar-benar sehat dahulu baru boleh pulang, agar kamu enggak sakit lagi seperti saat ini" terang Naura kepada anaknya.


"Iya, Evano harus dengar apa kata mama ya" timpal sang nenek.


"Hm, iya deh ma, nenek"


"Anak baik" ucap Naura


Kemudian mencium kening Evano, dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


__ADS_2