
Di malam hari, bintang bertaburan indah diatas langit Naura dan Evano sedang menikmati bintang-bintang sambil bercengkrama, bercerita tentang apa pun yang ingin Evano ceritakan, semuanya Naura dengarkan dengan baik.
"Ma, papa sudah diatas sana ya?" tanya Evano pada mamanya.
"Iya, papa diatas sana" jawab Naura dengan tenang.
"Apa papa bahagia diatas sana ya ma? Apa papa ada diantara satu bintang itu" tanya Evano.
"Papa pasti diantara satu bintang itu, papa mu pasti bahagia, dia pasti sedang melihat kita dibawah ini" terang Naura.
Naura kini lebih berani mengatakan papanya Evano tentu akan lebih bahagia diatas sana, karena dia juga telah ke makam Raymond.
"Benar kah ma?"
"Iya nak" jawab Naura sambil merangkul Evano, mereka berdiri didepan pintu besar.
Tetapi perasaan sedih Naura tidak akan hilang begitu saja, menunggu orang yang ingin ia temui walau tidak bisa bersama, ternyata pergi meninggalkannya selamanya.
*****
Mama Vina dan kak Rini saat ini juga mereka memutuskan untuk sementara tinggal dirumah pak Kenzie.
Danita sepertinya tidak senang keberadaan mereka. Apalagi dengan kak Rini yang super cerewet.
Kak Rini saat ini sudah menikah, tetapi suaminya suka keluar negeri sangat jarang berada didekatnya, Rini lebih suka mengurusi keluarga adiknya, entah apa yang dia cari.
Saat ini pak Kenzie sedang tidak ingin diganggu, dia berada diruang kerja untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda.
"Ma, apa mama tau kalau Kenzie mandul enggak bisa punya anak?" tanya Danita menatap serius kearah mertuanya.
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan Danita, anak saya itu adalah pria sempurna" mama Vina merasa sangat tidak menerima jika anaknya dikatakan mandul oleh istrinya.
Mama Vina juga merasa terkejut jika dia tidak akan memiliki keturunan lagi, untuk meneruskan perusahaannya.
"Bukannya diawal pernikahan kamu pernah hamil anak Kenzie" suara mama Vina meninggi.
"Iya, tapi saat ini Kenzie telah mandul ma" teriak Danita
"Danita" bentak balik dari Rini, karena merasa tidak terima jika mamanya dikerasin suara oleh menantunya ini.
"Saat ini reproduksi Kenzie sudah menurun, jadi dia tidak bisa membuahi lagi, aku enggak akan pernah menjadi wanita sesungguhnya" seru Danita.
"Apa Kenzie sudah tau soal ini?" tanya mama Vina.
"Kenzie sudah tau dan tidak memperdulikan hal ini" terang Danita yang lebih sedikit menurunkan nada bicaranya.
"Semua masih ada jalannya Danita, Kenzie masih bisa berobat" jawab kak Rini.
Danita sendiri sebenarnya sangat mencintai Kenzie, tetap dia memikirkan ulang jika terus bertahan dengan Kenzie apa yang dia dapat, seorang anak yang lahir dari rahim dia sendiri saja tidak ada.
"Apa yang kami bohongi? Apa kurangnya kami selama ini membantu mu mendapatkan Kenzie?" ucap kak Rini dengan kasarnya.
"Apa kamu masih belum puas?" tanya kak Rini.
"Kalian yang membodohi ku, hingga aku masuk dalam permainan kalian, kalian juga menginginkan harta ku, untuk membantu kalian supaya mendapatkan apa yang sekarang yang sudah menjadi milik kalian" jawab Danita.
"Kita sama-sama saling membodohi" senyum jahat kak Rini.
"Tapi ma, kalau begini terus, maka perusahaan kita tidak akan ada penerus" ucap Danita pada mama Vina.
__ADS_1
"Pasti Kenzie masih bisa memberikan keturunan mama yakin itu" jawab mama Vina.
"Ma, ada kejutan buat mama, mama tau jika Raymond mempunyai anak, jadi ketika Naura dan Raymond cerai ternyata dia hamil" bisik kak Rini ke telingga mama Vina.
Mama Vina terlihat terkejut dan menyentakkan badannya. Danita yang penasaran pun memandang lurus kearah mereka. Mama Vina saat ini memang sudah sangat menginginkan seorang cucu, apa lagi cucu laki-laki untuk menjadi penerus keluarganya. Dia pun tersenyum dalam hati.
"Rahasia apa lagi yang mereka sembunyikan" batin Danita.
"Apa yang kalian bicarakan" tanya Danita kepada kak Rini.
"Belum saatnya kamu tau" jawab kak Rini.
Karena Danita sangat malas jika beradu mulut dengan kak Rini pun memilih untuk mengalah terlebih dahulu, bagi Danita apa yang enggak bisa dia dapatkan, yang saat ini dia tidak bisa dapatkan adalah hati Kenzie.
"Ma kasih tau putra mu jangan suka memandang janda itu" ketus Danita.
"Siapa?" tanya mama Vina.
"Siapa lagi jika bukan karyawan kesayangannya itu" jawab Danita.
"Maksud mu, wanita yang kemarin Kenzie ceritakan?" tanya mama Vina.
"Iya ma" jawab Danita kesal.
Mama Vina tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Naura, dia juga tidak ingin Naura terus berada didekat Kenzie.
"Begitu hebat pesona anak itu" batin mama Vina.
"Perubahan begitu banyak saja masih bisa menarik lagi" batin mama Vina.
__ADS_1
Saat ini memang hanya mama Vina dan kak Rini yang mengetahui siapa Naura. Mama Vina tidak berani langsung meminta Kenzie untuk memberhentikan Naura bekerja, karena pasti Kenzie nantinya akan menyelidiki hingga tuntas masalah ini dan menjadi masalah besar untuknya.