Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 55 Menambah Satu Kebohongan


__ADS_3

" Kau yakin Freya mengunjungi klinik ibu dan anak?" Tanya Akram memastikan.


" Benar tuan! Karena nona Freya sudah dua hari merasakan tidak enak badan, ia memeriksakan dirinya ke dokter kandungan?" Jelas Dafi.


" Sakit? Kenapa dia tidak ada bilang apa - apa sih?" Kesal Akram merutuki dirinya yang tidak peka akan kondisi Freya meskipun mereka tinggal satu atap.


" Lalu mengapa ia malah mendatangi dokter kandungan?" Tanya nya tidak mengerti


" Ckkkk,dasar tidak peka! Untung saja ia wanita yang tangguh dan mandiri. Jadi bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Apa kau lupa kejadian sebulan yang lalu di mana kau telah membawanya dalam kondisi di bawah pengaruh obat perangsang?" Cebik Dafi sebagai seorang sahabat.


" Diamlah!"


Drrtttt....drrrtttt....tak lama handphone Dafi berdering, dengan memberi tahu kepada Akram siapa yang menelpon, ia pun mengangkat panggilan setelah di anggukan oleh Akram.


" Ada apa nona?" Tanya Dafi mengeraskan volume suara handphonenya.


"........."


" Anda butuh sekarang?"


" ........"


" Ah baiklah nona! Saya akan segera mencarikannya untuk anda. 10 menit lagi akan saya kirim alamatnya. Anda bisa langsung menempatinya." Ucap Dafi dengan santai dalam menghadapi suatu masalah.


Tuuttttt......


" Untuk apa ia mencari tempat kos yang kecil?" Tanya Akram tidak mengerti akan pemikiran dari isteri kontraknya.


" Rekan - rekan sekantornya akan menjenguknya! Untuk menutupi statusnya ia membutuhkan kos - kosan yang kecil." Jelas Dafi.


" Ah... Kenapa dia tidak bilang juga? Ck.." kesal Akram yang benar - benar tidak tahu apa - apa.


" Ckkk. Kau ini! Seharusnya kau peka sedikit! Lagipula dia sangat baik dalam memerankan perannya. Selain itu dia juga patuh dan menjaga komitmen akan perjanjian kalian." Cibir Dafi yang tidak habis pikir melihat sahabatnya masih terlalu cuek kepada wanita.


" Ckk...sekarang kau merasa dapat menyombongkan dirimu hah..." Cebik Akram kesal.


" Hahhaahahahaahha... Anggap saja itu kelebihanku agar tidak tertinggal olehmu." Ucap Dafi.


" Ish....." Cebik Akram

__ADS_1


" Kau yakin Freya pergi ke sana?" Tanya seorang wanita paruh baya yang selama ini diam - diam mengikuti Freya.


" Benar nyonya! Tapi kami belum mendapatkan kabar yang pasti dari hasil pemeriksaan nona Freya!" Jelasnya.


" Baiklah! Semoga saja ada kabar gembira! Kau cari tahu terus hasil dari pemeriksaannya!" Titah wanita tersebut yang tak lain adalah nyonya Aksara yang masih terus mengawasi gerak - gerik Freya.


" Baik nyonya!" Ucap pria tersebut sambil undur diri meninggalkan ruang baca pribadi miliknya.


" Ehm...."


" Ah,, kenapa aku jadi seperti stalker sih! Hanya gara - gara ingin mendapatkan seorang cucu. Aku harus memeriksakan diriku besok!" Gumamnya merasa dirinya sudah sedikit kacau dan menjatuhkan bokongnya di sofa silver panjang.


" Apa benar ini alamat yang di berikan oleh Freya?" Tanya Cakra hampir tidak percaya akan tempat kos baru Freya.


" Iya benar! Ini sesuai dengan alamat yang ia kirim." Jelas Arsy sambil melihat kembali handphonenya untuk memastikan kembali.


" Kalau begitu ayo kita masuk! Untuk memastikannya!" Saran Darren.


Meski mereka ragu, tetapi tetap masuk ke dalam untuk mencari kamar kos Freya yang berada di lantai 3.


Ya, alamat kos yang di dapatkan oleh Freya merupakan area kost yang bisa di bilang kos eksklusif yang di peruntukkan untuk kalangan menengah ke atas.


Area kos - kosan yang berada di tengah - tengah kota memiliki pekarangan yang asri dan sejuk. Kos yang khusus di peruntukkan untuk kaum wanita memiliki tiga lantai.


" Selamat malam juga pak! Kami mencari alamat ini! Kami ingin menjenguk teman kami yang sedang sakit. Kamarnya berada di lantai 3 pak!" Jelas Darren.


" Oh, kalau begitu silahkan masuk! Ingat karena ini kos khusus putri jam besuk di batasi sampai pukul 23.00 malam. Terutama bagi tamu pria!" Jelas satpam kos memberitahu peraturan kos khusus putri.


" Baik pak!" Ucap mereka bersamaan.


Setelah mereka melapor mereka pun melangkah menaiki tangga menuju lantai 3.


" Huft...ternyata hebat juga si Freya tinggal di kos - kosan yang elit begini. Khusus putri pula itu." Ujar Arsy sambil mengirim pesan kepada Freya memberitahukan bahwa mereka telah tiba di kosnya.


" Ehm, kau benar jadi meskipun Freya menjual apartemennya ia masih bisa menyewa kos - kosan elit begini." Timpal Cakra.


" Sudahlah! Sekarang kita harus bersyukur kehidupan Freya masih baik - baik saja. Awalnya aku sempat khawatir akan kehidupannya setelah ia banyak membantu untuk operasi Ezra. Semua yang ia miliki telah ia gadaikan untuk mendapatkan uang. Setelah mengetahui alamat kosnya sekarang aku sedikit tenang." Jelas Darren panjang lebar.


" Jadi, kau juga baru pertama kali berkunjung ke kosnya Freya yang baru?" Tanya Cakra.

__ADS_1


" Iya, kau pikir Freya wanita apaan hah.. yang sesukanya memasukkan pria ke tempat tinggalnya." Omel Darren.


" Yeah, ya kali aja kan secara kalian kan sudah saling kenal dan bersahabat sejak dari panti." Cebik Cakra.


" Walaupun, sedekat apa pun persahabatan kami ya tetap saja kami harus menjaga dari orang lain agar tidak salah paham tentang hubungan kami. Apa jadinya jika aku seorang diri sering - sering mengunjungi Freya? Bisa - bisa nanti akan timbul fitnah." Jelas Darren.


" Ehmmmmmm. Begitu ya!" Ucap Cakra.


" Cihhh...dasar tidak peka!" Cibir Arsy.


" Diamlah!" Cebik Cakra kesal.


Satu jam sebelumnya.


" Hahh, anda yakin alamat kos yang anda pilihkan tuan?" Tanya Freya melalui telepon setelah ia sampai ke alamat kos yang telah di berikan oleh Dafi.


" Benar nona! Itu adalah alamat kos yang paling murah untuk seorang karyawan kantoran seperti nona." Jelas Dafi.


" Haaah, ini terlalu berlebihan tuan! Tidak sesuai dengan yang saya bayangkan." Ujar Freya pasrah.


Karena mau tidak mau ia harus menerima alamat kos yang di berikan oleh Dafi. Sementara satu jam lagi teman - teman sekantornya akan menjenguknya.


" Maafkan saya nona! Jika kos - kosan itu tidak layak untuk anda." Sesal Dafi merasa bersalah dengan hasil kerjanya.


" Eh...bukan seperti itu tuan! Anda jangan merasa bersalah justru saya yang tidak enak mendapatkan kos - kosan yang seperti ini. Kos - kosan ini bagi saya sudah terlihat sangat mewah dan mahal." Ucap Freya merasa canggung setelah mendapat bantuan dari Dafi.


" Begitu ya nona! Apa perlu saya mencarikan lagi? Jika anda merasa terbebani?" Tanya Dafi.


" Tidak tuan! Ini sudah lebih dari cukup yang penting saya selamat dari situasi ini. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih tuan!" Ucap Freya.


" Baiklah nona! Semoga hari pekan anda menyenangkan." Ucap Dafi.


" Iya tuan, eh tuan bagaimana caranya saya masuk?" Tanya Freya spontan agar Dafi tidak mematikan panggilannya.


" Anda tenang saja nona, tanyakan saja pada satpamnya bilang saja anda penghuni kos baru yang sudah di pesankan kamar oleh tuan Dafi di lantai 3. Dia akan memberikan kunci kamar anda." Jelas Dafi.


"Oh..begitu ya! Baiklah tuan saya akan segera masuk! Dan satu lagi saya izin untuk menginap di kos - kosan ini selama dua hari ke depan." Ucap Freya.


" Baik nona! Akan saya sampaikan kepada tuan Akram." Ujar Dafi.

__ADS_1


" Ok. Terima kasih tuan Dafi." Ucap Freya girang dan memutuskan panggilan.


" Ah, dasar tempat mewah seperti ini malah di anggapnya tidak layak. Dasar orang kaya! tapi ada gunanya juga berhubungan dengan orang - orang konglomerat, setiap ada masalah tentang materi langsung di selesaikan dengan cepat. Hihihihi." Gumam Freya merasa beruntung dengan riang ia melangkah masuk ke dalam.


__ADS_2