
" Kyaaaa........." teriak Freya terlonjak dari posisinya sambil menunggu pintu lift terbuka.
" Anda selalu mengagetkan saya tuan! anda seperti angin selalu ada di mana - mana?" gumam Freya melihat kedatangan Akram yang selalu tiba - tiba sudah berada di sekitarnya.
" Kau baru pulang?" tanya Akran yang sukses membuat Freya terkejut.
" Maaf tuan! sebelum pulang saya ke rumah sakit menjenguk adik saya." jelas Freya.
" Ehm...."
akan
" Itu tidak seperti yang anda pikirkan tuan! driver ojol tersebut adalah langganan ojol saya." jelas Freya.
Tingg...pintu lift terbuka sontak Freya bergegas masuk mendahului Akram.
" Anda tidak masuk tuan? kalau anda tidak cepat pintu akan segera tertutup." tanya Freya melihat Akram masih bergeming di posisinya.
Saat pintu hampir tertutup, spontan Akram menahan pintu dengan tangannya.
Grab....tangan Akram menahan pintu lift agar ia bisa masuk.
" Kalau ingin masuk kenapa tidak dari tadi sih! buang - buang tenaga saja." cebik Freya yang spontan mendapat tatapan yang tajam.
" Ck...." sambungnya.
" Saya akan menyiapkan makan malam tuan!" ucap Freya saat di depan pintu kamar mereka masing - masing.
" Ehm..."
" ck...dasar pelit." cebik Freya setelah berganti pakaian langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Dengan cekatan, Freya pun melakukannya dengan mudah, meskipun yang ia masak hanya dua menu tetapi masakannya sangat lezat dan menarik.
Hanya membutuhkan waktu 1 jam ia berhasil menata masakannya di meja makan. Dengan sup iga sapi beserta sayuran hijau, oranye dan putih telah melengkapi isian sup iganya. Dengan menu tambahan berupa sayur capcay dan sambal. Dan tak pernah ketinggalan buah - buahan sebagai pelengkapnya.
" Akhirnya selesai juga! aku harus mandi dahulu agar tidak bau bumbu dan keringat." ucap Freya setelah menyelesaikan misinya.
Setelah 10 menit ia pun keluar dari kamar dan mengetuk pintu kamar Akram untuk memberitahu makan malam sudah siap.
Tok..tok..tok...
" Tuan! makan malam sudah siap!" ucap Freya.
" Ehm.."
Ceklek, aroma mint yang menguap dari tubuh Akram yang terlihat selesai mandi setelah pintu terbuka sesaat membuat Freya terkesima akan harum yang berasal dari tubuh Akram.
__ADS_1
" Heemmm, aromanya enak!" cetus Freya spontan
" Kau menyukainya?" tanya Akram dengan wajah yang tepat di depan Freya.
" Kyaaaa.... wajah anda terlalu dekat tuan!" lonjak Freya memundurkan tubuhnya terkejut melihat wajah mereka tiada jarak.
" Kenapa?" tanya Akram dengan menaikkan alisnya.
" Ti..daaak! saya hanya ingin memberi tahu makan malam sudah siap tuan!" ucap Freya gugup masih bergeming di posisinya.
" Ehm...." ucap Akram cuek berlalu melewati Freya begitu saja.
" Eh....main tinggal aja sih!" cebik Freya menyusul langkah Akram dari belakang.
Saat di meja makan! Freya melihat Akram sudah mulai mengisi piringnya dengan menu favoritnya.
Ya tanpa sengaja, Freya telah memasak makanan favorit Akram berupa sup iga sapi.
Dengan lahap, Akram terus menyendokkan makanannya ke mulutnya tanpa henti.
" Pelan - pelan saja tuan makannya! masih banyak kok." ujar Freya sempat tercengang melihat Akram makan dengan lahap.
" Uhukkk..." Akram langsung tersedak setelah mendengar ucapan Freya yang seakan - akan menyindirnya.
" Eh....ini minumnya tuan!" seru Freya menyodorkan segelas air putih ke Akram.
" Ah senangnya! melihat seseorang makan masakanku dengan lahap. Jadi teringat dengan anak - anak panti." ujar Freya tersenyum.
" Ck...."
" Hehehehehhe.."
" Terima kasih makan malamnya!" ucap Akram.
" Ehm..."
" Kau tidak makan?" tanya Akram.
" Saya masih kenyang tuan!" jawab Freya sambil membereskan bekas makanannya.
Akram beranjak dari duduknya meninggalkan meja makan menuju ruang kerjanya. Ia masih belum yakin bahwa isteri kontraknya adalah seorang gadis kecil yang pernah menyelamatkan nyawanya namun ia masih ragu karena Freya seperti tidak pernah menunjukkan tanda - tanda sedikitpun mengenai peristiwa 15 tahun yang lalu.
Tanpa memperdulikan egonya, ia pun keluar dari ruang kerjanya dan menunggu Freya di ruang tamu keluar dari dapur. Dan benar, selang beberapa menit Freya melangkah keluar dari dapur dengan membawa nampan yang berisi dua gelas susu.
" Ah, kebetulan sekali anda di sini tuan! ini susunya minumlah selagi hangat." ucap Freya meletakkan segelas susu di atas meja yang tepat di depan hadapan Akram.
" Ehm...terima kasih!" ucap Akram.
__ADS_1
" Sama - sama tuan! saya permisi!" pamit Freya melangkah menuju ke lantai atas. Namun langkahnya terhenti saat kalimat perintah yang keluar dari mulut Akram dengan tegas.
" Tunggu!" panggil Akram.
" Ada apa tuan?" tanya Freya membalikkan badannya.
" Ada yang ingin aku tanya kan?" dengan ragu Akram berusaha memberanikan diri meskipun dia akan di anggap mesum oleh Freya.
" Heemmm, tanya apa tuan?" tanya Freya juga merasa penasaran.
" Luka yang ada di lengan kananmu sejak kapan kau mendapatkannya?" tanya Akram hati - hati berharap Freya tidak berpikiran yang macam - macam tentangnya.
Mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Akram membuat Freya mematung di tempatnya. Ia berpikir bagaimana pria di depannya mengetahui ada sebuah luka di lengannya.
" Ah maaf sudah membuatmu tidak nyaman!" ucap Akram memendam rasa penasarannya saat melihat Freya langsung bergeming di posisinya.
" Bagaimana anda bisa tahu luka saya?" tanya Freya menatap tajam ke arah Akram.
" Ah, itu...kau jangan berpikiran yang tidak - tidak, saat itu aku tidak sengaja menemukanmu tertidur di bath up yang penuh dengan air. Apa kau mau bunuh diri?" ujar Akram.
" Aaahhh, yang waktu itu ya...heheheheheh, maafkan saya tuan! mungkin sangking lelahnya saya tidak sadar sampai ketiduran saat berendam." ucap Freya dengan wajah merona menahan malu.
" Ckk...dasar kau!" cebik Akram.
" Apa anda sudah melihat tubuh saya?" tanya Freya spontan menyilangkan kedua tangannya di depan dada nya.
"Ehmmm..."
" Kyaaaaaa....dasar anda mesum!" teriak Freya.
" Ckkk,,kau sangat berlebihan. Kau pikir aku pria yang memanfaatkan situasi apa? mungkin kau tidak akan berdiri di sana sekarang jika aku tidak mengeluarkan tubuhmu dari bath up. Selebihnya pelayan wanita yang mengurus mu." jelas Akram.
" Eehh...iyaaa....anda benar juga tuan." cengir Freya malu jika mengingat kecerobohannya.
" Luka ini saya dapat..."
" Luka bakar wanita itu ia dapat saat masih berumur 11 tahun?" tanya Nyonya Aksara di ruang pribadinya setelah membaca hasil penyelidikan seseorang yang ia minta.
" Benar nyonya! selama ini tuan muda telah salah Menilai bahwa tunangan tuan muda yang kabur itu lah gadis kecil yang telah menyelamatkannya!" jelas orang kepercayaan nyonya Aksara setelah di beri tugas untuk menyelidiki identitas isteri kontrak anaknya.
" Jadi gadis kecil yang selama ini ia cari dengan sendirinya telah hadir dalam kehidupan putra ku tanpa mengetahui identitas mereka masing - masing! ehmmm menarik."
" Baiklah! kerja yang bagus! Terima kasih!"
" Sama - sama nyonya! dan ini adalah beberapa bukti yang mungkin bisa membantu anda. Saya pamit nyonya.." pamit pria muda tersebut sambil menyerahkan beberapa paper bag.
" Ehm! ini sudah lebih dari cukup. Pergilah!" ucap nyonya Aksara.
__ADS_1
" Ehm,,,ini menarik! dasar anak nakal bisa - bisanya kalian membohongiku. Ckkk.....!" cebik nyonya Aksara menyeruput tehnya .