
Rini semakin kesal melihat kedekatan, kemesraan, perhatian, keperdulian Zack terhadap Jeslin di rumah sakit, ingin sekali dia menjambak rambut Jeslin yang panjang tergerai indah dengan berwarna hitam berkilau. Mencakar wajah polos Jeslin. Rini merasakan kehancuran didalam diri dia, melihat mereka tidak ada malu sama sekali, bahkan tidak memperdulikan perasaan Rini.
Jeslin yang mendapat perlakuan khusus dari Zack sebenarnya merasa tidak enak terhadap Rini, hanya saja dia juga membutuhkannya. Zack pun saat ini hanya ingin Jeslin bisa tenang, baginya setelah ini dia akan menenangkan Rini dan berbicara baik-baik terhadap Rini.
Mama Vina pun begitu sakit hati melihat anaknya dihianati oleh menantu kesayangannya, dia sungguh tidak percaya. Ketika dia melihat langsung semua didepan mata kepalanya mama Vina baru percaya.
*****
Setelah beberapa hari Zack tidak pulang kerumah karena menemani Jeslin dan anak mereka dirumah yang memang Zack sediakan khusus untuk istri keduanya juga para pelayan untuk mereka.
Akhirnya Zack pun kini kembali kerumah dimana menjadi rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal dia bersama Rini.
"Pulang juga akhirnya kau" ucap Rini dengan galaknya.
"Kenapa tidak ini rumahku" jawab Zack dengan tenang.
Saat ini Zack sudah tidak mau menggunakan emosi dengan Rini, dia juga menyadari bahwa apa yang dia lakukan kepada Rini sebenarnya salah, seharusnya dia menceraikan Rini terlebih dahulu baru menikah lagi. Hanya saja dia tidak ingin berbuat dosa lebih banyak kepada Jeslin, tetap dia malah berdosa terhadap Rini karena penghianatan ini.
"Aku mau cerai" ucap Rini dengan tegas.
__ADS_1
Zack terkejut, dia tidak menyangka Rini akan mengatakan ini, dia tau jika Rini tidak mungkin bisa bertahan hidup jika tidak bersama Zack. Apa lagi selama ini Rini hidup dengan uang yang berlimpah dengan Zack.
"Kau serius?" tanya Zack menyakinkan Rini.
"Aku mau cerai dan bagi harta gono gini mu" ucap Rini dengan beraninya.
"Apa kau gila, kau sudah tau itu tidak mungkin dapat karena semua ini aku dapatkan sebelum kehadiran kau" ucap Zack seraya tersenyum.
"Apa yang kau senyum kan, itu ada hak ku" ucap Rini.
Zack hanya dapat terkekeh mendengar ucapan Rini yang di rasa membuat perutnya geli dan ingin tertawa.
"Rini, kau ini benar-benar gila" ucap Zack yang masih terkekeh.
"Aku tidak akan menelantarkan mu, apa lagi saat ini kau tidak bisa memberikan kepada pria mana pun anak seorang anak" ucap Zack.
Zack mengingat kembali jika Rini sudah mengangkat rahimnya.
Perkataan Zack membuat Rini terdiam, tiba-tiba saja dia merasa lemas di badannya yang tadi berdiri kokoh ingin melawan Zack.
__ADS_1
"Aku sudah tidak bisa hamil" lirih batin Rini. Sebenarnya kondisi ini juga membuat Rini sungguh memprihatinkan.
"Aku tidak akan meninggalkan mu" ucap Zack.
"Tapi aku tidak suka diduakan Zack" teriak Rini.
"Zack, kau harus menceraikan Jeslin" ucap mama Vina yang tiba-tiba datang dari arah tangga, dia sedang menuruni anak tangga.
"Ma" ucap Rini.
"Tidak ma, aku tidak akan pernah menceraikan Jeslin, mereka hidup ku" ucap Zack dengan sedikit keras, dia tidak suka jika ada orang lain yang tidak menyukai Jeslin dan anaknya.
"Zack, berani sekali kau membentak ku" ucap mama Vina. Dia merasa jika menantunya sangat tidak hormat terhadapnya karena ulah Jeslin, dulunya Zack tidak pernah begitu.
"Aghhhhhhh" teriak mama Vina.
"Maaaaaaaaaa" teriak Rini saat melihat mama Vina yang tergelincir dari tangga.
Karena ketidak hati-hatian mama Vina dalam menuruni anak tangga, hingga dia pun tergelincir dan langsung jatuh membentur lantai dan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Zack dan Rini yang melihat mama Vina terjatuh pun dengan cepat mendekati tubuh mama Vina, Zack pun meminta bantuan pelayan untuk membawa mama Vina kerumah sakit.
Mereka sangat panik melihat kondisi mama Vina yang tidak sadarkan diri serta darah yang mengalir dari keningnya. Rini terus menerus menangis memanggil mamanya, sama seperti waktu dimana Rini jatuh sakit mama Vina yang terus menangis.