Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 23 Gelang Couple


__ADS_3

Kamar pengantin yang telah di dekor dengan kelopak bunga mawar merah dengan berbentuk hati dan beberapa pencahayaan minim dari lilin aromaterapi membuat suasana ruangan semakin romantis dan intim.


Seorang mempelai wanita terlihat masih mengenakan gaun malam pengantin membuatnya cemas dalam menunggu suaminya.


" Haaah, kemana sih perginya? kok lama sekali!" gumam wanita tersebut duduk di depan cermin menatap wajahnya.


krieetttt.....pintu kamar hotel di buka oleh seseorang dari luar. Terlihat sesosok pria dengan tubuh tinggi yang atletis memasuki kamar dan berjalan menghampiri sang wanitanya.


" Maaf sayang telah membuatmu menunggu." Ujar Pria tersebut yang tak lain adalah Gio. Dengan mendaratkan sebuah kecupan di dahi sang isteri.


" Kau sudah kembali?" Tanya wanita tersebut.


" Ehm... kau mandilah dahulu" titah Gio langsung membantu membuka resleting gaun pengantin yang masih melekat di tubuh isterinya.


" Baiklah."


" Hufttt....ternyata aku belum bisa melupakan mu Frey? Maafkan aku, ku harap suatu saat kau memberikan kesempatan sekali lagi padaku." Gumam Gio yang menjatuhkan tubuhnya di ranjang dengan meletakkan lengannya di wajahnya.


" Gio, kau tahukan putri ku sudah setahun yang lalu menaruh perasaan padamu.Haaah,ini sangat sulit bagiku! mari kita negosiasi." Ucap tuan Pramudya yang seorang presdir dari perusahaan HVZ Group.


" Apa hubungannya dengan saya tuan?" tanya Gio.


" Putri ku di vonis terkena kanker sumsum tulang. Untuk membuatnya bahagia, apapun akan aku lakukan. Termasuk kebahagiaan itu terletak padamu. Menikahlah dengan putri ku!" Ucap Tuan Pramudya to the point.


Sejenak Gio, tertegun akan pengakuan dari atasannya. Pria yang telah berlabel berdarah dingin tersebut kali ini demi sang putri ia terlihat lemah layaknya seorang ayah yang melindungi anaknya.


" Aku tahu kau telah memiliki kekasih yang berada dalam satu divisi denganmu. Kau tahukan peraturan perusahaan! aku sengaja menutup mata agar datang kesempatan ini. Jika kau menerima tawaranku ini, aku akan memberikan saham ku 15 persen dan menyerahkan posisi direktur pada anak perusahaan yang ada di luar negeri." tawar tuan Pramudya.


" Jika aku menolak?" tanya Gio yang sudah mengetahui jawabannya.


" Kalian berdua tidak akan dapat menghirup udara dengan bebas." Ancam tuan Pramudya.


" Ehm, baiklah aku menerima tawaran ini." Jawab Gio tegas. Bukan tanpa alasan Gio menerima begitu saja, meskipun ia mengambil keputusan ini ia sudah mengetahui sisi lain yang akan menjadi korban.


Demi keselamatan hidup kekasihnya, ia akan melindunginya meskipun menghancurkan hatinya.


" Sayang! kau tertidur?" Tanya Agni isterinya sambil menepuk - nepuk bahunya.


" Haaaa....maaf sayang! baiklah aku mandi dulu." ujar Gio tersadar dari mimpinya.

__ADS_1


" Cepatlah!" Seru Agni dengan lembut seraya menyiapkan piyama suaminya.


Setelah selesai dengan ritual mandinya, Gio telah selesai dengan piyama tidurnya. Melihat suaminya telah memakai piyama lain, Agni menaruh kembali piyama yang telah ia siapkan ke dalam lemari.


" Besok, kau chek up bukan? Aku akan menemani ke rumah sakit." tawar Gio duduk di sisi ranjang menatap wajah isterinya yang terlihat sedikit pucat.


" Baiklah! Terima kasih sudah mau menikah dengan ku, meskipun hati mu belum terbuka untukku." Jawab Agni yang duduk di sisi Gio.


" Kotak itu?" tanya nya ragu.


" Ah ini kado dari wakil divisi pemasaran, dari Freya. Bukalah!" ujar Gio.


Setelah mendapat izin Agni pun langsung membuka kado yang sedari tadi membuatnya penasaran.


" Wah! cantik sekali gelangnya. Couple lagi." seru Agni mengangkat kedua gelang couple tersebut.


Mendengar kata gelang, Gio mengalihkan pandangannya ke arah gelang yang di pegang isterinya. Matanya membulat dengan sempurna setelah mengenal gelang couple tersebut.


" Itu...?" seru Gio yang langsung menyambar gelang couple tersebut dari tangan isterinya.


" Eh..." Kejut Agni melihat ekspresi wajah Gio yang memerah dan terkejut.


Ya, gelang couple tersebut merupakan gelang yang sengaja ia beli berpasangan dengan Freya. Gelang dari Gratefulshop yang sengaja mereka tempah dengan mengukir nama mereka masing - masing namun minggu depan baru selesai penempahan nama mereka belum selesai di ukir tapi sudah di ambil oleh Freya dan sekarang menjadi sebuah kado pernikahan untuk dirinya namun dengan wanita lain . Coppia Bracelet berbahan dari stainless steel yang memiliki kemampuan anti karat. Ini memiliki hiasan berbentuk separuh hati. Namun jika digabung dengan pasangannya, bakal membentuk hati yang penuh.


" Gelang couple untuk kalian?" Tanya Agni


" Itu sudah masa lalu. Sekarang fokuslah dengan pernikahan kita. Gelang ini akan aku kembalikan." ucap Gio.


" Tidak perlu, kau simpan saja gelang itu. Suatu saat ia akan kembali ke pemiliknya. Aku sangat lelah. Aku tidur duluan." Ujar Agni dengan sedikit kecewa.


" Maaf, aku butuh waktu. Istirahatlah! aku ingin mencari angin." ucap Gio mengecup dahi Agni.


" Ehm.."


Kriett ....bruk....setelah terdengar pintu kamar tertutup Agni menyelimuti dirinya berusaha memejamkan matanya.


" Untuk saat ini aku masih bisa menerima ragamu, suatu saat aku harap dapat memiliki ku seutuhnya." Gumam Agni di iringi air mata yang mengalir di pipinya dengan mata yang terpejam.


Agni Pramudya putri tunggal dari Tuan Deka Pramudya seorang presdir dari perusahaan HVZ Group telah jatuh hati kepada Gio selama setahun ini. Namun perasaannya bertepuk sebelah tangan karena pria yang di cintai telah mencintai wanita lain.

__ADS_1


Berkat campur tangan dari sang ayah, ia pun berhasil mendapatkan Gio meskipun hatinya belum ia dapatkan. Ia terus berdoa dan berusaha suatu saat ia akan di cintai oleh suaminya meskipun ia tak tahu kapan masa itu tiba.


Braak....pintu apartemen di tutup dengan keras membuat jantung Freya terkejut.


" Ah, senang sekali sih membuat orang senam jantung! selama dua tahun tingg bersamanya akan kebal neh jantung." Omel Freya memegangi dadanya.


Melihat Akram sepanjang jalan tidak bersuara dengan mode wajahnya yang datar setelah handphone Freya di ambil secara paksa membuat ia tidak dapat menebak isi kepala dari pria yang sangat kaku tersebut.


" Ah, masa bodoh! yang penting aku tidak melanggar isi kontrak. Mau dia berpikir aku selingkuh ya itu urusan dia lah!" cebik Freya masa bodoh dengab mengangkat kedua bahunya menuju kamarnya.


" Ah, segarnya! habis mandi dengan wajah yang terbebas dari make up yang tebalnya seperti roti bantal. Jadi ringan neh wajah." ucap Freya sambil melihat pantulan wajahnya di cermin.


Drtttt ...drttt...klik..


" Halo honey!" jawab Freya


" Kau baik - baik saja beb? siapa sih pria yang menarikmu secara paksa gitu sih. Kasar banget jadi cowok." omel Diandra.


" Kau jangan khawatir honey! aku sangat baik! pria tersebut adalah bos dari Perusahaan Imperial Group yang merupakan rekan bisnis untuk proyek red crystal." jelas Freya.


" Hah, apa kalian memiliki hubungan?"


" Secara pribadi tidak ada . Mungkin dia salah paham saat aku menangis di depan Darren, ia berpikir aku telah di sakiti olehnya. Makanya jiwa kelelakiannya meronta untuk melindungi seorang wanita yang lemah.. hahahahha." bohong Freya.


" Kau yakin tidak ada yang kau sembunyikan dari ku beb?"


" Iya tidak ada honey! aku sudah tiba di rumah kok!"


" Ehm, baiklah! besok apa rencanamu? kita hang out yuk."


" Honey,kalau hang out aku gak bisa. karena Besok adalah jadwal operasi Ezra. Aku sudah berjanji akan menemaninya saat operasai transplantasi jantung."


" Yauda, aku ikut ke rumah sakit ya! kangen juga dengan bunda."


Tok..tok..tok...terdengar suara ketukan pintu kamar Freya.


" Ok, besok kita ketemu di rumah sakit saja ya, jadwalnya pukul 15.00. Honey uda dulu ya, dadah, see you you honey!" klik Freya memutuskan panggilan dari Diandra. Dengan langkah yang cepat ia pun segera membuka pintu kamarnya.


Dengan wajah yang terkejut akan sosok seorang pria yang telah berdiri di depan pintunya membuat Freya menutup mulutnya tidak percaya..

__ADS_1


" Tuaannnn....!" Pekik Freya tidak percaya..


__ADS_2