Ibu Tunggal

Ibu Tunggal
17. Perasaan Tidak Karuan


__ADS_3

Setelah Naura keluar dari ruangan pak Kenzie, dia pun menuju langsung ke toilet. Di dalam toilet dia melihat kesebuah cermin yang besar, berada tepat didepan Naura.


"Ada apa dengan ku, ketika melihat pak Kenzie seperti melihat sosok Raymond didalamnya, padahal jelas itu bukan Raymond dan Raymond juga sudah masalalu ku!" Gumam Naura yang menatap kearah cermin, dia pun menghidupkan air di wastafel untuk mencuci muka, agar terlihat lebih baik, walau hatinya terasa kacau.


"Aku juga jelas tidak tau sekarang dimana Raymond, apa dia masih ada didunia ini atau!"


"Aku tidak berharap itu" lirih batin Naura.


Gara-gara melihat pak Kenzie lah, Naura menjadi teringat lagi akan sosok Raymond mantan suaminya sekaligus orang yang dulu sangat dicintainya.


Tetapi Naura sangat sadar itu bukan lah Raymond sang mantan suami. Mungkin di hati kecil Naura yang terdalam dia masih merindukan sang mantan suami. Naura jadi merasa terbawa perasaan karena pak Kenzie mempunyai persamaan sedikit saja dengan Raymond sudah membuatnya tidak karuan.


"Tapi istrinya genit sekali" batin Naura.


"Geli aku" Naura bergidik geli, melihat tingkah nyonya bosnya itu.


"Agh, sudah untuk apa aku urusi lagi hal itu, ini Naura yang baru bukan yang dulu lagi!" Ucap Naura menyemangati dirinya yang kini.


Naura pun cepat-cepat merapikan dirinya dan segera keluar dari toilet.


*****


Saat ini sudah waktunya karyawan Sinar Jaya untuk makan siang, termasuk Naura.


Naura hari ini diajak makan siang oleh pak Yuno disebuah kedai dekat kantor.


Naura memilih makan ayam bakar kesukaannya, sedangkan Serli tidak bisa ikut karena tugas kantor yang menumpuk untuk dia kerjakan.


Pak Yuno atau kalau diluar Naura memanggilnya Yuno, sedang memotong ayam bakarnya, seperti sangat kesulitan dengan garpu disebelah tangan kiri dan pisau khusus untuk makan ditangan kanan.


"Hehehe" Naura antara tertawa atau terkekeh melihat tingkah Yuno yang sangat lucu.


"Apa yang kamu tawakan?" Tanya Yuno yang masih berusaha memotong ayam bakar tersebut.


"Makan ayamnya gini saja!" Naura langsung mempraktekkan cara makan yang benar bagi Naura.

__ADS_1


Dia mengambil paha ayamnya dipatahkan bagian lutut mengambil paha bawanya dan langsung mengunyahnya didepan Yuno.


"Hei, kau ini makan ceroboh sekali, macam pria saja makannya!" Ucap Yuno yang merasa geli melihat Naura mempraktekkan cara makannya.


"Nah, kau tau itu cara makan pria kenapa enggak begitu saja, ribet sekali cara mu makan" protes Naura.


"Agh, ok" langsung saja Yuno mencuci tangannya dengan air khusus cuci tangan yang ada dimeja makan mereka yang memang sudah disediakan oleh pelayan kedai.


Yuno pun langsung saja mengambil paha ayamnya mengikut cara Naura.


Naura terlihat sangat bahagia, Yuno mengikuti sarannya.


"Puas?" Tanya Yuno melihat Naura yang menyembunyikan tawanya, karena takut Yuno akan cemberut.


"Hahaha, puas!" Akhirnya tawa Naura pecah juga melihat wajah Yuno yang lucu setelah makan dengan cara begitu.


"Kamu lucu" ucap Yuno, memandang Naura penuh arti.


Seketika Naura pun terdiam, kemudian berkata


"Apanya yang lucu, memang aku pelawak apa?" Tanya Naura dengan menadah dagunya dengan kedua tangan.


Dari kejauhan ada seseorang pria yang sedang memperhatikan Naura dan Yuno, padahal pria sedang bersama istrinya untuk makan siang.


Pria yang memperhatikan Naura itu adalah Pak Kenzie, sesekali dia mencuri pandang memperhatikan Naura.


Terselit rasa tidak suka dihati pak Kenzie melihat Naura bersama Yuno.


"Aku kenapa ya, melihat Naura seperti ini!" Batin pak Kenzie, yang merasa binggung sendiri.


"Kamu kenapa memperhatikan mereka terus sih?" Tanya Danita istri dari pak Kenzie.


"Ah, enggak aku memperhatikan orang-orang yang disini iya" seru pak Kenzie.


"Benarkah?" Tanya Danita.

__ADS_1


"Iya" jawab pak Kenzie sedikit malas.


Pak Kenzie merasa ini sangat tidak wajar, padahal dia sudah memiliki istri tetapi masih saja melihat wanita lain.


*****


Sore harinya ketika semua karyawan akan pulang kerja.


"Kamu disini dulu ya, aku mau keruangan Yuno" ucap Kenzie pada Danita.


"Untuk apa kamu kesana, kalau penting bisa suruh dia kesini" seru Danita.


"Kamu disini!"


"Emang aku enggak boleh tau?" Tanya Danita.


"Ini urusan ku, kamu tidak perlu tau!" Ucap kenzie.


Danita mendengar perkataan itu dengan malas.


"Sudah lah, terserah kamu!"


Pak Kenzie pun segera berjalan keruangan Yuno hanya untuk memastikan sesuatu.


"Yuno!" Panggil pak Kenzie.


"Oh, iya pak, ada apa sampai keruangan saya, kalau ada apa-apa bapak bisa telepon" jawab Yuno.


"Enggak, saya hanya mau tau! Apa hubungan mu dengan Naura!" Tanya pak Kenzie yang entah mengapa sangat ingin melontarkan perkataan itu.


"Ah, tidak ada pak, hanya teman saja!" Jawab pak Yuno dengan santai.


"Oh" jawab pak Kenzie.


Lalu berlalu pergi meninggalkan ruangan Yuno.

__ADS_1


"Aneh" batin Yuno sambil menggelengkan kepalanya.


"Jangan besok ada saja peraturan baru, bahwa karyawan lawan jenis enggak boleh ngobrol sama-sama" gumam Yuno yang melihat pak Kenzie yang sudah semakin berjalan jauh.


__ADS_2