
“ Ah dasar kau menyedihkan sekali nasib mu Freya, kau di campakkan begitu saja oleh pacarmu! Sekarang kau malah menjadi pengantin pengganti.” Ucap Freya melihat dirinya dalam pantulan cermin yang masih mengenakan gaun pengantinnya yang berada di kamar di hotel itu juga.
Cukup lama Freya mengamati dirinya dan meratapi nasibnya yang kurang beruntung, pernikahan yang sangat di impikan oleh setiap wanita terlebih dengan orang yang ia cintai, namun hal ini tidak berlaku bagi Freya, pernikahan yang di alami di usia 26 tahun ini merupakan pernikahan yang menyedihkan.
Freya mengamati di sekeliling kamar yang merupakan kamar presidential suite dengan kelengkapan fasilitas yang ada. Kamar yang disediakan untuk sepasang pengantin baru yang akan menghabiskan malam pertamanya. Kamar yang sudah di dekorasi sedemikian romantis yang di hiasi dengan kelopak bunga mawar merah dan sebuah lilin yang memiliki aroma khas untuk menciptakan suasana yang hangat. Tentunya ini semua akan di lewati oleh sepasang pengantin yang sesungguhnya.
“ Dasar, kamar seperti apa ini. Casing nya saja yang sangat romantis tetapi kenyataannya sangat berbeda. Ah tentu saja tuan dingin itu mana mungkin masuk ke kamar ini dengan wanita asing. Tapi sudahlah, kau sudah terlanjur masuk ke sandiwara ini Freya, sekarang lakukan saja tugas mu dengan baik sampai batas waktu yang ditentukan.” Ucap Freya meratapi nasibnya yang menyedihkan.
Malam pertama yang sangat dinantikan oleh semua pasangan pengantin baru di sebuah kamar yang di dekorasi sedemikian romantis untuk menghabiskan malam mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang. Namun hal itu sangat berbeda yang di alami Freya, di malam pertamanya setelah ia resmi menjadi seorang isteri dari Akram Mazhar Ghazalan ia lalui dalam kesendiriannya.
Sementara keberadaan Akram ia tidak tahu sama sekali. Dan sesuai isi dari kontrak pernikahan mereka yang tidak mencampuri urusan pribadi masing – masing. membuat Freya tidak ingin tahu dan ambil pusing akan hal itu.
“ Ah baiklah, sekarang waktunya aku akan memanjakan tubuh ku ini dengan santai dan tentram. Aku akan berendam di air hangat sampai kulitku keriput. Hahahaahah.” Gumam Freya berusaha melepaskan resleting gaun pengantin yang berada di punggungnya.
Namun tangannya tidak sampai ke bagian bawah punggungnya. Dengan berusaha sangat keras Freya mencari cara agar resleting dapat di buka. Namun tetap saja resletingnya tidak dapat dibuka dengan tangannya sendiri.
“ Hah, ribet amat sih ni gaun! Masa iya aku harus berendam mengenakan gaun pengantin. Huft dasar.....” rutuk Freya kesal sudah hampir 15 menit ia tidak dapat membuka resleting gaunnya.
Sreeeeettttt......sebuah tangan yang kekar menarik resleting gaun pengantin Freya hingga ke bawah sehingga terpampanglah penampakan sebuah punggung yang indah dan halus sempurna.
__ADS_1
Merasa resletingnya ada yang menarik dari belakang sontak membuat Freya terkejut, dan langsung membalikkan tubuhnya menghadap sang pemilik tangan. Dengan menyilangkan kedua tangan Freya ke depan dadanya agar gaunnya tidak melorot ke bawah.
“ Ah Tuan! Apa yang anda lakukan di sini?” ucap Freya melebarkan matanya. Sangat terkejut melihat sosok Akram yang sudah berdiri di depannya.
“ Kau ingin memakai gaun ini semalaman?” tanya nya dingin
“ Ah anu, ya tidak lah. Kurang kerjaan banget memakainya semalaman.” Ucap Freya melihat sosok Akram yang sudah berganti pakaian dengan memakai pakaian santainya.
“ Ah terima kasih Tuan! Aku akan membersihkan diriku. Sudah gerah banget ne!” ucap Freya langsung berlari ke kamar mandi untuk menutupi kegugupannya.
“ Huft, gila! Bikin copot jantung aja sih, tiba – tiba masuk ke kamar.” Gumam Freya sambil melepas gaun dan aksesoris yang melekat di tubuhnya.
Byurrrr....Freya langsung menyeburkan tubuhnya di buth up yang sudah terisi dengan air hangat dan di tambah dengan ramuan – ramuan yang beraroma terapi.
“ Ah apaan sih kau Freya, itu adalah kejadian yang tidak terduga. Kau jangan berpikiran yang macam – macam. Anggap saja ia menolongmu. Tanpa dia kau tidak bisa berenadam di sini.” Gumam Freya menenangkan hatinya yang sedikit terganggu akan sentuhan Akram. Pasalnya baru kali ini seorang pria melihat tubuh polosnya secara langsung meskipun hanya bagian punggung. Tentu saja membuat Freya merasa malu.
Freya pun menikmati terapi air hangatnya berendam di buth up. Ia pun berusaha melupakan Geo dari hidupnya meskipun sakit dan membutuhkan waktu yang lama. Tanpa di sadari oleh Freya ia tertidur sangking lelahnya.
Di kamar, Akram merasa bosan sudah 30 menit menunggu Freya yang tak kunjung keluar dari kamar mandi. Meskipun ia bersikap dingin namun kali ini entah mengapa ia mengkhawatirkan Freya. Tanpa berpikir panjang ia pun mengetuk pintu kamar mandi dengan kuat. Tidak ada tanda – tanda di buka, Akram langsung mendobrak pintu sekuat tenaga.
__ADS_1
Setelah pintu berhasil terbuka, Akram langsung masuk ke kamar mandi melihat keadaan Freya yang tidak ada kegiatan mandi sama sekali.
Ia begitu terkejut kala melihat Freya terlelap di dalam buth up yang masih penuh oleh air, tanpa membuang waktu Akram menyambar sebuah handuk putih yang tergantung lalu membalutkannya ke tubuh polos Freya dan mengangkat tubuh mungil Freya keluar dari buth up. Setelah di baringkan ke ranjang, Akram memanggil salah satu pelayan wanita ke dalam kamar mereka.
“ Dasar wanita ceroboh. Bisa – bisanya kau tertidur saat berendam.” Dengus Akram kesal sambil mengamati Freya yang masih tertidur pulas.
Namun, matanya tertuju ke arah lengan kanan Freya yang tidak tertutupi oleh selimut.
Tanpa di sadari Akram, dengan perlahan ia menyentuh lengan kanan Freya yang memiliki sebuah tanda luka seperti terbakar atau terkena api.
“ Ini? Kenapa kau bisa ada luka seperti ini?” ucap Akram sangat terkejut melihat bekas luka bakar yang ada di lengan kanan Freya. Ingatan Akram langsung tertuju pada peristiwa kecelakaan 15 tahun yang lalu. Namun ia berusaha menepis semuanya.
“ Ah, mungkin ini hanya kebetulan saja.” Ucap Akram menepis pikirannya yang tidak pasti.
Selang beberapa menit, terdengar pintu kamar di ketuk oleh seseorang dari luar. Dengan segera Akram membuka pintu dan mempersilahkan pelayan wanita untuk masuk.
“ Ada yang bisa saya bantu Tuan!” ucap seorang pelayan wanita yang sudah bekerja lama pada keluarga Ghazalan.
“ Kau ganti lah pakaian wanita itu tanpa membangunkannya.” Perintah Akram.
__ADS_1
“ Baik Tuan!” ucapnya sambil menundukkan tubuhnya dan segera masuk ke kamar untuk memakaikan pakaian ke tubuh Freya yang masih terlelap.
Sementara Akram pergi menuju ke ruang kerja. Ia menjatuhkan bokongnya ke kursi meja kerjanya. Ia memijit hidungnya dengan mata yang terpejam. Luka bakar yang dimiliki Freya masih melekat kuat di ingatannya. Pikirannya mulai terganggu, ia pun berusaha mengalihkan ingatannya ke calon tunangannya Cleona yang sampai saat ini masih belum ada kabar juga.