Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 32 Menyiapkan Makan Malam


__ADS_3

"Fiuh....syukurlah mereka berdua percaya akan alasanku tanpa melanggar kontrak ku. Dasar mereka ya kalau sudah mendapatkan mangsa tidak di beri kendor gas terus sampai si korban menyerah..." Omel Freya sepanjang jalan menuju apartemennya..


Setelah operasi Ezra selesai, karena pengaruh anastesi total menyebabkan Ezra belum siuman. Freya pamit undur diri untuk pulang. Tetapi mereka merasa bersyukur operasinya berjalan dengan lancar dan sukses. Dan kemungkinan besar donor jantung juga cocok di tubuh Ezra asal mendapat perawatan yang intensif dan rutin.


" Ah...hari yang melelahkan sekaligus melegakan mendengar anak - anak panti begitu senang akan kiriman dessert dari tuan Akram. Ehm.. ternyata manusia tembok tersebut memiliki hari nurani juga ya..akan aku balas deh perbuatannya. kira - kira apa ya?" sambung Freya menunggu di depan lift.


" Siapa yang kau maksud dengan manusia tembok hah..?" ucap seorang pria dari arah belakang.


Deg...Sontak langkah Freya terhenti saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Dengan perlahan-lahan Freya menoleh ke belakang.


" Eh, tuan! hehehehehhe...anu tuan bukan siapa - siapa kok." cengir Freya dengan menundukkan kepalanya.


" Ck...." cebik Akram sang pemilik suara bariton tersebut berjalan mendahului langkah Freya masuk ke dalam lift setelah pintu terbuka.


" Ish dasar, mengagetkan saja. Padahal tadi saat di basemant dia tidak terlihat, lha ini tiba mau masuk lift dia sudah nongol di belakang." gumam Freya.


" Kau ingin berdiri di sana terus?" ucap Akram dingin melihat Freya masih berdiri mematung di depa lift.


" Eh,, tunggu tuan." sadar Freya langsung berlari masuk ke lift.


" Fiuhh...bikin kaget saja sih tuan." ucap Freya memegangi dadanya merasa lega.


" Ehem." dehem Akram hingga membungkam mulutnya Freya.


Suasana di dalam lift terasa hening, yang tenggelam dengan pemikiran mereka masing - masing.


Ting....pintu lift terbuka namun Freya masih diam di tempatnya. Ia tidak berani melangkah karena Akram masih tak bergeming dari posisinya.


" Buatkan makan malam!" ujar Akram dengan suara yang nyaris tidak terdengar.


" Hah. Apa tuan?" Tanya Freya hanya ingin memastikan pendengarannya.

__ADS_1


" Ck...." cebik Akram menahan gengsi langsung berlalu tanpa menghiraukan Freya.


" Dasar gengsian." cebik Freya melihat tingkah Akram yang terlihat menahan egonya.


Selesai membersihkan dirinya, dengan cekatan ia pun mulai memasak makan malam untuk Akram


Sekaligus ingin membalas kebaikannya.


" Fiuh....selesai juga masakan pertama ku di apartemen ini. Semoga dia menyukai masakan rumahan ini. Padahal sama sekali tidak tahu seleranya yang gimana." ucap Freya merasa puas akan hasil karya nya yang sudah di tata sedemikian rapi di atas meja makan. Dengan menyeka dahinya yang di banjiri oleh keringat Freya bergegas menuju kamar untuk membersihkan wajahnya sekaligus memanggil majikannya.


Ceklek, pintu kamar yang bersebelahan dengan kamar Freya terbuka dan menampakan sesosok pria bertubuh tinggi tegap dengan proporsi yang pas dan sempurna. Terlihat jelas dari balik kaos hitam ketat yang ia kenakan dengan paduan celana chinos hitam.


Langkahnya menuntunnya menuju lantai bawah dan terus melangkah ke sumber aroma yang tercium oleh panca indera penciumannya.


" Ehm, wangi aroma ini seperti masakan mama. Setelah bertahun - tahun baru ini di penuhi oleh aroma masakan rumahan. Apa wanita itu yang memasaknya, jadi dia mendengar ucapanku saat di lift tadi?" gumam Akram mengendus - enduskan hidungnya menuju asal aroma yang telah terdeteksi oleh hidungnya.


Saat Akram tiba di meja makan, ia tertegun melihat hidangan yang beraneka ragam telah tertata rapi di atas meja. Meskipun menu masakan Freya merupakan masakan rumahan tetapi jika di lihat dari tampilannya tidak kalah dengan masakan restoran bintang 5. Aroma yang di timbulkan oleh Ikan kakap saos asam manis, cumi goreng tepung, sayur cah kangkung dan tak lupa salad buah sangat menggugah selera yang melihat dan mencium aromanya.


" Ehm. Aku haus!"


" Karena anda sudah di sini, ayo kita makan bersama tuan! saya tidak tahu selera anda dan hanya masakan ini yang dapat saya sajikan. Saya ingin mengucapkan terima kasih sudah bermurah hati menyenangkan anak - anak panti dengan makanan yang sangat lezat." ucap Freya di iringi dengan senyuman yang tulus.


Deg...terasa sebuah perasaan yang asing tapi nyaman masuk ke relung hati Akram saat melihat senyuman tulus dari isteri kontraknya.


Tanpa berpikir panjang, Akram langsung menarik kursi dan menjatuhkan bokongnya. Melihat hal tersebut Freya merasa senang karena mendapat respon yang baik.


Dengan cekatan, Freya menyendokkan nasi ke piring Akram beserta lauknya.


" Semoga anda menyukainya tuan!" ucap Freya.


Melihat ketulusan yang terpancar dari pelayanan Freya tidak di pungkiri ia mengakui kehebatan memasaknya.

__ADS_1


Dengan suapan pertama yang masuk ke mulutnya membuat Akram benar - benar merasakan masakan rumah yang sudah lama tidak ia rasakan.


Melihat ekspresi wajah Akram yang tidak dapat di prediksi membuat Freya was - was jika rasa masakannya tidak sesuai dengan lidahnya.


Dalam diam, Akram tetap melanjutkan suapan demi suapan hingga menghabiskan isi yang ada di piringnya.


Freya hanya diam - diak mencuri pandang ke arah Akram yang telah menghabiskan makanannya tanpa sisa.


" Terima kasih atas makan malamnya." ucap Akram.


" Bagaimana tuan?" tanya Freya mengharapkan respon dari Akram.


" Tidak buruk." ucap Akram datar yang membuat Freya tidak berani berharap banyak.


" Terima kasih tuan! jika anda berkenan saya akan menyiapkan makanan untuk anda. Anggap saja saya sebagai pekerja di rumah ini." tawar Freya agar ia tidak merasa berhutang budi.


" Ehm." dehem Akram beranjak dari kursi dan berjalan menuju ruang kerjanya.


" Baik tuan, jika anda membutuhkan sesuatu jangan sungkan - sungkan panggil saya." Ucap Freya.


" Fiuhh...syukurlah! dia menyukainya meskipun no komen tetapi dari isi piringnya yang telah habis bersih itu sudah menunjukkan bahwa masakanku cocok dengan lidahnya." Gumam Freya langsung membersihkan meja makan dan peralatan makan mereka berdua.


Selesai dengan urusan di dapur, Freya pun mengupas buah untuk cemilan dalam menghabiskan sabtu malamnya dengan di temani film favoritnya.


Seperti malam biasa, ia pun meletakkan segelas susu hangat untuk Akram di atas meja ruang tamu.


" Ah, bersyukur banget masih bisa menikmati malam week and ku dengan damai setelah semua hal yang terjadi dalam hidupku. Allah masih sayang denganku masih memberikan nikmat sehat dan kesempatan." Seru Freya meregangkan otot - ototnya.


Freya memutar pandangannya ke arah pintu ruang kerja Akram, terlihat pintu yang tertutup rapat.


" Ah, dasar manusia gila kerja kalau sudah berada di ruangan tersebut sampai betah tanpa mengenal waktu. Tapi pantas saja sih dengan gila kerjanya itu ia mampu menjadi pengusaha muda nomor satu di negeri ini bahkan sampai tembus pasar internasional." gumam Freya setelah berhasil mencari biodata Seorang Akram dari hasil penelusurannya lewat Doogle.

__ADS_1


Setelah melewati ruang kerja Akram, Freya pun melajukan langkahnya naik ke lantai atas menuju ke kamarnya.


__ADS_2