Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 14 Dara atau Cleona


__ADS_3

“ Daraaa.....?”


“ Cleonaaaa....?”


Ucap Darren dan Akram bersamaan saat kedua pria tersebut tanpa sengaja melihat seorang wanita muda sedang duduk sambil tersedu di depan sebuah lobi rumah sakit.


Mendengar namanya di sebut oleh seseorang membuat wanita tersebut mengangkat wajahnya. Seketika bola matanya membulat sempurna dengan wajah yang terkejut setelah mengetahui pria yang ada di depannya.


Tidak ingin mereka menyadari dirinya tanpa membuang waktu, wanita tersebut berbalik arah dan berlari sejauh mungkin untuk menghindari kedua pria tersebut.


Namun, langkahnya terhenti saat kedua lengannya di cekal oleh kedua pria tersebut.


“ Tunggu...?” ucap Darren dan Akram bersamaan. Mereka pun saling menatap tajam dengan tatapan yang sulit di artikan.


Dengan sekuat tenaga, wanita tersebut berusaha untuk melepaskan tangannya dari genggaman kedua pria tersebut namun usahanya tidak berpengaruh sama sekali.


Ia hanya pasrah menahan rasa nyeri dari tangannya yang tercekal kuat oleh kedua pria tersebut yang seakan – akan tidak ingin melepaskan mangsanya.


“ Kemana saja kau selama ini tanpa kabar hah..?”


“ Kenapa kau berbohong hah....”


Ucap Akram dan Darren bersamaan dengan saling menatap.


Keringat dingin terus mengalir deras dari dahi wanita tersebut yang tak lain adalah Dara atau Cleona. Tidak ingin ia terjebak dalam situasi yang tidak menyenangkan, ia dengan sekuat tenaga berusaha menarik tangannya.


“ Sakit.....!” rintih Dara atau Cleona dengan memasang wajah yang kesakitan.


Melihat wanita yang pernah singgah di hati mereka, Akram dan Darren tanpa sengaja melonggarkan cekalan mereka. Tanpa menyia – nyiakan kesempatan, Dara atau Cleona menarik tangannya sekuat tenaga dan berlari dengan secepat mungkin agar terhindar dari kejaran mereka.


“ Cleonaaaa.....?”


“ Daraaaaa......?”


Panggil mereka bersamaan dan mengejar sosok wanita tersebut.


“ Maaf!” gumam Dara atau Cleona terus berlari tanpa menghiraukan orang – orang yang ada di depannya. Ia terus menerobos orang yang lalu lalang menuju pintu keluar rumah sakit. Ia pun bersembunyi dari kejaran kedua pria tersebut.


“ Hosh.....hosh.....hosh.....” mereka berlari sampai ke parkiran rumah sakit tetapi sosok yang mereka kejar tidak terlihat bayangannya yang tenggelam di tengah – tengah gelapnya hari.

__ADS_1


“ Ah sial! Kemana dia perginya.” Umpat Akram kesal.


Ia pun menoleh ke arah Darren yang juga terlihat kesal di wajahnya.


“ Cih....!” dengan tatapan yang tajam ia melihat ke arah Darren dan berlalu meninggalkannya begitu saja.


Melihat tingkah pria yang tak di kenalnya membuat Darren semakin kesal. Ia hanya menatap sosok bayangan pria tersebut hingga hilang di sebuah belokan.


“ Siapa pria itu? Kenapa ia bisa mengenal Dara?” gumam Darren semakin penasaran dengan pria tersebut yang begitu terkejut saat melihat Dara. Sama halnya dengan dirinya yang sangat terkejut bertemu Dara setelah 15 tahun tidak pernah bertemu sama sekali.


Dengan membawa kekesalan, Darren pun kembali masuk ke rumah sakit untuk bertemu dengan Freya dan Bunda Syifa.


Beberapa jam yang lalu.


Tok tok tok...


“ Masuk.”


“ Permisi tuan! Saya ingin melaporkan kegiatan nyonya Freya yang menggunakan uang tersebut. Menurut transaksi tiga puluh menit yang lalu, nyonya melakukannya di sebuah rumah sakit untuk melunasi biaya operasi transplantasi jantung.” Jelas Dafi


“ Biaya operasi transplantasi jantung?” tanya Akram


“ Benar tuan! Pasien tersebut bernama Ezra Wisnu Putra seorang anak laki – laki yang berusia 10 tahun. Ia di vonis menderita penyakit kelainan jantung yang tidak beroperasi secara normal sejak lima tahun yang lalu. Kondisi terakhir, jika anak tersebut tidak segera melakukan trasnsplantasi jantung makanya nyawanya akan terancam.”


“ Sudah tuan! Karena nyonya Freya sudah melunasi semua administrasinya maka operasi akan di laksanakan minggu depan di rumah sakit Jantung Our Heart.” Jelas Dafi.


“ Bukankah kau bilang wanita itu hidup sebatang kara? Lalu mengapa ia sampai mencari uang hanya demi seorang anak kecil yang tidak memiliki hubungan apapun.”


“ Anda benar tuan, mereka tidak memiliki hubungan darah tetapi anak tersebut merupakan salah satu anak Panti Asuhan Kasih Pelita. Dan ternyata nyonya juga berasal dari Panti Asuhan tersebut, sejak bayi nyonya tumbuh di panti Asuhan hingga berusia 18 tahun ia memutuskan untuk hidup mandiri dengan melanjutkan kuliah dari beasiswa yang ia dapat. Dan bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.”


“ Ehm..... Panti Asuhan Kasih Pelita.” Gumam Akram tidak fokus dengan pekerjaannya dan pikirannya menerawang jauh pada kejadian 15 tahun yang lalu.


Tanpa berpikir panjang, Akram bangkit dari kursi kebesarannya meninggalkan kantor dan pekerjaannya begitu saja yang merupakan di luar dari kebiasaannya yang selalu menomor satukan pekerjaannya apa pun yang terjadi


“ Ayo ke rumah sakit.” Titah Akram yang di anggukkan oleh Dafi.


“ Baik tuan.” Ucap Dafi yang berjalan menyusul langkah Akram dari belakang.


‘ Aneh sekali! Kenapa tuan tidak bisa fokus.’ Ucap Dafi dalam hati begitu terkejut melihat ekspresi Akram yang begitu mengkhawatirkan sesuatu.

__ADS_1


Pasalnya selama 10 tahun ia bekerja dengan Akram tidak pernah kehilangan fokus saat bekerja tak terkecuali saat ia menjalin hubungan dengan kekasihnya yang telah menghilang tanpa kabar.


Dengan menambahkan kecepatan mobilnya Darren, terus mengemudi menembus jalan raya yang terlihat cukup padat. Ia terlambat untuk menjenguk Ezra sekaligus menjemput Freya ke rumah sakit berhubung ada pekerjaan darurat yang harus ia selesaikan hari ini juga.


Setelah memberi kabar kepada Freya bahwa ia akan telat, Darren berusaha secepat mungkin meskipun hari mulai gelap.


Sesampai di rumah sakit, Darren melajukan langkahnya menuju ruangan Ezra, namun saat di ruangan ia tidak melihat bunda Syifa maupun Freya. Ia pun langsung menuju ke taman di mana bunda Syifa sering berkunjung.



Saat melewati, lobi rumah sakit tanpa ia sadari melewati seorang wanita muda yang duduk dengan kepala tertunduk dan terdengar suara sesenggukan dari wanita tersebut.



Entah mengapa perasaan Darren begitu berkecamuk saat mendengar suara isak tangis dari wanita tersebut mengingatkannya dengan suara tangisan anak kecil yang sangat familiar di benaknya.



Dengan menghentikan langkahnya, Darren memperhatikan wanita tersebut yang berjarak hanya beberapa meter di depannya.



Ingatannya melayang kepada sesosok gadis kecil yang rapuh dan manja yang selalu bergantung padanya 15 tahun yang lalu. Dan sosok tersebut terlihat pada sosok wanita muda yang sedang tertunduk di depannya.



Tanpa sadar Darren memanggil wanita tersebut dengan sebuah nama yang selalu terpatri kuat di benaknya.



“ Daraa.....!” di saat yang bersamaan Darren memanggil nama tersebut juga terdengar seseorang memanggil wanita tersebut dengan sebuah nama yang lain.



“ Cleonaaaa....” panggil seorang pria yang tak lain adalah Akram yang langsung ke rumah sakit setelah mendengar penjelasan dari Dafi.



Namun, Akram tidak sendirian. Saat ia memanggil sosok wanita yang begitu familiar baginya tanpa ragu. Seorang pria juga memanggil nama wanita tersebut dengan sebuah nama yang berbeda.

__ADS_1



Saat wanita tersebut mengangkat kepalanya, alangkah terkejutnya Akram dan Darren melihat sosok wanita yang mereka cari selama ini ternyata telah berada tepat di hadapan mereka.


__ADS_2