Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 12 Hari yang Menyenangkan Tapi.....


__ADS_3

“ Selamat Pagi Nyonya!” Sapa Dafi saat Freya melintasi ruang tamu dengan wajah yang masih terlihat sembab.



“ Pagi Tuan Dafi.” Jawab Freya tanpa menghentikan langkahnya.



“ Ada yang ingin saya sampaikan Nyonya. Apa anda punya waktu?” ucap Dafi yang berhasil menghentikan langkah Freya.



“ Baiklah.” Ujar Freya singkat.



“ Ambillah ini! Nyonya dapat langsung menggunakannya. Mulai sekarang jika anda butuh sesuatu, silahkan hubungi saya langsung.” Ucap Dafi menyerahkan sebuah kartu kredit berwarna hitam.



Mata Freya melotot dengan sempurna, saat benda pipih itu berada di tangannya.



“ kartu kredit Black Card!” gumam Freya tidak percaya dengan apa yang ia pegang.



“ Ada lagi yang anda butuhkan nyonya?” tanya Dafi.



“ Ah, maaf tuan! Terima kasih saya akan mengingat kebaikan anda.” Ucap Freya setelah kesadarannya sudah pulih.



“ Anda tidak perlu berterima kasih dengan saya. Satu lagi, anda boleh memakai area dapur untuk keperluan anda.” Terang Dafi.



“ Baik! Ini sudah lebih dari cukup. Saya janji akan menjaga kebersihannya setelah saya memakainya. Dan sampaikan terima kasih saya kepada Tuan Akram. Saya pamit terlebih dahulu tuan Dafi. Semoga hari mu selalu menyenangkan.” Ucap Freya girang segera bergegas dengan langkah yang cepat untuk berangkat ke kantor.



“ Kau sudah membereskannya?” tanya Akram yang baru turun dari tangga.



“ sudah Tuan! Dia kelihatan sangat senang.” Jawab Dafi.



“ Tentu saja, wanita mana yang tidak suka uang.” Ketus Akram dingin.



“ Ayo kita berangkat. Kita harus meninjau lokasi proyek yang akan di buka.” Lanjutnya.



“ Baik tuan!”


Sepanjang perjalanan menuju kantor, Freya terus bersenandung riang untuk mengungkapkan perasaannya. Dengan tidak sabar ia pun segera menelepon bunda Syifa untuk memberikan kabar bahagia.


Tut...tut....


“ Halo...” ucap suara dari seberang.


“ Assalamualaikum Bun!” sapa Freya senang.


“ Walaikumsalam, kedengarnnya kau lagi senang? Ada apa?” tanya bunda


“ Bagaimana kabar Ezra Bun?”


“ Masih sama.”


“ Bun, Freya ada kabar bahagia. Ezra akan segera di operasi transplantasi jantung. Masalah biaya bunda jangan khawatir, Freya sudah mendapat pinjaman uang, jadi segera di urus ya bun, sepulang kerja nanti akan Freya lunasi biaya nya.” Terang Freya dengan senang.


“ Kau baik – baik saja nak!” tanya bunda Syifa mengkhawatirkan Freya.


“ Freya baik – baik saja bun, jangan khawatir. Nanti akan Freya jelaskan semuanya ya!” ucap Freya berusaha menenangkan bunda Syifa yang merasa terbebani karena sudah merepotkan anak – anak asuhnya.


“ Baiklah! Kalau begitu bunda akan segera bicara dengan dokter agar operasinya dapat dilakukan dengan secepat mungkin.” Kata bunda Syifa.


“ Ok bunda. Assalamualaikum.”


“ Walaikumsalam.”

__ADS_1


Panggilan pun terputus, Freya tidak sabar agar segera tiba di kantor untuk memberikan kabar bahagia ini. Meskipun ia belum menyiapkan alasan untuk dijelaskan kepada Darren


“ Selamat pagi semua!” sapa Freya girang.


“ Pagi!” ucap Arsy, Cakra dan Darren yang juga baru tiba.


“ Wah! Kelihatannya ada yang sedang bahagia ne? Bagi ke kita dong!” ledek Cakra.


“ hahahahah, kau apaan sih! Kan aku memang selalu bahagia.”


“ Beda tahu.” Ucap Arsy menelisik wajah Freya.


“ Kau baik – baik saja?” tanya Darren.


“ Sangat baik! Ayo kita siap – siap pergi ke proyek untuk mencoba pemasaran kita.” Ajak Freya semangat.


“ Tapi Freya, bukankah itu sudah menjadi tugasmu dengan pak Ketua? Kami bertiga akan menyelesaikan untuk produknya yang ada di pabrik.” Ucap Arsy.


“ Ah iya benar! maaf!..huft..” hela Freya.


“ Kau pasti bisa!” ucap Darren.


“ Ehm....”


“ Pagi semuanya!” sapa Gio



“ Pagi pak ketua!” jawab mereka serentak.



“ Bersiaplah bu wadiv 10 menit lagi kita akan ke proyek.” Titah Gio



“ Baik pak!” jawab Freya tegas.



Setelah menyiapkan berkas – berkas yang dibutuhkan, Freya menghampiri meja Darren.



“ Pulang dari kantor jemput aku di proyek, aku sudah mendapatkan uangnya.” Bisik Freya yang sukses membuat Darren terkejut.




“ Ah, sudah kuduga ekspresi mu seperti itu. Kau tenang saja kau masih suci kok! nanti aku jelaskan. Ok!” jelas Freya santai.



“ Awas kalau kau berbuat nekat.” Ancam Darren


“ Kau tenang saja!”



“ Aku berangkat ya! Kerja yang benar!” seru Freya meninggalkan ruangan.



“ Dasar! Huuuhhhh, padahal mereka sangat serasi. Kalau bekerja selalu terlihat kompak. Sampai – sampai aku pikir mereka pacaran lho karena terlihat sangat dekat seperti itu.” Ucap Arsy.



“ Kenapa kau berpikiran seperti itu hah, kan wajar sesama ketua dan wakil harus kompak.” Kata Cakra.



“ Dasar tidak peka.” Omel Arsy.



“ Sudahlah! Jangan membicarakan orang lain di belakangnya.” Kata Darren menengahi.



“ Ohya, kau sendiri sejak kapan kalian dekat? Sementara kau adalah karyawan pindahan dari cabang setahun yang lalu.” tanya Arsy memicingkan matanya.



“ Kami berteman sejak di Panti asuhan.” Jelas Darren.


__ADS_1


“ Apa?” ucapa Arsy dan Cakra terkejut.



“ Kau juga berasal dari panti asuhan? Pantas saja kalian terlihat seperti saudara. Ah kenapa kalian merahasiakannya pada kami sih!” sesal Arsy.


“ Ku rasa itu tidak penting.” Cuek Darren.



“ Ah dasar kau payah!” cebik Arsy kesal.



“ Selamat Pagi pak! Saya Gio Ketua Tim Pemasaran dari Perusahaan HVZ Group. Dan ini wakil divisi nona Freya.” Sapa Gio saat memasuki ruang rapat yang ada di salah satu perusahaan yang baru beroperasi.



“ Selamat pagi pak Gio dan nona Freya! Senang bertemu dengan kalian. saya Agra penanggung jawab lapangan. Mari silahkan duduk.” Jelas pak Agra.



“ Terima kasih Pak!”



Krieettt.....pintu ruangan terbuka dan muncullah seorang pria yang berpostur tinggi bak seorang model dengan balutan setelan jas model slim fit berwarna hitam pekat yang melekat di tubuh kekarnya. Di belakangnya di susul dengan seorang pria lagi yang usia nya tidak jauh dengan pria yang di depan.



“ Selamat datang Tuan!” sapa pak Agra sembari menundukkan tubuhnya memberi hormat yang di ikuti oleh Gio dan Freya.



“ Ehm....duduklah!” ucap pria tersebut menduduki kursinya.



Deg....jantung Freya berdegub kencang setelah mendengar suara yang tidak asing baginya.


“ Terima kasih Tuan!”



Dengan mengangkat wajahnya, Freya begitu terkejut dengan sosok yang sangat ia kenal.



Suasana ini membuatnya tak nyaman, mengapa perusahaannya harus bekerjasama dengan perusahaan pria tembok tersebut.



‘ Mengapa aku bisa terjebak begini sih! Apa tidak cukup berhubungan secara pribadi, kenapa malah dalam pekerjaan juga sih!’ ucap Freya dalam hati.



“ Senang bekerja sama dengan anda tuan Akram! Semoga ke depannya kerja sama ini berjalan dengan baik!” ucap Gio membungkukkan sedikit tubuhnya.



“ saya harap begitu! selebihnya asisten saya yang akan menjelaskannya.” Ucapnya singkat.



“ Baik tuan! Untuk menjelaskan konsep pemasaran dari kami, wakil saya yang akan mempresentasikannya.” Ujar Gio yang mengisyaratkan Freya segera menyiapkan bahannya.



Dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya, Freya berusaha mempresentasikannya dengan sebaik mungkin. Tatapan tajam Akram tak terlepas dari wajah Freya yang semakin membuatnya gugup.



“ Demikian rencana dari strategi pemasaran kami Tuan! Mohon koreksinya!” ucap Freya mengakhiri presentasinya.



Suasana semakin mencekam, tidak ada suara yang terdengar hanya hembusan nafas yang terpaksa keluar.



“ Mengecewakan.” Ucap Akram dingin beranjak dari kursinya dan meninggalkan ruang rapat tanpa menghiraukan mereka.



“ Hahhh.” Spontan Freya terperangah tidak percaya, baru kali ini hasil presentasinya di patahkan begitu saja. Selama ini Freya merupakan karyawan yang sangat handal dalam mempresentasikan dan dapat meyakinkan pihak klien.


__ADS_1


“Tapi ....kali ini? Apa yang salah?” gumam Freya yang masih membatu di posisinya.


__ADS_2