Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 22 Cemburu yang Salah


__ADS_3

Sepanjang acara berlangsung, membuat Darren merasa tidak nyaman setelah Arsy mendapat sebuah pesan dari Freya bahwa ia tiba - tiba merasa tidak enak badan.


Tanpa berpikir panjang, ia pun meninggalkan acara pesta tersebut dan mencari sosok wanita yang sudah ia anggap seperti saudaranya.


Setelah beberapa lama ia mencari, pada ujung lorong menuju toilet terlihat sosok yang ia cari, tetapi ia dikejutkan dengan sosok pria lain yang menarik tangan Freya dengan kasar.


Dengan cepat, Darren mengikuti langkah kedua insan tersebut. Meskipun Darren tidak langsung menolong, ia tahu watak Freya yang tidak bisa di anggap remeh. Ia hanya memperhatikan dari balik tembok bagaimana Freya dapat menangani pria tersebut.


Namun, dugaannya salah sikap keras dari pria tersebut membuatnya tidak tahan lagi dan datang menghampiri mereka.


" Lepaskan tanganmu darinya!". Teriak Darren lantang tanpa memandang status pria di hadapannya.


" Kau......jangan ikut campur." Berang Gio melihat Darren berkata dengan nada yang tinggi.


" Jadi, seperti inikah kelakuan seorang menantu dari Presdir HVZ Group? Sangat di sayangkan sekali." Cibir Darren.


Melihat kesempatan yang ada, membuat Freya menghempaskan tangannya sekuat tenaga agar dapat terlepas dari genggaman Gio.


" Kau.....!"


" Ayo kita pergi!" Ajak Freya menarik tangan Darren terus melangkah tanpa menghiraukan Gio dengan wajah yang memerah.


" Kau baik - baik saja? kenapa kau tidak pernah memberitahuku hah... kau anggap aku ini apa? kau menahan masalahmu sendirian? memangnya kau sekuat itu hah....mau sampai kapan kau akan terus mengurusi hidup orang lain tanpa memikirkan dirimu sendiri! ckk...dasar kau ini..." Omel Darren secara beruntun seperti emak - emak yanga sedang memarahi anaknya.


Mendengar omelan Darren, membuat Freya tertunduk dengan bahu yang berguncang. terdengar suara isakan tangis yang berusaha ia tahan.


Melihat Freya yang kali pertama terlihat rapuh, membuat Darren menarik tubuh Freya ke dalam dekapannya.


" Aku pinjamkan dadaku ini selama lima menit! Keluarkan semuanya yang mengganjal di hatimu."


Ucap Darren mengelus - elus punggung Freya yang sedikit terbuka.


" Hiks...hikss....hikss.... Ah kenapa kau harus melihatku dalam keadaan seperti ini sih!"


" Kenapa? Kau berpikir kau berhati seperti malaikat? dasar bodoh. Kau tahu, aku sudah berjanji pada diriku akan melindungi kau dan anak - anak panti lainnya meskipun kau sudah tidak tinggal di panti lagi. Malam ini aku merasa lemah dan telah ingkar dengan janjiku yang sudah membiarkanmu terluka sendirian."


" Maaf!"

__ADS_1


" Kalau kau menyesali perbuatanmu, berhentilah mengeluarkan air mata mu yang sangat berharga ini. Dasar kau ini,,kenapa segampang itu sih air mata mu itu keluar! Padahal aku tidak pernah mengizinkanmu bersedih apalagi sampai mengeluarkan air mata mu ini."


" Hiks..hikss..hikss...iya Maaf.. dasar cerewet!" ucap Freya mengusap air matanya yang telah mengering.


Darren masih mengusap - usap punggung Freya agar dapat menenangkan suasana hati Freya.


Freya merasa nyaman berada dalam dekapan Darren yang sudah ia anggap seperti kakak lelakinya.


Greb...sebuah tangan kekar langsung menarik paksa tubuh Freya dari dekapan Darren.


Karena terkejut, tubuh Freya limbung dan hampir terjatuh. Dengan sigap tangan tersebut menangkap pinggang Freya yang langsung beralih ke dalam dekapannya.


Dengan mata yang melebar sempurna, membuat wajah Freya langsung pucat seperti kekurangan stok darah yang mengalir di wajahnya.


" Tuaan..!" Pekik Freya terkejut.


Dengan tatapan yang akan menangkap mangsanya, membuat tubuh Freya bergidik ngeri.


" Jadi, begini kelakuanmu di luar? " Ucapnya yang mengintimidasi Freya.


Tanpa mengeluarkan sepatah kata, Pria tersebut yang tak lain adalah Akram langsung melepas jas luarannya dan menyematkannya ke tubuh Freya agar menutupi punggungnya yang terbuka.


" Kau pulanglah!" titah Akram kepada Dafi asistennya.


" Baik Tuan." Balas Dafi seraya membungkukkan sedikit tubuhnya saat tuannya melewati tubuhnya.


Brak...pintu mobil yang di tutup oleh Akram dengan begitu keras membuat Freya terkejut dan memegangi dadanya.


" Ah! Kenapa suasananya seperti akan di eksekusi setelah terciduk selingkuh sih!" Gumam Freya yang melirik wajah Akram yang sudah duduk di sebelahnya.


Wajah yang terlihat datar dengan rahang yang begitu kokoh dengan bulu - bulu halus yang menghiasinya tetap menampilkan wajah yang begitu tampan apalagi saat wajah tersebut tersenyum, pasti ketampanannya akan berkali - kali lipat..


" Ah, kenapa baru ku sadari sih!" Gumam Freya senyum - senyum sendiri..


" Apakah kau sesenang itu setelah bercumbu dengan selingkuhan mu?" tanya Akram tanpa menoleh.


" Ahh....anda salah paham tuan! yang anda lihat tidaklah seperti yang anda pikirkan." Jelas Freya cepat berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya.

__ADS_1


" Ckkk....." cebik Akram


" Ah, terserah anda lah tuan. Yang jelas saya tidak pernah melanggar isi perjanjian kontrak poin tiga." Jelas Freya tanpa memperdulikan Akram.


" Cih! segampang itu kah kau menangis di pelukan pria lain?" Tanya Akram.


" Terserah apa yang anda pikirkan tentang saya tuan! Darren adalah rekan kerja saya dalam satu divisi sekaligus sahabat saya sejak berumur lima tahun karena kami tumbuh dan besar di panti asuhan yang sama. Dia juga sudah saya anggap sebagai kakak kandung karena dua tahun lebih tua dari saya." Jelas Freya berusaha agar Akram tidak salah paham dengannya.


Entah mengapa ia merasa tidak enak telah ketahuan sedang bersama pria lain terlebih saat berada dalam pelukannya.


Freya melirik mencuri pandang ke Akram yang masih membungkam. Ia tidak tahu apa yang sedang ia pikirkan.


Akram menstater mobil dan melaju dengan kecepatan sedang keluar dari parkiran hotel.


Tanpa berani berbicara Freya langsung menutup rapat mulutnya.


Drrrt.... drttt.. drttt ..handphone Freya yang berada di dalam tas tangannya bergetar panjang yang memecahkan kesunyian di dalam mobil. Melihat sebuah nama yang tertera di layar handphone langsung jari Freya menggeser tombol hijau.


" Beb, kau baik - baik saja? sekarang kau di mana? siapa pria yang membawa hah?" tanya Diandra dari seberang dengan pertanyaan yang beruntun.


" Tenanglah honey! aku baik - baik saja. kau seperti di kejar - kejar seekor anjing tetangga yang sering kita jahili sih! pelan - pelan saja kalau mau bertanya." ucap Freya tenang agar tidak membuat sahabatnya khawatir.


Sementara, Akram menajamkan pendengarannya sambil fokus dengan kemudinya. Sesekali ekor matanya melirik ke arah Freya dari spion melihat ekspresi wajah Freya yang dengan mudah berubah - ubah seperti bunglon.


" Hahahaahaa,kau ini berlebihan banget honey! kau sudah berapa lama mengenal aku sih? apa aku terlihat selemah itu hah...? ini pasti dari Darren kan? dasar seperti mulut perempuan saja. Pakai ngadu - ngadu segala." ujar Freya dengan memasang wajah baik - baik saja.


"...…"


" Iya honey! kau tenang saja, sesampai di rumah aku akan menelepon mu, dan...,"


Grabbb...secepat kilat Akram menyambar handphone yang masih melekat di telinga Freya.


" Eh..." kejut Freya handphone nya sudah beralih ke tangan Akram


" Beb, kau baik - baik saja? kenapa ucapanmu


berhenti?" tanya Diandra.

__ADS_1


Mendengar suara wanita dari seberang, spontan Akram memutuskan panggilan Freya secara sepihak dan langsung melemparkan begitu saja handphone Freya ke arahnya. Dengan membuang nafas kasar, Akram mendengus terlihat kesal yang melajukan mobilnya dengan kencang.


__ADS_2