Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
71. Bersaing


__ADS_3

Satu minggu berlalu Naura selalu menghindar dari Raymond maupun Yuno. Dia tidak ingin terlibat pembicaraan pribadi jika bertemu dengan kedua laki-laki tersebut. Jika berada dikantor maka pembicaraan mereka hanya sebatas kerjaan saja.


Kedua laki-laki terus saling mengawasi, seperti Raymond yang mengawasi pergerakan Yuno yang selalu mendekati Naura, begitu juga Yuno mengawasi pergerakkan dari Raymond.


Tentu saja Yuno binggung mengapa saat ini bosnya sangat suka sekali berada dekat Naura, apa bila dia dan Naura bersama selalu saja ada orang ketiga diantara mereka yaitu Raymond.


"Naura mengapa kamu selalu menghindar dari ku?" tanya Raymond yang berada di parkiran bersama dengan Naura yang baru saja ingin menyalakan motornya untuk segera pulang.


Terlihat di parkiran hanya tersisa motor butut Naura, mobil Raymond dan mobil milik Yuno yang orangnya tidak terlihat.


Raymond masih terus menahan motor Naura untuk di gerakkan, agar Naura tidak segera pulang, sedangkan Raymond menyetujui jika dia tidak boleh kerumah Naura jika Naura belum memberikan keputusan.


"Naura, aku mohon tolong kembalilah kepada ku" wajah Raymond tampak bersedih, tanpa sangat hilang arah.


"Ray, kamu tidak bisakah biarkan aku sedikit lebih tenang, kamu selalu menganggu ku" bentak Naura, memandang tajam ke arah Raymond.


"Maaf" lirih Naura. Yang baru tersadar karena membentak Raymond.


Disini lah hati, emosi Naura terlampiaskan kepada Raymond yang terus menerus mengejarnya, walau Naura tau jika Raymond tulus memintanya kembali dan sangat mencintai dia.


Terlihat wajah murung milik Raymond pun terlihat.


"Maaf pak, mengapa anda menganggu Naura. Bapak harus ingat bapak punya istri tidak pantas terus menganggu wanita lain" tegas Yuno yang dari tadi sudah memperhatikan Naura dan bosnya dari jauh.


Naura dan Raymond pun terkejut dengan kedatangan Yuno yang tiba-tiba dan menambah keruh suasana diparkiran tersebut.


"Yuno, kamu tidak tau apa-apa tidak usah ikut campur" ucap Raymond menatap tajam ke arah Yuno, saat ini Raymond tidak menempatkan statusnya sebagai bos Yuno, tetapi sebagai saingan memperebutkan Naura.


"Kenapa harus ada Yuno sih" batin Naura mengerutu.

__ADS_1


Saat ini hati Naura sangat lah binggung untuk memilih antara Raymond atau pun Yuno, karena keduanya terus menerus mengejar Naura.


Disisi lain, Naura juga memikirkan jika Raymond adalah orang yang memang sangat dia cintai, tetapi semua dirusak oleh keluarga Raymond dan kini anaknya yang meminta untuk papanya kembali bersamanya, hidup bersama.


Sedangkan Naura dengan Yuno, Naura memikirkan kebaikan Yuno yang selama ini selalu membantu Naura, selalu ada untuk Naura apalagi dalam keadaan duka.


"Yuno, tolong kamu pergi dulu dari sini, biar aku selesaikan urusan ku dengan Raymond" ucap Naura yang seolah kelepasan menyebut Raymond sebagai Raymond saat berada dikantor seharusnya Naura memanggilnya pak Kenzie, saat ini isi kepala Naura hanya ada nama Raymond.


"Apa, tadi kamu sebut pak Kenzie Raymond, apa aku tidak salah dengar?" tanya Yuno dengan sangat binggung, memastikan pendengaran dia.


"Yuno, aku memang lah Raymond" jawab Raymond secara langsung, karena bagi Raymond ini kesempatan dia, agar Yuno bisa mundur dengan sendirinya, karena mengetahui dia Raymond adalah mantan suami Naura, tentu Naura lebih memilih mantan suami yang dia cintai, begitu lah pikiran Raymond.


"Pak Kenzie, anda adalah Raymond?" tanya Yuno yang seakan tidak percaya.


"Iya benar, tanyakan saja pada Naura!" jawab Raymond.


Naura yang sedari tadi diam, hanya dapat mengangguk ketika mata Yuno tertuju padanya dengan sebuah pertanyaan yang tidak harus di utarakan.


"Dia mantan suami ku, ternyata dia masih hidup, hanya saja saat ini Raymond tidak bisa mengingat semua kejadian yang terjadi sama kami, dia mengalami amnesia kuat" terang Naura kepada Yuno.


"Tetapi hati dan perasaan ku hanya untuk Naura" timpal Raymond tersenyum memandang Naura.


Yuno tentu sangat tahu jika Naura sangat mencintai Raymond, ketika Naura menceritakan semua tentang masa lalunya, Yuno melihat cinta Naura yang tidak putus untuk Raymond.


"Yuno, ikut aku!" ucap Raymond kemudian membawa Yuno menjauh dari Naura.


"Apa yang mau kalian lakukan" teriak Naura, ketika melihat kedua laki-laki itu kian menjauh.


"Urusan laki-laki, kamu tenang saja" jawab Raymond.

__ADS_1


"Iya Naura" timpal Yuno.


Naura merasa lelah pun memilih untuk segera pulang, dengan pelan-pelan mendorong motornya menjauh dari kedua laki-laki tersebut, agar tidak ketahuan jika Naura seperti orang melarikan diri.


Sedangkan Raymond dan Yuno, mereka seperti terlibat pembicaraan serius.


"Yuno, saat ini saya tidak memposisikan saya sebagai bos kamu, kamu anggap saja saya orang lain atau teman mu. Saya minta kamu untuk jauhi Naura, saya tahu kamu sangat menyayangin Naura, tetapi saya masih sangat mencintai Naura, jauh dari kamu mencintai dia" ucap Raymond sambil berdiri berhadapan dengan Yuno.


"Pak, bapak tahu saya sangat menyayangin Naura, tetapi anda masih saja meminta saya untuk mundur dari Naura, apa anda tidak egois?" tanya Yuno.


Raymond sempat terdiam.


"Iya, saya tau saya egois, tapi saya ingin menebus kesalahan yang saya buat dan keluarga saya" jawab Raymond.


Tentu Yuno tau jika hal yang membuat Naura dan Raymond terpisah itu adalah mama dan kakak Raymond.


"Saya tidak akan mundur, saya akan terus memperjuangan kan orang yang saya cinta dan sayangi" jawab Yuno dengan sangat tegas dan yakin.


"Naura, sungguh laki-laki ini menyayangi mu" batin Raymond yang merasa sedikit sakit karena Naura juga ternyata sangat dicintai laki-laki lain selain dirinya.


"Baik, kalau begitu kita bersaing sehat" jawab Raymond.


"Itu yang aku mau" ucap Yuno langsung.


Kemudian kedua laki-laki tersebut ingin segera menghadapi Naura lagi, tetapi ketika di lihat motor Naura dan orangnya telah tidak di tempat.


"Dia sudah pulang" gumam Raymond, sedangkan Yuno lebih memilih menelepon Naura sambil berjalan kearah mobilnya.


"Naura kog enggak angkat" batin Yuno memukul setir mobilnya, karena saat ini dia sudah berada di mobilnya sendiri.

__ADS_1


Kemudian kedua laki-laki itu masing-masing pun lebih memilih pulang ke rumah masing-masing dan memiliki arah sendiri.


__ADS_2