Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 70 Kesedihan Dara


__ADS_3

Blush.....wajah Freya terlihat masih memerah akibat tidur dalam satu ranjang dengan Akram. Sambil tersenyum sendiri, Freya membereskan meja kerja nya.


" Ah, bisa - bisanya aku tertidur dalam pelukannya. Aku tidak sanggup menatap wajahnya. Bikin jantungku sakit saja, aahhhh." Hela Freya dengan wajah tersipu malu jika mengingat kejadian kemarin malam sampai saat ia bangun pun masih berada di posisi yang nyaman dalam pelukan Akram.


" Apa terjadi sesuatu kemarin malam?" Tanya Arsy tiba - tiba dengan mendekat kan wajahnya ke wajah Freya.


" Kyaaaaaa...." Teriak Freya terkejut mendapati wajah Arsy sudah berada di depan wajahnya.


" Kenapa wajahmu merona dan tersenyum sendiri dari tadi hah..?" Tanya Arsy menyelidik dengan memicingkan sebelah matanya.


" Tidak terjadi apa - apa. Memangnya ada apa?" Tanya Freya balik.


" Hari ini kau terlihat sangat aneh! Tidak seperti biasanya." Jelas Arsy.


" Ah, mungkin perasaan mu saja kali. Tidak ada yang aneh kok." Ucap Freya acuh sambil meneruskan pekerjaannya.


" Kenapa kemarin malam kau tidak mengabari kalau kau pulang cepat? Apa kau sedang kencan dengan seseorang?" Ucap Arsy.


" Kencan? Tidak. Setelah minum perut ku tiba - tiba sakit, tanpa pikir panjang aku langsung pulang dan lupa mengabari kalian." Jelas Freya.


" Kau yakin?"


" Ehm.."


" Syukurlah, kau baik - baik saja." Ucap Arsy langsung membuka komputernya.


' Ah, apa sebaiknya aku tidak bertanya ya! Biar saja lah yang penting keadaannya baik - baik saja.' ucap Arsy dalam hati.


" Selamat pagi!" Sapa Cakra yang di susul oleh Darren di belakang.


" Pagi." Jawab Arsy dan Freya serentak.


Selang beberapa menit, muncul Gio dengan raut wajah yang terlihat senang.


" Selamat pagi!" Sapa Gio pada anggotanya.


" Pagi pak!" Jawab mereka serentak.


" Kerja yang bagus teman - teman! Selamat untuk kita semua." Ucap Gio memberi selamat.


" Terimakasih pak! Ini juga berkat kerja keras anda." Jawab Arsy.


" Baiklah! Karena proyek kita berhasil tuan Pramudya memberikan kita penghargaan dengan sebuah liburan menginap dua malam di sebuah pulau cinta pada akhir pekan ini." Ucap Gio yang langsung mendapat sorakan dari anggotanya.


" Yeeaaaaahhhh, liburaaaaannnn." Teriak mereka bertiga kegirangan kecuali Darren.


" Kenapa kau hanya diam saja?" Tanya Freya melihat Darren.


" Tidak apa - apa." Jawab Darren singkat.


" Kau yakin?" Tanya Freya.


" Ehm..."

__ADS_1


" Apa kau mau makan siang dengan ku?" Bisik Freya.


" Baiklah."


" Tuan Akram?" Ucap Cleona terkejut dengan wajah merah merona.


" Kau ada waktu?" Tanya Akram yang di anggukan oleh Cleona.


Akram pun berjalan mendahului Cleona keluar dari rumah sakit menuju sebuah kafe yang tidak jauh dari rumah sakit.


" Minumlah!" Ucap Akram mempersilahkan Cleona menyantap hidangan.


" Terima kasih tuan!" Ucap Cleona gugup dengan keringat yang membasahi telapak tangannya.


" Ada yang ingin kau katakan?" Tanya Akram dingin dengan tatapan yang tajam.


" Maafkan saya tuan! Mohon ampuni saya!" Ucap Cleona dengan tulus.


" Mungkin kau sudah mendengar kabar ayah angkatmu sekarang bukan? Dan nasib ibumu mungkin sebentar lagi juga tidak bertahan lama karena kondisinya semakin menurun. Sekarang fokuslah pada kelangsungan hidupmu." Ucap Akram.


Cleona hanya pasrah akan kenyataan yang ada di depannya. Semua sandiwara dan kebohongannya telah terbongkar. Kecuali perasaannya dengan pria yang ada di depannya. Ya selama dua tahun Cleona mengikuti rencana ayah angkatnya dengan berbohong menjadi gadis kecil yang pernah menyelamatkan nyawa Akram. Namun seiring waktu berjalan, tanpa ia sadari perasaannya tumbuh akibat kehangatan dari sikap Akram meskipun sifat hangatnya bukan untuk dirinya.


Namun, saat ia menyadari perasaannya yang benar - benar tulus mencintai Akram, ambisi hatinya untuk memiliki pria yang ada di depannya pun muncul untuk melakoni perannya agar dapat terlihat seperti aslinya.


Sayangnya, keinginan Cleona tidak dapat terwujud bahkan hancur lebur karena topeng yang ia pakai kini terungkap sudah. Meskipun perasaannya sangat kuat tapi ia lebih memilih mundur demi keselamatan hidupnya.


" Maafkan saya tuan! Saya berjanji akan hilang dari kehidupan anda." Mohon Cleona dengan mengiba.


" Baiklah! Ku harap kau dapat menepati janjimu. Dan terima kasih berkat dirimu aku telah menemukan gadis kecil yang sesungguhnya." Ucap Akram tanpa membuang waktu langsung beranjak dari kursinya dan meninggalkan Cleona sendiri.


" Huft...semangatlah Cleo! Kau pasti bisa melanjutkan hidupmu." Ucap Cleona menyemangati dirinya.


" Seharusnya kau senang telah mendapat ampunan dari tuan Akram. Sekarang fokuslah pada ibumu." Lanjutnya.


Drttt....drrrrttttt .......drtttt......


" Ya halo." Ucap Cleona.


" Ya baiklah, aku segera ke sana." Lanjutnya dengan wajah yang panik setelah menerima panggilan dari seseorang.


" Kalian mau makan di luar?" Tanya Arsy kepada Freya dan Darren yang sudah bersiap - siap untuk keluar.


" Iya, kau mau ikut?" Jawab Freya.


" Tidak. Terimakasih! Hari ini aku lagi gak mood mau keluar!" Jawab Arsy.


" Kalau begitu, kita makan di kantin saja ya! Kau mau kan?" Tawar Cakra.


" Baiklah! Kalau begitu kami makan di kantin saja ya!" Ucap Arsy.


" Baiklah, kami akan makan di luar. Kau mau titip sesuatu?" Tanya Freya.


" Belikan saja americano latte yang dingin. Kau mau!" Tanya Arsy kepada Cakra yang di anggukkan oleh Cakra.

__ADS_1


" Dua ya!"


" Ok." Jawab Freya.


Drrrtttt.....drttt......drtt......


" Angkatlah!" Ucap Freya yang daritadi hanya di abaikannya saja.


" Baiklah! Ayo sambil kita jalan." Ucap Darren ogah - ogahan.


" Siapa?" Tanya Freya saat melihat wajah Darren sedikit terkejut.


" Dara." Ucap Darren


" Angkatlah! Sepertinya dia sudah tidak sungkan lagi kepadamu." Ucap Freya.


" Ehm."


" Ya halo!"


" Hiks....hiks...hiks......" Hanya terdengar suara isakan tangis seorang wanita dari seberang.


" Hei, ada apa denganmu? Kenapa kau menangis?" Tanya Darren khawatir.


" Hiks...hiksss...."


" Kau di mana?"


" Mama...hikss...hikss...."


" Baiklah! Kau tenangkan dirimu! Aku akan segera ke sana." Ucap Darren sigap.


" Ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Freya juga merasakan firasat yang tidak enak.


" Ayo ke rumah sakit! Terjadi sesuatu pada ibunya Dara." Jawab Darren bergegas menuju parkiran.


" Ya Allah! Ayo kita ke sana." Ucap Freya panik juga melajukan langkahnya.


Darren fokus melajukan kecepatan mobilnya agar lebih cepat sampai ke rumah sakit. Begitu juga dengan Freya yang tak dapat menyembunyikan wajah paniknya saat mengingat kesedihan yang di rasakan oleh Dara.


" Ya Allah semoga tidak terjadi apa - apa!" Doa Freya sepanjang perjalanan.


Ckieeetttttt.....


" Hei pelan - pelan dong! Macam membawa isteri mu yang mau melahirkan saja hah.." ucap Freya dengan nafas yang terengah - engah.


" Haah, dasar! Main tinggal aja neh orang! Awas kau ya!" Omel Freya kesal melihat tingkah Darren yang sudah meninggalkannya.


Dengan nafas yang masih memburu, Freya berhasil mengejar Darren yang sudah bersama Dara dengan wajah yang di banjiri oleh air mata.


" Hei! Apa yang terjadi?" Tanya Freya yang masih mengamati situasi.


Darren hanya menunjuk ke ruang rawat yang selama ini di huni oleh ibunya Dara. Freya pun melihat ke arah dalam ruangan dengan mata yang membelalak dan mulut di tutup oleh telapak tangannya.

__ADS_1


Pemandangan yang begitu menyakitkan, seseorang yang selama ini menjadi penghuni ruangan tersebut kini telah terbebas dari alat - alat bantu yang menempel di tubuhnya.


Sebuah kain putih sebagai penutup tubuhnya yang telah terbaring kaku di atas brankar ranjang rumah sakit.


__ADS_2