Isteri Pengganti Sang CEO

Isteri Pengganti Sang CEO
BAB 43 Menemukan Sang Pemilik


__ADS_3

" Arrggggghhhhh...sial! Kenapa ini bisa terjadi? Bagaimana mereka bisa saling kenal? Bagaimana dengan nasib mama!" Pekik Cleona frustasi saat mengetahui kebenarannya dan kebohongannya sudah terbongkar.


Dengan terkulai lemas, ia duduk di sebuah bangku taman yang terletak tidak jauh dari rumah sakit. Dengan wajah yang menunduk, Cleona berusaha memikirkan bagaimana rencana selanjutnya.


" Ah, kenapa jadi begini sih!" Rutuk Cleona akan kebodohannya.


" Kau baik - baik saja?" Tanya seorang pria yang menghampirinya.


Cleona langsung menengadahkan wajahnya untuk melihat pemilik dari suara tersebut.


Matanya membelalak sempurna saat wajah yang sudah melekat di benaknya kini hadir di hadapannya meskipun hanya terkena sorotan cahaya lampu taman yang tidak begitu terang.


" Kau...!" Ucapnya gugup.


" Minumlah agar kau bisa tenang!" Ucap pria tersebut yang tak lain adalah Darren sambil menyerahkan sebuah minuman cup yang hangat.


" Ah, terima kasih!" Balas Cleona menerima minuman dari tangan Darren.


" Sial sekali! Kau melihat diriku yang sedang kacau begini." Ujar Cleona nyaris tidak terdengar.


Darren hanya mendengarkan gumaman Cleona dalam diam. Ia mengisi bangku yang kosong di samping Cleona.


" Keluarkan saja keluhan mu selama 15 tahun ini! Aku siap menjadi tempat keluhan mu!" Ucap Darren.


" Aku ingin diriku berguna. Kau tahu, aku selalu kesal karena tidak ada yang mengandalkan diriku. Ah...padahal usiaku kan lebih tua dua tahun dari kalian." Keluh Darren


" Ckk .... Kenapa malah kau yang curhat sih! Gimana ada yang mau mengandalkan mu kau sendiri malah terlihat menyedihkan seperti itu." Ketus Cleona.


" Hahahahaha, syukurlah kau bisa berkata seperti itu. Aku senang kau kembali." Ucap Darren dengan di iringi tawa.


" Apa kau sudah bertemu dengan Freya? Kau baik - baik saja kan? Dia mengancam akan memukul wajahmu karena kau pergi begitu saja." Sambungnya.


" Haaah! Apa kau tidak tahu berapa besar asuransi wajahku ini? Gaji kalian selama setahun tidak akan cukup untuk membayarnya." Ucap Cleona menyombongkan dirinya.

__ADS_1


" Benarkah! Ah syukurlah kau masih menunjukkan dirimu sebagai Dara." Ucap Darren.


" Kenapa kau bicara seperti itu?" Tanya Cleona.


" Aku mengikuti berita mu. Aku tahu selama ini karir mu sedang meredup makanya kau kembali ke Indonesia bukan?" Ujar Darren.


" Kau....?"


" Ya, semenjak kau berkecimpung di dunia model aku selalu mengikuti berita mu. Bahkan aku juga tahu setelah kau mendapat orangtua adopsi nama mu juga di ubah." Jelas Darren.


" Dan tanpa sengaja aku bertemu dengan mu di rumah sakit. Aku yakin itu kau! Maaf aku sudah lancang. Bagaimana kabar mama mu?" Sambungnya.


" Kau menguntitku?" Berang Cleona.


" Tidak, aku hanya mencari tahu untuk apa kau sering - sering ke rumah sakit dan kau tahu salah satu anak panti juga sedang dirawat di rumah sakit yang sama dengan mama mu." Ucap Darren dengan tenang.


" Haaaah.... Ternyata kau banyak tahu tentang ku ya! Dasar penguntit!" Cebik Cleona.


" Huft.... Mama mengalami gagal otak. Aku terpaksa membawa mama kembali ke sini karena biaya perawatan mama sudah menipis. Jangan kau tanya papa kemana? Ia sudah lepas tangan akan keselamatan mama. Kalau bukan karena alat - alat yang terpasang di tubuhnya mungkin mama tidak bertahan hidup hingga sekarang." Jelas Cleona tanpa ia sadari telah mencurahkan masalah yang selama ini ia pendam sendiri.


" Kau sudah mengacaukan diriku. Aku merasa terlihat lemah di depan mu. Meskipun begitu aku merasa sedikit tenang dan lega. Haaah... Terima kasih!" Ucap Cleona.


" Ehm... Ayo ku antarkan pulang! Ini sudah larut jika kau ingin mengunjungi mama mu." Ajak Darren.


" Ohya, rahasiakan kejadian ini dari Freya. Aku masih butuh waktu untuk bertemu dengannya lagi." Pinta Cleona.


" Ehm, jika itu membuatmu tidak kabur lagi. It' s ok." Janji Darren.


" Ayo. Mumpung ada supir gratis." Ucap Cleona berjalan mendahului Darren.


Dengan sebuah senyuman yang terukir di bibirnya saat melihat sosok yang sangat ia rindukan tepat berada di depannya.


" Ayo cepat! Lambat banget sih!" Oceh Cleona membalikkan tubuhnya dengan wajah yang cemberut.

__ADS_1


Melihat wajah juteknya membuat Darren merasa lega akan sikap Cleona yang masih menghadapi masalah hidupnya dengan kepala dingin. Tidak ingin Cleona menunggu lama ia pun mengejar dan mensejajarkan langkahnya di sisi Cleona.


Tok..tok...tok....Freya berusaha mengetuk pintu ruang kerja Akram. Ia memberanikan diri untuk menemui Akram setelah mengetahui kebenaran yang selama ini tidak ia sadari.


Kriekkkk, selang beberapa menit pintu terbuka dan menampakkan sosok Akram telah berdiri di ambang pintu dengan pakaian yang santai.


" Ada apa?" Tanya Akram.


" Ada yang ingin saya bicarakan tuan!" Ucap Freya gugup.


" Masuklah!" Titah Akram yang berjalan dahulu agar tidak menghalangi pintu.


Mendengar perkataan Akram yang memberikan ia izin untuk memasuki ruang kerja suami kontraknya untuk pertama kalinya membuat Freya tertegun.


" Kenapa kau tidak masuk?" Tanya Akram setelah ia sudah berada di balik meja kerjanya dan melihat Freya masih mematung di ambang pintu.


" Ah iya tuan!" Dengan perasaan yang canggung Freya berjalan memasuki ruang kerja Akram yang terlihat sangat luas. Dengan desain ruangan yang mendominasi bergaya kasual dan rak - rak yang panjang berisikan berbagai macam jenis buku yang menghuninya membuat Freya mengagumi isi ruangan.


" Sudah melihatnya?" Tegur Akram melihat Freya masih bengong menatap di sekitar sudut ruangan.


" Eh....maaf tuan!" Gagap Freya merasa malu akan sikapnya yang terlihat norak.


" Ini tuan! Saya kembalikan kepada pemiliknya!" Ucap Freya sambil menyerahkan sebuah kotak baldu berwarna biru muda di atas meja kerja Akram.


Melihat sebuah kotak yang ada di depannya membuat Akram memicingkan matanya dan beralih menatap Freya.


" Kenapa kau kembalikan?" Tanya nya.


" Saya tidak berhak memilikinya. Karena kalung ini merupakan kalung yang menyimbolkan kebesaran dan kekuasaan dari keluarga Ghazalan. Anggap saja tugas saya sudah selesai dalam menjaga kalung ini dan memastikan bahwa pemiliknya juga dalam keadaan sehat." Ucap Freya yang masih setia berdiri di hadapan Akram.


Tanpa bicara Akram meraih kotak tersebut dan membukanya. Tentu saja, isi kotak tersebut merupakan sebuah kalung liontin bermatakan batu blue sapphire yang berada di tengah bintang yang bersinar. Ia melihat kalung tersebut tidak berubah sama sekali seperti saat ia sematkan di leher Freya 15 tahun yang lalu.


Dengan mengangkat di hadapannya, Akram merasakan degub jantungnya berdetak cepat sebuah perasaan yang hangat telah menyelimuti hatinya. Ia merasa bersyukur dapat mengambil kembali kalung miliknya beserta penjaganya itu sih harapan Akram, dapat barangnya juga mendapatkan bonusnya sekaligus.

__ADS_1


Sementara Freya hanya memperhatikan Akram yang begitu khidmat dalam memandang kalung tersebut. Matanya pun tak lepas dari pandangan yang ada di sekitar meja Akram. Saat pandangannya menjelajahi isi meja Akram, pandangannya langsung jatuh pada sebuah pigura berwarna gold yang di bingkai kaca dengan ukiran yang sangat indah dan mewah. Matanya terbelalak saat melihat jelas apa yang ada di dalamnya.


" Itukan...." Tanya Freya terkejut dan tidak menyangka dapat melihat kembali barang yang telah hilang darinya selama 15 tahun.


__ADS_2