
" Hei! Benarkah artikel ini? Sepertinya wanita yang ada di foto tersebut tidak asing!" Tanya Arsy kepada Cakra yang 10 menit lebih awal tiba di kantor.
" Iya kau benar! Bagaimana kau bisa mendapat artikel itu? Bukankah sudah di hapus semua?" Tanya Cakra.
" Heheheh, ada deh! Aku berhasil mendapat salinannya sebelum di hapus." Cengir Arsy.
" Haah, itu namanya plagiat tahu apalagi kalau sampai kau sebarkan tu artikel bisa - bisa kau tak akan dapat ruang lagi di bumi ini!" Ucap Cakra memperingati Arsy agar tidak pernah berurusan dengan orang yang ada di dalam artikel tersebut.
" Iya ya, aku tahu. Aku hanya menyimpannya sebentar habis itu akan ku hapus kok. Kau tahu meskipun artikelnya sudah di hapus, tetapi sampai sekarang orang - orang terus saja membahasnya terutama kaum hawa. Pasti mereka akan memusuhi berjamaah kepada wanita yang ada di dalam foto tersebut." Jelas Arsy.
" Termasuk kau kan!" Potong Cakra.
" Hehehehee...." Cengir Arsy.
" Kau lihatlah wanita ini baik - baik! Bukankah ini salah satu model ternama di Inggris? Aku sampai membaca biografi sang model, bahwa dia semasa kecilnya pernah menyelamatkan nyawa seorang anak laki - laki dalam peristiwa kebakaran di salah satu panti asuhan yang kala itu sedang di gelar acara amal." Jelas Arsy.
" Benarkah! Kau sampai tahu kisah yang seperti itu?" Tanya Cakra.
" Eh...kau bilang model tersebut pernah terlibat insiden kebakaran di panti? Bukankah hal tersebut sama juga yang dialami oleh Freya dan Darren semasa kecilnya?" Imbuh Cakra langsung mengaitkan masa lalu kelam Freya.
" Ah, ya ampun! Kau benar! Kenapa baru ku sadari sih! Jadi apa kemungkinan model tersebut juga salah satu anak panti yang sama dengan Darren dan Freya?" Ungkap Arsy dengan mata yang melotot.
" Tau....tanya aja langsung ma orangnya!" Ucap Cakra.
" Ah, benar - benar berita yang sangat mengerikan. Terlebih mereka menyinggung tuan Akram yang rumornya merupakan seorang pria berhati besi yang dingin tidak ada ampun bagi orang - orang yang telah mengusiknya, baik sengaja maupun tidak." Ucap Arsy bergidik ngeri membayangkan wajah Akram yang terlihat sangar dan menakutkan.
" Iiihhhhh..." Igau Arsy ngeri.
" Ckkk... Kau sedang apa sih! Yang penting jari mu tu di jaga benar agar tidak merugikan dirimu sendiri." Ingatkan Cakra.
" Haiiii! Selamat pagi semua!" Teriak Freya menyapa kedua rekannya yang sudah berada di meja mereka masing - masing.
" Freyaaaa, kau sudah sehat? Ah syukurlah!" Ucap Arsy langsung memeluk Freya yang baru tiba.
" Ih, biasa aja kali! Kayak baru pulang dari tkw aja." Cebik Freya.
" Kangen tahu!" Decak Arsy.
" Ohiya , Frey? Kau sudah lihat rumor yang sedang viral gak?" Bisik Arsy ke telinga Freya.
" Rumor apa?"
" Ish,,dasar kau! Masak rumor yang sedang heboh begini kau tidak tahu sama sekali sih! Dasar payah, nih lihat lah!" Ucap Arsy sambil menyodorkan handphone nya.
__ADS_1
" Kau dapat dari mana?" Tanya Freya yang sudah tidak terkejut tentang rumor yang sudah ia lihat terlebih dahulu.
Sebelumnya
" Tuannnn!! "Panggil Freya dengan cemas setelah melihat sebuah artikel yang baru saja dia dapat dari Diandra.
" Tuann!" Teriak Freya sambil mencari sosok yang ia sebut - sebut namanya tetapi belum bertemu juga.
" Ish...kemana sih perginya? Kenapa ada rumor seperti ini sih?" Ucap Freya panik sambil mondar - mandir di ruang tamu.
" Arrgggggggh!" Teriak Freya.
" Kau baik - baik saja?" Tanya Akram yang tiba - tiba muncul dari ruang kerjanya.
" Kyaaaaa....kenapa anda selalu mengagetkan saja sih!" Teriak Freya terkejut tiba - tiba Akram sudah berdiri di belakangnya.
" Bukankah dari tadi kau teriak - teriak memanggil ku?" Ucap Akram.
" Ah, anu tuan! Apakah anda sudah melihat artikel di media sosial?" Tanya Freya memberanikan diri karena masalah ini juga menyeret dirinya.
" Kau sudah membacanya?" Tanya Akram tenang karena ia sudah tahu terlebih dahulu.
" Isinya belum, baru judulnya saja yang saya baca. Itu saja sudah membuat saya shock. Jadi saya tidak berani untuk membaca semuanya." Jawab Freya gugup.
" Begitu ya! Dengan santainya anda berkata seperti itu? Ishhhh...apa anda tidak khawatir jika rumor ini tersebar ke publik?" Tanya Freya ketus.
Ctakkkk,,,,, sebuah sentilan mendarat di dahi Freya.
" Aaauwww,,kenapa anda malah menyentil saya sih! Sakit tahu." Cebik Freya
" Jadi, hanya gara - gara rumor seperti itu kau seperti cacing kepanasan?" Ucap Akram santai.
" Eh....kenapa anda masih bisa setenang itu?" Tanya Freya.
" Huft...kau cerewet sekali sih! Seperti anak kecil yang menangis minta permen saja!"
" Ya jelas dong! Karena saya kan...,"
Tap...sebuah jari telunjuk telah menempel di bibir mungil Freya yang berhasil mengerem ocehan - ocehan yang hampir keluar dari mulutnya.
Dengan melebarkan mata dengan sempurna, dengan di iringi dengan raut wajah yang terkejut dengan aksi Akram yang ia lakukan secara tiba - tiba.
" Kau jangan khawatir! Rumor - rumor seperti itu akan hilang dengan sendirinya. Ah,,, aku sudah lapar gara - gara menunggu lama seseorang yang masih enak - enaknya tidur dengan pulasnya." Potong Akram cepat.
__ADS_1
" Ah,,,maafkan saya tuan, saya akan segera menyiapkan makanan." Lonjak Freya langsung bergegas menuju dapur.
" Ckkkk,, seperti anak kecil saja. Kau tenang lah! Aku pastikan kau tidak akan terlibat dengan rumor murahan seperti itu." Ucap Akram yang masih memandang lurus ke arah dapur.
Saat Ini.
" Ada deh!" Ucap Arsy.
" Ah payah! Dasar pelit." Cebik Freya pura - pura kesal.
" Hei pagi Darren!" Sapa Freya saat melihat Darren memasuki kubikelnya.
" Pagi! Kenapa kalian berkumpul di meja Freya hah!" Tanya Darren.
" Ah, kami masih mengghibah tentang rumor yang sangat viral di dunia maya sampai di dunia ghaib." Jelas Arsy semangat.
" Ckkkk, dasar kalian ini! Rumor yang tidak penting seperti itu sampai membuat kalian tidak bekerja hah.." ucap Darren membubarkan perkumpulan yang telah di bentuk oleh Arsy dan teman - temannya.
" Ish..dasar payah! Gak seru!" Cebik Arsy kesal melihat sikap Darren yang sangat cuek.
" Apa kalian bisa menghasilkan uang hanya dengan membahas rumor gak penting begitu?" Tanya Darren.
" Tentu saja tidak! Tapikan..."
" Apa kau mau terlibat dengan masalah itu?" Potong Darren.
" Sudah lah, kenapa kalian malah berdebat begitu sih! Darren ada benarnya juga! Ayo Arsy kembali lah ke meja mu." Ucap Freya berusaha menenangkan suasana.
" Iya baiklah!" Ucap Arsy pasrah yang juga mengakui perkataan Darren.
Suasana ruangan menjadi hening tanpa ada suara yang keluar dari mulut mereka. Jam yang berdetak di dinding telah menunjukkan ke angka 9. Mereka pun terlihat sibuk di meja mereka masing - masing dengan menyelesaikan tanggungjawab masing - masing.
" Jelaskan mengenai foto ini!" Tanya Diandra kepada Freya seperti menginterogasi seorang narapidana.
" Apa yang harus aku jelaskan honey?" Kilah Freya berusaha menutupi rahasianya.
" Apa hubunganmu dengan tuan Akram? Bukankah wanita ini adalah dirimu? Apa ini ada hubungannya dengan kontrakmu dengan dia?" Tanya Diandra terus - menerus menekan Freya.
" Kontraaaakk...?" Tanya Freya terkejut.
" Iya, kontrak yang terjalin di antara kau dan tuan Akram selama dua tahun." Desak Diandra
" Itu...." Wajah Freya berubah menjadi pias, ia telah keceplosan telah menceritakan masalah ia terjebak kontrak dengan tuan Akram meskipun tidak memberi tahukan tentang pernikahan kontraknya.
__ADS_1