
" Darren! Mana Freya?" Tanya Arsy setelah 15 menit tiba di kantor tapi tak kunjung juga kelihatan batang hidung sahabatnya.
" Dia izin, tadi aku baru memberikan surat izinnya kepada pak Gio." Jawab Darren.
" Izin? Dia sakit?" Tanya Arsy.
" Iya, kemarin dia nelpon aku katanya sudah dua hari ini dia tidak enak badan." Terang Darren.
" Haish, anak itu bisa sakit juga rupanya! Aku pikir dia terbuat dari besi yang gak pernah merasakan sakit." Cebik Arsy.
" Dia juga manusia kali." Potong Cakra yang baru datang.
" Lah, kau baru datang? Kenapa telat?" Tanya Arsy.
" Motor ku mogok!" Jawab Cakra.
" Memangnya Freya sakit apa?" Tanya Cakra.
" Entahlah!" Cebik Darren mengangkat kedua bahunya.
Sementara itu.
" Anda yakin dok? Dengan hasil pemeriksaannya?" Tanya Freya kepada seorang dokter obgym wanita yang terlihat sudah berumur 40 an.
" Benar nona Freya! Hasil dari lab sudah teruji secara klinis dan selaput dara anda masih baik - baik saja tidak ada tanda - tanda bekas aktivitas seksual. Jadi, kondisi kesehatan anda yang tidak sehat bukan di sebabkan karena anda hamil. Anda hanya terlalu lelah dan stres jadi daya imun anda sedikit menurun." Jelas sang dokter dengan ramah.
" Benarkah dok? Jadi saya masih perawan? Ah syukurlah, saya pikir saya sudah tidak perawan lagi." Ucap Freya mengelus dadanya merasa lega dan senang.
" Benar nona! Maaf kalau saya lancang! Kenapa anda terlihat begitu panik? Anda bisa sekalian konsultasi kepada saya. Rahasia pasien adalah janji sumpah dokter untuk merahasiakannya." Ucap dokter obgym dengan hangat.
" Ah, begini dok! Saya belum menikah tetapi sebulan yang lalu saat saya melaksanakan tugas dinas keluar kota, saat menghadiri sebuah acara klien saya tidak sengaja meminum jus yang telah di sediakan tetapi setelah 10 menit tubuh saya terasa panas dan hasrat untuk di sentuh sangat kuat, saya tidak tahu apa yang terjadi tetapi jika saya bersentuhan dengan seorang pria hasrat ingin lebih begitu besar dan tak tertahankan. Jadi saat ada seorang pria yang membawa saya keluar dari ruangan saya sudah tidak sadar dan hanya ingin melakukan yang lebih untuk meredakan rasa panas di tubuh saya. Pagi hari saat saya terbangun saya sudah berada di ranjang kamar hotel bersama pria tersebut. Dan yang lebih parahnya saya tidak ingat sedikitpun kejadian malam itu." Jelas Freya merasa sedih dan malu saat menceritakan kembali peristiwa malam yang menghantuinya.
" Oh jadi begitu ceritanya! Anda tidak sengaja meminum minuman yang sudah tercampur dengan obat perangsang dan itu menyebabkan gairah seksual anda sangat tinggi dan terus meningkat jika tidak di selesaikan dengan cara berhubungan intim." Jelas sang dokter.
" Lalu jika anda mengatakan saya masih perawan bagaimana cara pria tersebut untuk meredakan gairah saya dok?" Tanya Freya penasaran.
__ADS_1
" Memang ada cara lain untuk meredakannya meski tidak dengan berhubungan tetapi hasilnya akan lama untuk menghilangkan efeknya." Ucap sang dokter.
" Bagaimana caranya dok?"
" Berendam di air dingin atau air es, sampai rasa panas tersebut perlahan - lahan mereda sendiri." Jelas sang dokter.
" Ooh jadi begitu ya dok! Syukurlah kalau begitu dok!" Ucap Freya.
" Iya nona, dan menurut saya anda telah beruntung bertemu dengan pria tersebut yang tidak mengambil kesempatan untuk keegoisannya. Jika boleh saya memberi saran raihlah pria tersebut jangan sampai di lepas. Dia benar - benar pria yang jentle dan sangat menghargai wanita apalagi wanita yang sangat berharga baginya." Jelas sang dokter yang membuat hati Freya merasa galau.
" Ahhh,, itu mungkin saya lagi beruntung saja dok! Saya merasa rendah diri jika bersanding di sisinya." Ucap Freya merasakan insecure terhadap dirinya sendiri.
" Masalah jodoh siapa yang tahu nona! Jika Allah sudah berkehendak tak ada yang tak mungkin bagi - Nya." Ucap sang dokter memberi semangat.
" Ahh terima kasih dok!" Ucap Freya canggung.
" Baiklah nona Freya, ini resep obat yang harus anda minum secara rutin. Semoga anda cepat sehat dan menemukan jodoh seperti pria tersebut." Ucap sang dokter memberi semangat dengan sebuah senyuman yang tulus.
"Baik dok! Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Mendengar penuturan dokter saya sudah semakin membaik dan sehat." Ujar Freya semangat.
" Hufttt, ahhhhh syukurlah aku masih perawan. Jadi perasaan yang selalu menghantuiku selama ini langsung hilang seketika. Ahh sabat ya! Belum saatnya kamu di huni oleh seorang makhluk yang imut. Hehehehhe." Gumam Freya sambil mengusap - usap perutnya yang datar.
" Ehhh,,jika aku masih perawan lalu kenapa setelah malam itu tuan Akram berkata seolah - olah telah terjadi di antara kami? Ah dasar, berani - beraninya dia mengerjaiku. Ckkkk!" Cebik Freya kesal jika mengingat ekspresi Akram yang menunjukkan telah terjadi sesuatu.
" Awas saja kau tuan Akram! Akan ku balas kebohonganmu itu pada ku!" Geram Freya mengepalkan tangannya dengan kuat.
" Baiklah! Sepulang kerja bagaimana kalau kita menjenguknya! Sudah lama sekali gak main ke rumahnya, terlebih besok kan week end! Aku mau menginap di rumahnya!" Ajak Arsy menggebu - gebu.
" Ehm, boleh juga! Baiklah aku akan membeli makanan dan minuman jadi kita akan makan bersama di rumah Freya." Sambut Cakra semangat.
" Ckkk, kalian ini apa - apaan sih! Orang masih sakit kalian malah ingin membuatnya repot! Kalau kalian mau menjenguknya sebaiknya kalian kabari dulu, soalnya dia tidak tinggal di apartemen itu lagi." Ucap Darren.
" Apa? Sejak kapan? Aissshh dasar anak itu ya, sudah pindah rumah kenapa diam - diam begitu sih! Awas kalau kita bertemu nanti." Ucap Arsy kesal.
" Sudahlah! Gak perlu kesal begitu! Mungkin dia ada alasannya jadi kita hanya perlu mensupport nya jangan malah memojokkan." Nasehat Darren.
__ADS_1
" Ehmm, kau benar! Sebagai sahabatnya apa pun yang terjadi padanya kita harus selalu ada untuknya jangan pula menghakiminya." Timpal Cakra.
" Iya iya, kalian benar! Kalau begitu nanti aku telepon dulu." Ucap Arsy.
" Ok, kalau begitu kita siapkan pekerjaan ini jangan sampai menjadi pr di akhir pekan." Timpal Cakra.
" Ayo siapa takut! Kita selesaikan secara bersama - sama." Imbuh Arsy mengepalkan kedua tangannya.
" Ckkk, kalian ini kekanak - kanakan sekali." Cibir Darren.
" Biari." Ucap Arsy dan Cakra bersamaan.
" Huft.... Syukurlah aku masih perawan!" Gumam Freya menyandarkan tubuhnya di bangku taman kota.
" Dua hari minta cuti! Bosan juga rasanya." Freya menghirup nafasnya dengan dalam dan menghembuskannya.
Drrrttttt.....drttt......
" Haish..siapa lagi sih yang menelpon!"
" Halo! Apa....? Sekarang?" Teriak Freya bar mendapat ketenangan malah datang lagi suatu masalah.
"........."
" Hah! Iya ya.. baiklah!" Jawab Freya pasrah.
"........."
" Ckk...dasar kau ya! Ish...seenaknya saja mematikan panggilan begitu saja." Cebik Freya kesal.
" Haish bagaimana ini? Aku sudah berbohong kalau apartemenku sudah ku sewakan lalu bagaimana caranya aku mendapat kos - kosan dalam waktu 2 jam." Gumam Freya panik sambil berjalan mondar - mandir.
" Ah...aku tahu!" Teriak Freya setelah mendapat ide yang bagus.
Tanpa membuang waktu iapun menelepon seseorang yang bisa di andalkan.
__ADS_1
" Ah, kau benar - benar beruntung Freya! Masalah mu dapat teratasi dengan cepat. Kalau begitu aku akan menuju kesana." Ucap Freya girang langsung pergi meninggalkan taman.