
" Perutmu sudah membaik?" tanya Darren setelah ia sudah berada di rumah sakit.
" Iya, sebelum menemui bunda aku menyempatkan untuk meminta resep pada dokter. Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku." ucap Freya.
" Syukurlah! kau tahu wajah Arsy terlihat sangat khawatir saat mendengar kau cuti setengah hari karena perutmu sakit." seru Darren.
" Ah benarkah? ia juga tadi meneleponku karena telah menyesal memaksaku untuk makan di luar. Padahal aku hanya sakit perut ringan saja." jelas Freya merasa tidak enak karena terus melakukan kebohongan yang lain.
" Tetap saja kau harus memperhatikan juga kesehatanmu jangan kau anggap sepele." Nasehat Darren.
" Iya baiklah! ohya, tapi siapa yang meminta izin cuti ku tadi?" tanya Freya merasa penasaran akan perbuatan Akram sampai sejauh mana.
" Aku juga tidak tahu, yang menelepon seorang pria ..."
" Apa? pria?" potong Freya dengan raut wajah yang cemas.
" Iya, kenapa? kau kenal dia?" tanya Darren merasakan ada yang aneh dengan Freya.
" Ah tidak! mungkin hanya kebetulan membantu ku saja. Dia kan ojol langganan ku." bohong Freya berharap dia tidak melakukan kesalahan.
" Benarkah? syukurlah. Memang dia mengaku sebagai supir ojol langganan mu. Awalnya aku merasa curiga kau sedang dalam bahaya. Tapi setelah dia menjelaskan semuanya amarahku mereda kembali." Jelas Darren.
" Ah iya. Aku baik - baik saja! Fiuuhhhhh. " ucap Freya merasa lega akan tindakan Akram yang benar - benar matang. Sampai - sampai harus mengaku sebagai supir ojol.
" Ayo ku antar pulang!" tawar Darren.
" Ehm...baiklah!" pasrah Freya harus menerima tawaran Darren agar tidak menimbulkan kecurigaan yang berlanjut.
" Kami pulang ya bun! bunda tetap jaga kesehatan ya!" pamit Freya dan Darren.
" Baiklah! hati - hati lah kalian di jalan." Ucap bunda Sifa yang mengantarkan mereka sampai depan pintu ruangan.
" Kau yakin tidak ada yang kau sembunyikan dari ku?" tanya Darren menyelidik menatap lekat wajah Freya saat mereka tiba di parkiran.
" Ti..dak ada." jawab Freya membuang pandangannya ke sembarang arah.
" Jujurlah Frey, anggap diriku ini bisa di andalkan dan berguna untukmu! jangan kau simpan sendiri masalahmu." bujuk Darren berusaha membuat Freya merasa nyaman jika ia mengungkapkan isi hatinya.
Melihat ketulusan yang di pancarkan dari sorot mata Darren membuat Freya merasa terharu dan lemah akan sikap Darren yang selalu sabar menghadapi dirinya.
" Ehm,, baiklah! tapi kau janji untuk merahasiakannya ya." ucap Freya.
" Baiklah!"
" Tadi siang saat kami makan siang di luar, aku tidak sengaja bertemu dengan Dara. Tetapi ia tidak sendirian, ia bersama dengan tuan Akram. Dan dari pembicaraan yang aku dengar ternyata mereka sudah bertunangan. Benar - benar sulit untuk di percaya." jelas Freya.
" Kau yakin dengan apa yang kau dengar?" tanya Darren.
__ADS_1
" Iya, bisa kau cari tahu mengapa mereka bisa bertunangan sementara yang kita tahu Dara setelah di adopsi langsung tinggal di Kanada bersama orangtua adopsinya. Aku merasa ada yang aneh dengan Dara saat kita menemuinya, ia berpura - pura tidak kenal dengan kita sementara pria tersebut juga berpura - pura tidak kenal setelah ia memanggil namanya dengan nama lain." ucap Freya.
" Ehm baiklah aku akan mencari tahu, aku juga merasa ada yang aneh dengan sikap Dara yang seratus delapan puluh derajat telah berubah." ucap Darren membenarkan ucapan Freya.
" Terima kasih Darren! kau benar - benar dapat diandalkan." puji Freya.
" Ckk,,ada maunya saja kau memuji - muji ku." cebik Darren
" Hehehehehe..." balasnya dengan sebuah cengiran.
" Ayo masuk!" titah Darren sudah membuka kan pintu bagian depan mobilnya.
" Terima kasih!"
Freya harus mengikuti keinginan Darren, meskipun ia harus di antar pulang ke apartemen lamanya kmeskipun ia harus memakan waktu 15 menit kembali ke apartemen Akram.
Drttt...sebuah notifikasi pesan masuk ke kotak masuk Freya lewat aplikasi hijaunya.
Dengan mengernyitkan kedua alisnya membuat Freya merasa penasaran dengan nomor yang tidak kenal.
" Siapa...?" tanya Darren melihat raut wajah Freya yang terlihat terkejut.
" Tidak tahu, nomor tidak di kenal!"
" Buka lah! mana tahu kau mengenalinya."
[ Besok temui aku di kafe Blue pukul 17.00. Dara]
" Siapa?" tanya Darren.
" Dara! ia mengajak ketemuan besok sepulang dari kantor." jawab Freya
" Tiba - tiba?"
" Entahlah, mungkin ada sesuatu yang ingin ia bicarakan."
" Baiklah, kalau kau butuh bantuan hubungi saja aku."
" Iya baiklah!"
" Ah akhirnya sampai juga. Terima kasih Darren!"
" Jangan sungkan, istirahatlah! masalah Dara jangan kau pikirkan."
" Iya, bawel amat sih! sudah sana pulang! entar keburu kemalaman tahu." usir Freya setelah turun dari mobil Darren.
" Kau masuklah."
__ADS_1
" Ehmm.."
" Iya ya...dasar cerewet!" cebik Freya.
Dengan langkah cepat, Freya masuk ke dalam apartemen lamanya, setelah mobil Darren sudah tak terlihat ia bergegas keluar kembali dan memanggil ojol langganannya.
" Huft.... merepotkan saja! susah ya kalau terus berbohong begini. Bikin capek saja!" gumam Freya sambil menunggu ojolnya tiba.
" Kenapa tiba - tiba ia menghubungi ku? setelah ia berpura - pura tidak kenal! ck...mencurigakan sekali! baiklah Frey! apapun yang terjadi harus kau hadapi." sambungnya
Drtttt.....drt......ia pun menghentikan ocehannya setelah handphonenya bergetar panjang.
" Halo!" sapa Freya hati - hati karena tertera nomor yang tak di kenal.
" Halo sayang! ini mama. Besok kau ada waktu? mama ingin mengajak kau makan siang!" ucap nyonya Aksara mama kontraknya Freya.
" Ah mama rupanya! maaf ma! Freya tidak tahu ini nomor mama. Besok saat jam makan siang kantor Freya bisa kok!" jawab Freya langsung.
" Ah syukurlah! besok mama tunggu di restoran Golden White yang tidak jauh dari kantormu ya sayang!" ucap nyonya Aksara.
" Baiklah Ma! Freya akan datang!" ucap Freya yang di sambut senang oleh nyonya Aksara dari seberang dan panggilan pun terputus oleh nyonya Aksara.
" Ah, ada apa sih hari ini? kenapa semuanya terjadi secara bersamaan dan tiba - tiba begini sih!" gumam Freya.
Setelah ojolnya tiba, Freya pun bergegas naik dan memberitahukan alamat tujuannya.
" Bukankah ini area apartemen kaum konglomerat nona!" tanya sang driver ojol setelah mengetahui alamat tujuan penumpangnya.
" Benar mas! saya hanya seorang pekerja ART tambahan di salah satu penghuni apartemen tersebut." ucap Freya.
" Oh begitu ya!" ucap driver ojol tidak mau membahas lebih lanjut masalah privasi dari penumpangnya.
" Nih! kembaliannya ambil saja mas! terima kasih!" ucap Freya sambil menyerahkan selembar uang berwarna merah.
" Tapi kembaliannya masih banyak nona!" tolak driver ojol.
" Tidak apa - apa! anggap saja ini rezekinya mas kebetulan saya baru gajian dari ART ini." bohong Freya agar pemberiannya di terima.
" Baiklah nona! terima kasih banyak! semoga rezeki nona selalu lancar dan segera mendapat jodoh." doa sang driver ojol.
" Amin. Terima kasih mas atas doanya." ucap Feeya senang mendapat doa yang tulus.
" Sama - sama nona! selamat malam." pamitnya.
" Iya." balas Freya.
" Aaaahh ternyata menyenangkan ya memberi pada orang yang membutuhkan dan senang rasanya mendapat doa dari orang dengan tulus. Semoga saja doa mas tersebut di kabulkan." ucap Freya merasa lega terus melangkah ke dalam apartemen.
__ADS_1
" Kau sangat mudah akrab dengan orang lain ya?" ucap seorang pria yang mengagetkan Freya.
" Ah....." lonjak Freya terkejut saat mendengar seseorang menyapanya secara tiba - tiba.