
Freya langsung tersentak dari lamunannya saat pintu lift akan tertutup. Dengan refleks ia menahan pintu dengan kakinya.
“ Auwww....sakit juga.” Erang Freya yang menahan sakit di kakinya.
Dengan segera Freya berjalan menuju halte bus.
“ Pagi sayaangg..” sapa Arsy sahabat rempong Freya dala divisinya.
“ Pagi Sy.” Balas Freya.
“ Kau sudah menyiapkan kado untuk pernikahan pak Geo?”
“ Ehm...”
“ Ayo kita pulang bareng nanti. Kita pergi ke butik dan salon.” Ajak Arsy.
“ Boleh saja, tapi aku juga akan bertemu dengan Diandra. Apa kau tidak keberatan kita pergi bertiga?”
“ Ah benarkah? Diandra sang make up artis itu? Ah tentu saja aku tidak keberatan bahkan aku senang sekali.” Ucap Arsy girang.
“ Baiklah! Bersiap – siaplah kita hanya akan ke butik mencari gaun masalah make up kita memintanya dia yang melakukan.” Ucap Freya.
“ Kyaaa...senang sekali Frey, akhirnya ada kesempatan bagiku di make up dengan seorang make up artis. Aku selalu mengikuti Ekstagramnya lho.”
“ Okay...”
“ Pagi girls! Apa kalian sedang merencanakan sesuatu?” tanya Cakra yang di susul oleh Darren di belakang.
“ Pasti dong! Untuk menghadiri pernikahan kepala tim kita tentunya kita akan tampil memukau dong! Iya kan Frey.”
“ Ehm, tentu saja.”
“ Apa kalian butuh pendamping?” tawar Cakra.
“ Tidak perlu, kita bertemu di pesta saja.”
“ Baiklah.”
-
“ Haah, selesai juga. Yok Frey kita bergegas.” Ajak Arsy setelah merapikan meja kerjanya.
“ Sebentar ya! Sedikit lagi selesei.” Ucap Freya merapikan mejanya.
“ Frey, kau butuh tumpangan?” tawar Darren.
__ADS_1
“ Tidak, terima kasih! aku sudah janji dengan Arsy dan Diandra.” Ucap Freya.
“ Baiklah! Sampai jumpa di sana. Kami duluan ya.” Ucap Darren memberi kode kepada Cakra.
“ Daahhh.” Sambung Cakra.
“ Kyaaaa....honey....!” teriak Freya langsung memeluk Diandra setelah mereka bertemu di sebuah butik.
“ Hai beb! Kangen banget neh. Hampir enam bulan kita tak bertemu.” Ucap Diandra tak kalah heboh.
“ Hiks..hiks..hiks....” tanpa di sadari Freya menumpahkan airmatanya di pelukan Diandra.
“ Hei....kau sudah berjanji tidak akan nangis lagi.” Ucap Diandra mengelus – elus punggung Freya.
Melihat pertama kalinya Freya menangis membuat Arsy merasa tanda tanya. Selama ini ia selalu melihat Freya selalu ceria dan tersenyum tidak pernah berkeluh kesah tentang masalahnya.
Namun kali ini, tanpa rasa canggung Freya menangis di pelukan seorang wanita yang begitu sangat sempurna. Dengan tubuh yang memiliki tinggi 175 cm, berkulit putih, rambut yang terurai hingga ke pundak.
Arsy menebak hubungan mereka sangatlah dekat tidak seperti dirinya dengan Freya. Terlihat dekat tetapi masih terdapat pagar di antara mereka.
“ Ah maaf! Aku tidak menyadarinya.” Ucap Freya terisak sambil mengusap airmatanya.
“ Ck..ck..ck kau ini!”
“ Ah, iya Sy maafkan aku. Sudah Diandra ini sudah ku anggap sebagai saudara kandung, sejak duduk di bangku SMA kami sudah saling kenal.” Jelas Freya berusaha menutupi masalah yang sedang ia hadapi.
“ Ah begitu ya!” angguk Arsy tidak ingin banyak tanya.
“ Ah, aku hampir lupa. Honey kenalkan ini Arsy rekan satu divisi ku.” Jelas Freya kepada Diandra.
“ Salam kenal. Terima kasih sudah menjadi teman bagi baby ku ini.” Sapa Diandra mengangkat tangannya untuk bersalaman.
“ Salam kenal juga, aku salah satu penggemarmu lho. Status – status di ekstagrammu selalu ku ikuti. Dan ini bisa bertemu secara langsung dengan anda suatu keberuntungan.” Jelas Arsy.
“ Terima kasih sudah menjadi fansku. Sebagai tanda perkenalan kali ini izinkan aku untuk mengmake over wajah cantikmu.” Tawar Diandra dengan senyuman yang tulus.
“ Dengan senang hati.” Jawab Arsy girang.
Mereka bertiga langsung mencari gaun untuk menghadiri pesta pernikahan ketua tim divisi mereka. Diandra sudah menyiapkan sebuah rencana untuk membalas pria brengsek yang sudah melukai hati sahabatnya dengan membuat Freya secantik seperti bidadari yang akan mengalahkan sang pengantin wanita.
Dengan antusias yang tinggi, Diandra mencari gaun yang sesuai dengan Freya. Setelah 30 menit mereka memilih gaun yang sesuai dengan mereka bertiga.
Dengan sigap, Diandra melukis wajah Freya dan Arsy dengan keahliannya yang sangat menakjubkan. Tanpa membutuhkan waktu yang lama, kedua wajah gadis tersebut seketika berubah seperti artis idol negara sebelah.
“ Kyaaa.....benarkah ini wajahku? Terima kasih Dian” ucap Arsy tidak percaya dengan melihat wajah yang baru saja di make over oleh Diandra.
__ADS_1
“ Sama – sama beb! Itu tidak masalah.”
“ Tentu saja, hebat kan honey ku ini!” ucap Freya membanggakan sahabatnya.
“ Ah, kau benar – benar hebat honey! Dengan wajah seperti ini kami siap menghadiri acara malam ini.” sambung Freya berusaha percaya diri.
“ Semangat Frey. Kau pasti bisa. Malam ini kita buat mempelai wanitanya tidak ada apa – apanya.” Ujar Diandra.
“ Okay, sekarang kita berangkat!” teriak Freya.
Dengan langkah yang percaya diri, ketiga wanita cantik tersebut dengan berbalut gaun pesta yang menambah keanggunan dan kecantikan mereka.
Mereka bertiga menaiki sebuah mobil sport berwarna merah milik Diandra.
Sesampai di lobi hotel, mereka langsung di sambut oleh Darren dan Cakra. Yang sukses membuat kedua pria tampan tersebut terpana sesaat akan kehadirn ketiga wanita cantik yang mengenakan gaun berwarna navy.
“ Selamat malam nona - nona! Kalian terlihat sangat cantik malam ini.” Sapa Cakra mengagumi kecantikan kedua temannya.
“ Terima kasih tuan Cakra. Anda juga terlihat lebih tampan dibanding hari – hari biasanya.” Balas Arsy.
“ Mari” ajak Cakra yang mengangkat lengannya ke arah Arsy agar tangannya Arsy dilingkarkan ke lengannya.
“ Terima kasih!” seraya mereka berjalan terlebih dahulu menuju ballroom tempat acara resepsi pernikahan di langsungkan.
“ Hai! Apa kabar? Sudah lama tidak bertemu.” Sapa Diandra kepada Darren.
“ Hai! Selamat atas kesuksesan karirmu! Lain waktu kau harus mentraktir kami minum.” Ucap Darren.
“ It’s ok. Next time kita atur jadwalnya.”
“ Ayo Frey!” ajak Darren.
“ Masuklah dahulu, aku akan mengangkat telepon!” ucap Diandra yang di anggukan oleh Freya.
Saat Freya berjalan bergandengan tangan dengan Darren, sepasang mata dengan tatapan elangnya mengiringi kepergian mereka menuju ballroom.
Dengan rahang yang sedikit mengeras membuat pemilik mata tersebut mengepalkan tangannya. Entah mengapa ia merasa tidak nyaman dengan pemandangan yang ada di depannya.
“ Ternyata pria itu selingkuhanmu?” gumam pria tersebut.
“ Anda baik – baik saja tuan?” tanya asisten pria tersebut saat melihat perubahan warna wajah tuannya yang sedikit memerah.
“ Ehm....” sambil berjalan menuju ballroom hotel yang di iringi dengan asistennya yang selalu mendampingi kemanapun tuannya pergi.
Ya pria tersebut tidak lain adalah Akram yang juga bagian tamu VIP dari acara pernikahan putri dari rekan bisnisnya juga mempelai pria yang telah menjadi kolega kerjasama dalam penyelesaian suatu proyek yang bernilai cukup besar.
__ADS_1